alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Kapolresta Bentuk Tim Khusus Ungkap Pelaku Penodongan

BALI EXPRESS, DENPASAR – Polisi langsung bergerak cepat dengan membentuk tim khusus untuk mengungkap pelaku penodongan di dua tempat berbeda dalam sehari. Kasus penodongan itu terjadi di wilayah hukum Polresta Denpasar pada Minggu (5/5). Hal tersebut disampaikan Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan.  

 

“Mengungkap pelaku penodongan itu, kami sudah bentuk tim khusus untuk mengejar pelaku. Kami akan menindak tegas pelakunya,” ujarnya.

 

Meski saat beraksi pelaku menutup wajahnya dan memakai jaket, pihaknya telah mengantongi ciri-ciri pelaku dari tinggi badan, bentuk badan dan cara jalannya. Bahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan Polsek Kuta Utara, lantaran sebelum kejadian di Kimia Farma di Jalan Teuku Umar dan di sebuah Circle K di wilayah Kuta, kejadian serupa juga terjadi di sejumlah mini maret 24 jam di wilayah Kuta Utara.

 

“Meski pelaku menutup wajahnya, kami sudah mengantongi ciri-ciri fisiknya. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polsek Kuta Utara,” katanya.

 

Asksi penodongan pertama terjadi di Apotek Kimia Farma di Jalan Teuku Umar Nomor 246 Denpasar Barat pukul 01.20. Seorang pria menggunakan diduga senjata api jenis pistol, menodong kasir Agus Adiyasa, 29, yang saat itu sedang berjaga.

 

Namun pria asal Tabanan ini berhasil menggagalkan aksi tersebut dengan balik menantang pelaku dan sambil berteriak minta tolong kepada rekannya Gede Dwi Putra, 45, yang berada di dalam ruangan. Saat Gede keluar, pelaku langsung jalan mundur lalu pergi sehingga tidak mengambil atau mendapatkan barang apa pun.

 

Sementara itu, selang beberapa menit pasca kejadian tersebut, aksi penodongan juga terjadi di sebuah Circle K di Jalan Sunset Road Kuta. Meski modusnya sama, pelaku yang beraksi di dua tempat itu punya perbedaan ciri-ciri penampilan. Dari CCTV terlihat wajah pelaku tertutup. Pelaku memakai jaket warna gelap dan helm hitam serta menggunakan masker.

 

Bedanya, di apotek pelaku gagal membawa hasilnya karena karyawan berusaha melawan, sedangkan yang di Circle K, pelaku berhasil menggasak uang sebesar Rp1,1 juta. “Dugaan mereka satu jaringan,” ujar Ruddi.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Polisi langsung bergerak cepat dengan membentuk tim khusus untuk mengungkap pelaku penodongan di dua tempat berbeda dalam sehari. Kasus penodongan itu terjadi di wilayah hukum Polresta Denpasar pada Minggu (5/5). Hal tersebut disampaikan Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan.  

 

“Mengungkap pelaku penodongan itu, kami sudah bentuk tim khusus untuk mengejar pelaku. Kami akan menindak tegas pelakunya,” ujarnya.

 

Meski saat beraksi pelaku menutup wajahnya dan memakai jaket, pihaknya telah mengantongi ciri-ciri pelaku dari tinggi badan, bentuk badan dan cara jalannya. Bahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan Polsek Kuta Utara, lantaran sebelum kejadian di Kimia Farma di Jalan Teuku Umar dan di sebuah Circle K di wilayah Kuta, kejadian serupa juga terjadi di sejumlah mini maret 24 jam di wilayah Kuta Utara.

 

“Meski pelaku menutup wajahnya, kami sudah mengantongi ciri-ciri fisiknya. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polsek Kuta Utara,” katanya.

 

Asksi penodongan pertama terjadi di Apotek Kimia Farma di Jalan Teuku Umar Nomor 246 Denpasar Barat pukul 01.20. Seorang pria menggunakan diduga senjata api jenis pistol, menodong kasir Agus Adiyasa, 29, yang saat itu sedang berjaga.

 

Namun pria asal Tabanan ini berhasil menggagalkan aksi tersebut dengan balik menantang pelaku dan sambil berteriak minta tolong kepada rekannya Gede Dwi Putra, 45, yang berada di dalam ruangan. Saat Gede keluar, pelaku langsung jalan mundur lalu pergi sehingga tidak mengambil atau mendapatkan barang apa pun.

 

Sementara itu, selang beberapa menit pasca kejadian tersebut, aksi penodongan juga terjadi di sebuah Circle K di Jalan Sunset Road Kuta. Meski modusnya sama, pelaku yang beraksi di dua tempat itu punya perbedaan ciri-ciri penampilan. Dari CCTV terlihat wajah pelaku tertutup. Pelaku memakai jaket warna gelap dan helm hitam serta menggunakan masker.

 

Bedanya, di apotek pelaku gagal membawa hasilnya karena karyawan berusaha melawan, sedangkan yang di Circle K, pelaku berhasil menggasak uang sebesar Rp1,1 juta. “Dugaan mereka satu jaringan,” ujar Ruddi.


Most Read

Artikel Terbaru

/