alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Selundupkan Sabu Pakai Kotak Susu ke LP Kerobokan, Ojol Dibekuk

BADUNG, BALI EXPRESS – Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan, Kuta Utara, Badung berhasil digagalkan pada Jumat (8/4). Petugas pun mengamankan pelakunya yang seorang ojek online (ojol) berinisial ODMM, termasuk narapidana berinisial KHS yang dimaksudkan menerima barang haram itu.

Informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa tersebut bermula ketika ojol itu datang ke Lapas sekitar pukul 13.30. Dia membawa sebuah kotak susu yang hendak dititipkan kepada napi atau disebut juga warga binaan (WBP). “Saat menitipkan barang itu, tampak gerak-gerik pelaku mencurigakan,” beber sumber yang enggan disebut namanya.

Petugas yang berjaga saat itu tentu memeriksa secara intensif kotak susu bermerk Frisian Flag yang dibawa. Ternyata didalamnya berisi dua plastik klip berisi kristal bening yang diyakini sebagai sabu. Alhasil ODMM yang kala itu mengenakan jaket kuning hitam langsung digiring ruang P2U, untuk diperiksa dan dilakukan penggeledahan badan.

Saat diinterogasi, pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut mengaku barang pembuat sakau ini dipesan oleh napi bernama K Adi. Petugas lantas menelusuri napi yang dimaksud dan diduga merupakan salah satu dari tujuh orang yang mendekam di Blok H. “Para napi di blok H itu diperiksa satu per satu,” tambahnya.

Hasilnya orang yang akan menerima barang adalah KHS. Belum diketahui jumlah barang bukti sabu yang disita dari tangan pelaku. Kini penanganan terhadap pelaku telah diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali.Sementara itu, Kepala Lembaga Lapas Kelas IIA Kerobokan Fikri Jaya Soebing yang dikonfirmasi terpisah membenarkan pihaknya menggagalkan aksi penyelundupan narkoba.

“Kami koordinasikan penanganan kasus ini dengan BNNP Bali, pelaku dan barang bukti sudah diserahkan,” ujarnya. Adapun Kepala BNNP Bali Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra yang dikonfirmasi mengenai penanganan pelaku penyelundupan belum memberikan respon apapun. (ges)






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan, Kuta Utara, Badung berhasil digagalkan pada Jumat (8/4). Petugas pun mengamankan pelakunya yang seorang ojek online (ojol) berinisial ODMM, termasuk narapidana berinisial KHS yang dimaksudkan menerima barang haram itu.

Informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa tersebut bermula ketika ojol itu datang ke Lapas sekitar pukul 13.30. Dia membawa sebuah kotak susu yang hendak dititipkan kepada napi atau disebut juga warga binaan (WBP). “Saat menitipkan barang itu, tampak gerak-gerik pelaku mencurigakan,” beber sumber yang enggan disebut namanya.

Petugas yang berjaga saat itu tentu memeriksa secara intensif kotak susu bermerk Frisian Flag yang dibawa. Ternyata didalamnya berisi dua plastik klip berisi kristal bening yang diyakini sebagai sabu. Alhasil ODMM yang kala itu mengenakan jaket kuning hitam langsung digiring ruang P2U, untuk diperiksa dan dilakukan penggeledahan badan.

Saat diinterogasi, pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut mengaku barang pembuat sakau ini dipesan oleh napi bernama K Adi. Petugas lantas menelusuri napi yang dimaksud dan diduga merupakan salah satu dari tujuh orang yang mendekam di Blok H. “Para napi di blok H itu diperiksa satu per satu,” tambahnya.

Hasilnya orang yang akan menerima barang adalah KHS. Belum diketahui jumlah barang bukti sabu yang disita dari tangan pelaku. Kini penanganan terhadap pelaku telah diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali.Sementara itu, Kepala Lembaga Lapas Kelas IIA Kerobokan Fikri Jaya Soebing yang dikonfirmasi terpisah membenarkan pihaknya menggagalkan aksi penyelundupan narkoba.

“Kami koordinasikan penanganan kasus ini dengan BNNP Bali, pelaku dan barang bukti sudah diserahkan,” ujarnya. Adapun Kepala BNNP Bali Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra yang dikonfirmasi mengenai penanganan pelaku penyelundupan belum memberikan respon apapun. (ges)






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/