alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Puncak Arus Balik, Diperkirakan Ada 20.000 Orang Tinggalkan Bali Via Udara

BADUNG, BALI EXPRESS – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, memperkirakan pada Minggu (8/5) merupakan puncak arus balik libur Lebaran 2022 untuk angkutan udara. Berdasarkan planning pax yang dibuat, terhitung akan ada sekitar 16.000 penumpang keberangkatn domestik, namun melihat kondisi di lapangan pihak Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memperkirakan ada sekitar 20.000 penumpang keberangkatan domestik di hari terakhir libur Lebaran 2022. Hal ini disampaikan Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira saat ditemui di lokasi.

 

Adanya kenaikan penumpang keberangkatan domestik pun sudah bisa dilihat sejak H+1 Lebaran atau pada Rabu (4/5) lalu yang tercatat sebanyak 13.942 penumpang keberangkatan domestik. Kemudian disusul pada Kamis (5/5) dengan jumlah 17.235 penumpang, lalu pada Jumat (6/5) sebanyak 19.239 penumpang, dan sedikit menurun pada Sabtu (7/5) yakni 18.135 penumpang.

 

“Untuk dominasi tujuan keberangkatan yakni ke Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Jogja,” sebut Taufan.

 

Sedangkan untuk penumpang kedatangan, pada Minggu (1/5) lalu yakni dari 18.594 penumpang kedatangan domestik, hingga Sabtu (7/5) menjadi 10.222 penumpang.

 

Sementara itu, mitigasi yang dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi serta mengurai kemacetan di bandara, pihaknya menyediakan dua drop zone yakni drop zone dekat Terminal Keberangkatan Domestik dan drop zone yang ada di parkir premium bandara.

 

“Jadi untuk mengurangi penumpukan, kami memberlakukan drop zone agar kendaraan tidak terlalu macet. Di dalam terminal sendiri sudah berjalan normal,” ungkapnya.

 

Diakui Taufan, jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu, pertumbuhan penumpang cukup tinggi yakni berada di kisaran 1.000-2.000 penumpang. “Ini cukup tinggi dibandingkan tahun lalu karena cukup banyak pembatasan, jadi memang saat ini sudah ada regulasi yang diperingankan dan pemerintah juga mengizinkan untuk melakukan perjalanan mudik,” katanya.

 

Salah seorang penumpang dari Bekasi, Diana, 24, mengungkapkan selama di Bali ia menghabiskan waktunya di Nusa Penida, Ubud, dan Bedugul selama 6 hari. Ia sengaja berangkat di akhir pekan lantaran pekiraannya kembali di akhir pekan tidak terlalu padat. “Saya sudah antisipasi, tidak terlalu padat cuma lebih ke prokesnya aja yang diperketat,” katanya.

 

Penumpang lainnya asal Surabaya, Nuri, 28, mengatakan, suasana arus balik di Bali padat karena jalan dari sebelum Bandara sudah macet. Ia bahkan mesti berangkat dari pukul 14.00 Wita. “Untuk penaruhan bagasi saja sampai 1 jam nunggu biar masukin bagasi. Jadi, benar-benar padat daripada biasanya,” katanya.

 

Ia yang menghabiskan liburannya di Gilimanuk dan Kintamani ini mengatakan kali ini merupakan perjalanan liburannya yang terpanjang. Kendati demikin, ia cukup menikmatinya.






Reporter: Rika Riyanti

BADUNG, BALI EXPRESS – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, memperkirakan pada Minggu (8/5) merupakan puncak arus balik libur Lebaran 2022 untuk angkutan udara. Berdasarkan planning pax yang dibuat, terhitung akan ada sekitar 16.000 penumpang keberangkatn domestik, namun melihat kondisi di lapangan pihak Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memperkirakan ada sekitar 20.000 penumpang keberangkatan domestik di hari terakhir libur Lebaran 2022. Hal ini disampaikan Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira saat ditemui di lokasi.

 

Adanya kenaikan penumpang keberangkatan domestik pun sudah bisa dilihat sejak H+1 Lebaran atau pada Rabu (4/5) lalu yang tercatat sebanyak 13.942 penumpang keberangkatan domestik. Kemudian disusul pada Kamis (5/5) dengan jumlah 17.235 penumpang, lalu pada Jumat (6/5) sebanyak 19.239 penumpang, dan sedikit menurun pada Sabtu (7/5) yakni 18.135 penumpang.

 

“Untuk dominasi tujuan keberangkatan yakni ke Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Jogja,” sebut Taufan.

 

Sedangkan untuk penumpang kedatangan, pada Minggu (1/5) lalu yakni dari 18.594 penumpang kedatangan domestik, hingga Sabtu (7/5) menjadi 10.222 penumpang.

 

Sementara itu, mitigasi yang dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi serta mengurai kemacetan di bandara, pihaknya menyediakan dua drop zone yakni drop zone dekat Terminal Keberangkatan Domestik dan drop zone yang ada di parkir premium bandara.

 

“Jadi untuk mengurangi penumpukan, kami memberlakukan drop zone agar kendaraan tidak terlalu macet. Di dalam terminal sendiri sudah berjalan normal,” ungkapnya.

 

Diakui Taufan, jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu, pertumbuhan penumpang cukup tinggi yakni berada di kisaran 1.000-2.000 penumpang. “Ini cukup tinggi dibandingkan tahun lalu karena cukup banyak pembatasan, jadi memang saat ini sudah ada regulasi yang diperingankan dan pemerintah juga mengizinkan untuk melakukan perjalanan mudik,” katanya.

 

Salah seorang penumpang dari Bekasi, Diana, 24, mengungkapkan selama di Bali ia menghabiskan waktunya di Nusa Penida, Ubud, dan Bedugul selama 6 hari. Ia sengaja berangkat di akhir pekan lantaran pekiraannya kembali di akhir pekan tidak terlalu padat. “Saya sudah antisipasi, tidak terlalu padat cuma lebih ke prokesnya aja yang diperketat,” katanya.

 

Penumpang lainnya asal Surabaya, Nuri, 28, mengatakan, suasana arus balik di Bali padat karena jalan dari sebelum Bandara sudah macet. Ia bahkan mesti berangkat dari pukul 14.00 Wita. “Untuk penaruhan bagasi saja sampai 1 jam nunggu biar masukin bagasi. Jadi, benar-benar padat daripada biasanya,” katanya.

 

Ia yang menghabiskan liburannya di Gilimanuk dan Kintamani ini mengatakan kali ini merupakan perjalanan liburannya yang terpanjang. Kendati demikin, ia cukup menikmatinya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/