alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Diskes Bangli Tindak Lanjuti Komitmen Bupati, Soal Tenaga Kontrak

BANGLI, BALI EXPRESS – Komitmen Bupati Bangli I Made Gianyar mengangkat pengabdi kesehatan di puskesmas  menjadi tenaga kontrak, ditindaklanjuti Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli. Dinas setempat mengusulkan honor tenaga kontrak pada APBD Perubahan 2020. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bangli dr. I Nengah Nadi, Rabu (8/7).

Hanya saja, Nadi belum bisa memastikan kebutuhan anggaran yang akan diusulkan. Sebab pengangkatan belum dilakukan. Saat ini, pihaknya masih proses pendataan bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bangli terkait tenaga pengabdi yang akan diangkat. “Nanti bupati mengeluarkan SK (surat keputusan). Berapa diangkat,” ujar Nadi.

Pengangkatan tenaga kontrak juga mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Seperti disampaikan Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar belum lama ini, pengangkatan tenaga pengabdi menjadi tenaga kontrak memang merupakan hak bupati. Namun perlu diingat pula, bulanan setelah terbitnya SK tenaga kontrak harus melewati proses pembahasan dengan DPRD. Jangan sampai, pesan Diar, setelah mendapat SK malah bermasalah dengan pendapatan. Dengan demikian, sebelum mengeluarkan SK pengangkatan tenaga kontrak, harus benar-benar cermat menghitung kebutuhan anggaran untuk honornya.

Sekadar mengingatkan, bupati berencana mengangkat pengabdi tenaga kesehatan menjadi tenaga kontrak. Hal itu disampaikannya saat menerima perwakilan pengabdi tenaga kesehatan di rumah jabatan Senin (15/6). Gianyar menilai para pengabdi tersebut telah meluangkan waktunya bekerja dengan pendapatan yang tak seberapa. Bupati menugaskan BKD  mendata tenaga pengabdi yang layak diangkat jadi tenaga kontrak. Bupati berkeinginan besaran honor tenaga kontrak sesuai upah minimum kabupaten (UMK).

Hingga saat ini tercatat 107 orang pengabdi kesehatan, terdiri dari 68 bidan, 30 perawat, tiga analisis kesehatan, satu ahli gizi, satu management rumah sakit, satu keperawatan gigi, satu tenaga lulusan SMA dan dua orang lulusan SMK Kesehatan. Mereka tersebar di sejumlah puskesmas.


BANGLI, BALI EXPRESS – Komitmen Bupati Bangli I Made Gianyar mengangkat pengabdi kesehatan di puskesmas  menjadi tenaga kontrak, ditindaklanjuti Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli. Dinas setempat mengusulkan honor tenaga kontrak pada APBD Perubahan 2020. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bangli dr. I Nengah Nadi, Rabu (8/7).

Hanya saja, Nadi belum bisa memastikan kebutuhan anggaran yang akan diusulkan. Sebab pengangkatan belum dilakukan. Saat ini, pihaknya masih proses pendataan bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bangli terkait tenaga pengabdi yang akan diangkat. “Nanti bupati mengeluarkan SK (surat keputusan). Berapa diangkat,” ujar Nadi.

Pengangkatan tenaga kontrak juga mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Seperti disampaikan Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar belum lama ini, pengangkatan tenaga pengabdi menjadi tenaga kontrak memang merupakan hak bupati. Namun perlu diingat pula, bulanan setelah terbitnya SK tenaga kontrak harus melewati proses pembahasan dengan DPRD. Jangan sampai, pesan Diar, setelah mendapat SK malah bermasalah dengan pendapatan. Dengan demikian, sebelum mengeluarkan SK pengangkatan tenaga kontrak, harus benar-benar cermat menghitung kebutuhan anggaran untuk honornya.

Sekadar mengingatkan, bupati berencana mengangkat pengabdi tenaga kesehatan menjadi tenaga kontrak. Hal itu disampaikannya saat menerima perwakilan pengabdi tenaga kesehatan di rumah jabatan Senin (15/6). Gianyar menilai para pengabdi tersebut telah meluangkan waktunya bekerja dengan pendapatan yang tak seberapa. Bupati menugaskan BKD  mendata tenaga pengabdi yang layak diangkat jadi tenaga kontrak. Bupati berkeinginan besaran honor tenaga kontrak sesuai upah minimum kabupaten (UMK).

Hingga saat ini tercatat 107 orang pengabdi kesehatan, terdiri dari 68 bidan, 30 perawat, tiga analisis kesehatan, satu ahli gizi, satu management rumah sakit, satu keperawatan gigi, satu tenaga lulusan SMA dan dua orang lulusan SMK Kesehatan. Mereka tersebar di sejumlah puskesmas.


Most Read

Artikel Terbaru

/