alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Curat Berjamaah, Enam Pelaku Dibekuk Polresta Denpasar

BALI EXPRESS, DENPASAR – Enam orang pelaku pencurian dengan pemberatan alias curat secara berjamaah,  beraksi di delapan TKP di wilayah hukum Polresta Denpasar dan Polres Badung. Aksi pencurian ini didalangi  tersangka Hari Yanto, 39, asal Jakarta Utara yang kemudian dihadiahi timah panas di kaki kirinya.

 

Rupanya, tersangka Heri Yanto memiliki background tahanan. Ia pernah ditahan pada tahun 2015 di Lapas Kerobokan lantaran kasus narkoba, dengan vonis 3,8 tahun. Kemudian ia ditangkap, Kamis (2/5) di Banyumas Jawa Tengah. “Polisi terpaksa menembak kakinya karena yang bersangkutan melawan,” ungkap Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan,  Rabu (8/5).

 

Sebelumnya, jamaah kelompok curat ini ditangkap oleh Sat Reskrim Polresta Denpasar dan Satgas CTOC, di antaranya I Gede Loka Wijaya, 45, asal Pekutatan Jembrana. Gede Loka pun pernah menghuni sel tahanan Lapas Kerobokan tahun 2015 karena terjerat kasus curat dan narkoba. Saat itu ia divonis tiga tahun penjara. Ia kembali ditangkap Rabu (24/4) pukul 19.00 di daerah Kebo Iwa, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat.

 

“Dari keterangan pelaku Loka, ia melakukan pencurian di TKP Kebo Iwa Utara bersama-sama dengan Heri dan Mail. Keduanya berasal dari Banyumas Jawa Tengah,” ujarnya.

 

Tersangka lain adalah Anas Farid, 33, asal Banyuwangi Jawa Timur, Slamet Riyanto alias Mamek, 33, asal Purbalingga Jawa Tengah, Muhammad Patluhum Jali alias Pongek, 21, asal Sesetan dan Sutrisno alias Ngapak, 30, asal Purwokerto Jawa Tengah, juga seorang DPO Yanto alias Mail.

 

Penangkapan jamaah curat ini berawal dari laporan korban Gede Suardana bernomor  LP-B/360/III/2019/Bali/Resta Dps, tertanggal 29 Maret 2019. Korban mengaku kehilangan 10 unit laptop, di antaranya  merek HP sebanyak 4 buah, Acer 2 buah, Compaq 3 buah dan Asus. Tiga unit handphone merek Xiomi, Asus dan nokia. Empat unit printer merek Epson, HP dan Cannon, serta beberapa asesoris handphone dan laptop dengan kerugian ditaksir Rp 40 juta. Semua barang tersebut diletakkan di toko miliknya, Speed Up Computer, Jalan Kebo Iwa Utara. 

 

“Pelaku masuk dengan cara memotong gembok rolling door dan mencongkel rolling door,” ucapnya.

 

Hasil introgasi terhadap para pelaku, sebelum beraksi, Kamis (28/3) pukul 16.00, ketiga pelaku  yakni Heri, Yanto dan Loka berkumpul di Jalan Cargo Denpasar untuk merencanakan pencurian. Dengan mengendarai Agya putih, pelaku melakukan survey dengan mencari sasaran di daerah Kebo Iwa Utara, Padangsambian Kaja, Denpasar.

 

Saat itu pelaku mendapatkan sasaran, yakni TKP Toko Speed Up Computer. Aksi tersebut kemudian dilancarkan Jumat (29/3) pukul 01.30. “Pelaku Heri dan Yanto menyiapkan gunting besar dan sebuah linggis yang kemudian dimasukkan dalam mobil,” ucapnya.

 

Pelaku kemudian berangkat ke TKP, sementara I Gede Loka sudah menunggu di TKP.  Ketiga pelaku lalu memotong kunci gembok pintu rolling door dengan menggunakan gunting, kemudian mencongkel pintu rolling door dengan menggunakan linggis dan mengambil barang-barang korban. Pada Sabtu (30/3) pelaku mengepak barang-barang hasil kejahatan, untuk dikirim kepada pemesan Abing di Jakarta yang sudah melakukan pembayaran sebesar Rp 10 juta.

 

Barang-barang tersebut dikirim ke Jakarta melalui jasa pengiriman barang Bus Kramat Jati Denpasar yang ditujukan kepada Abing dengan menggunakan alamat Afrizal Pondok Pinang Jakarta.

 

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap penadah barang curian ini yang ada di Jakarta. Para pelaku merupakan jaringan Sumatera-Jawa-Bali bergabung jadi satu. Pekerjaannya ada yang gojek dan sekuriti. Dan hasilnya digunakan sehari-hari,” imbuhnya.

 

Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya gunting besi dan sebuah linggis. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh  tahun penjara.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Enam orang pelaku pencurian dengan pemberatan alias curat secara berjamaah,  beraksi di delapan TKP di wilayah hukum Polresta Denpasar dan Polres Badung. Aksi pencurian ini didalangi  tersangka Hari Yanto, 39, asal Jakarta Utara yang kemudian dihadiahi timah panas di kaki kirinya.

 

Rupanya, tersangka Heri Yanto memiliki background tahanan. Ia pernah ditahan pada tahun 2015 di Lapas Kerobokan lantaran kasus narkoba, dengan vonis 3,8 tahun. Kemudian ia ditangkap, Kamis (2/5) di Banyumas Jawa Tengah. “Polisi terpaksa menembak kakinya karena yang bersangkutan melawan,” ungkap Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan,  Rabu (8/5).

 

Sebelumnya, jamaah kelompok curat ini ditangkap oleh Sat Reskrim Polresta Denpasar dan Satgas CTOC, di antaranya I Gede Loka Wijaya, 45, asal Pekutatan Jembrana. Gede Loka pun pernah menghuni sel tahanan Lapas Kerobokan tahun 2015 karena terjerat kasus curat dan narkoba. Saat itu ia divonis tiga tahun penjara. Ia kembali ditangkap Rabu (24/4) pukul 19.00 di daerah Kebo Iwa, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat.

 

“Dari keterangan pelaku Loka, ia melakukan pencurian di TKP Kebo Iwa Utara bersama-sama dengan Heri dan Mail. Keduanya berasal dari Banyumas Jawa Tengah,” ujarnya.

 

Tersangka lain adalah Anas Farid, 33, asal Banyuwangi Jawa Timur, Slamet Riyanto alias Mamek, 33, asal Purbalingga Jawa Tengah, Muhammad Patluhum Jali alias Pongek, 21, asal Sesetan dan Sutrisno alias Ngapak, 30, asal Purwokerto Jawa Tengah, juga seorang DPO Yanto alias Mail.

 

Penangkapan jamaah curat ini berawal dari laporan korban Gede Suardana bernomor  LP-B/360/III/2019/Bali/Resta Dps, tertanggal 29 Maret 2019. Korban mengaku kehilangan 10 unit laptop, di antaranya  merek HP sebanyak 4 buah, Acer 2 buah, Compaq 3 buah dan Asus. Tiga unit handphone merek Xiomi, Asus dan nokia. Empat unit printer merek Epson, HP dan Cannon, serta beberapa asesoris handphone dan laptop dengan kerugian ditaksir Rp 40 juta. Semua barang tersebut diletakkan di toko miliknya, Speed Up Computer, Jalan Kebo Iwa Utara. 

 

“Pelaku masuk dengan cara memotong gembok rolling door dan mencongkel rolling door,” ucapnya.

 

Hasil introgasi terhadap para pelaku, sebelum beraksi, Kamis (28/3) pukul 16.00, ketiga pelaku  yakni Heri, Yanto dan Loka berkumpul di Jalan Cargo Denpasar untuk merencanakan pencurian. Dengan mengendarai Agya putih, pelaku melakukan survey dengan mencari sasaran di daerah Kebo Iwa Utara, Padangsambian Kaja, Denpasar.

 

Saat itu pelaku mendapatkan sasaran, yakni TKP Toko Speed Up Computer. Aksi tersebut kemudian dilancarkan Jumat (29/3) pukul 01.30. “Pelaku Heri dan Yanto menyiapkan gunting besar dan sebuah linggis yang kemudian dimasukkan dalam mobil,” ucapnya.

 

Pelaku kemudian berangkat ke TKP, sementara I Gede Loka sudah menunggu di TKP.  Ketiga pelaku lalu memotong kunci gembok pintu rolling door dengan menggunakan gunting, kemudian mencongkel pintu rolling door dengan menggunakan linggis dan mengambil barang-barang korban. Pada Sabtu (30/3) pelaku mengepak barang-barang hasil kejahatan, untuk dikirim kepada pemesan Abing di Jakarta yang sudah melakukan pembayaran sebesar Rp 10 juta.

 

Barang-barang tersebut dikirim ke Jakarta melalui jasa pengiriman barang Bus Kramat Jati Denpasar yang ditujukan kepada Abing dengan menggunakan alamat Afrizal Pondok Pinang Jakarta.

 

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap penadah barang curian ini yang ada di Jakarta. Para pelaku merupakan jaringan Sumatera-Jawa-Bali bergabung jadi satu. Pekerjaannya ada yang gojek dan sekuriti. Dan hasilnya digunakan sehari-hari,” imbuhnya.

 

Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya gunting besi dan sebuah linggis. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh  tahun penjara.


Most Read

Artikel Terbaru

/