alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Pasar Seni dan Pantai Kuta Dibuka, Jadwal Toko Bergilir

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Memasuki kenormalan baru, Kuta kembali menggeliat. Hal itu ditandai dengan pembukaan pasar seni dan pantai yang diagendakan mulai, Kamis (9/7).

Salah satu pedagang di Pasar Seni Kuta, Ni Luh Anggraeni mengatakan, pihak desa adat sudah mengatur toko buka secara bergiliran, sesuai nomor toko. Toko yang bernomor ganjil akan buka pada tanggal ganjil. Sedangkan yang bernomor genap, buka pada tanggal genap. “Selain itu diimbau pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan memakai hand sanitizer,” jelasnya.

Ia pun menanggapi dengan antusias dibukanya pasar seni. Sebab akan kembali menghidupkan roda perekonomian masyarakat, meski ia belum tahu akan ada pembeli atau tidak di tengah situasi saat ini. “Kalau ada customer syukur, kalau tidak, tidak apa,” katanya sembari bersih-bersih menjelang buka.

Anggraeni mengaku, toko miliknya sudah tutup sekitar empat bulan. Selama itu, pemasukan dari toko otomatis ikut terhenti. Memang ia mengakui ada bantuan dari pemerintah, namun ia lebih berharap situasi segera normal. “Harapan saya, pariwisata kembali normal dan turis-turis datang ke sini, sehingga perekonomian kembali membaik,” ujarnya yang berjualan sejak 1998 silam.

Penerapan buka secara bergiliran dibenarkan Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista. Menurutnya, tiap toko sudah memiliki nomor dan buka secara bergiliran sesuai tanggal ganjil atau genap. “Besok (Kamis, Red) kan tanggal 9, jadi yang buka toko adalah yang nomor ganjil. Lalu tanggal 10 yang bernomor genap, begitu seterusnya,” ungkapnya.

Di samping itu, diterapkan pula protokol kesehatan mulai pintu masuk pasar. “Nanti di pintu masuk pasar juga akan ada pengecekan suhu tubuh, cuci tangan, dan kewajiban memakai masker, baik pengunjung maupun pedagang,” jelasnya seraya mengatakan, ada 204 pedagang di pasar seni tersebut.

Selain pasar seni, pihaknya juga telah menyiapkan pembukaan akses ke Pantai Kuta. Ada empat pintu yang dibuka. Masing-masing pintu akan dijaga petugas untuk menerapkan protokol kesehatan. Dinas Pariwisata Badung juga telah melakukan verifikasi.

“Namun pedagang yang di pantai belum (diperbolehkan berdagang). Baru pasar seni saja, untuk memudahkan pengawasan. Selain itu kan juga sedang ada penataan oleh Bapak Bupati,” terangnya.

Wasista pun mengingatkan masyarakat dan pengunjung di pasar seni maupun pantai untuk mematuhi protokol kesehatan. “Harapan kita semua tentu virus ini segera hilang dan pariwisata kembali normal, karena kita daerah yang bergantung dari pariwisata,” tandasnya.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Memasuki kenormalan baru, Kuta kembali menggeliat. Hal itu ditandai dengan pembukaan pasar seni dan pantai yang diagendakan mulai, Kamis (9/7).

Salah satu pedagang di Pasar Seni Kuta, Ni Luh Anggraeni mengatakan, pihak desa adat sudah mengatur toko buka secara bergiliran, sesuai nomor toko. Toko yang bernomor ganjil akan buka pada tanggal ganjil. Sedangkan yang bernomor genap, buka pada tanggal genap. “Selain itu diimbau pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan memakai hand sanitizer,” jelasnya.

Ia pun menanggapi dengan antusias dibukanya pasar seni. Sebab akan kembali menghidupkan roda perekonomian masyarakat, meski ia belum tahu akan ada pembeli atau tidak di tengah situasi saat ini. “Kalau ada customer syukur, kalau tidak, tidak apa,” katanya sembari bersih-bersih menjelang buka.

Anggraeni mengaku, toko miliknya sudah tutup sekitar empat bulan. Selama itu, pemasukan dari toko otomatis ikut terhenti. Memang ia mengakui ada bantuan dari pemerintah, namun ia lebih berharap situasi segera normal. “Harapan saya, pariwisata kembali normal dan turis-turis datang ke sini, sehingga perekonomian kembali membaik,” ujarnya yang berjualan sejak 1998 silam.

Penerapan buka secara bergiliran dibenarkan Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista. Menurutnya, tiap toko sudah memiliki nomor dan buka secara bergiliran sesuai tanggal ganjil atau genap. “Besok (Kamis, Red) kan tanggal 9, jadi yang buka toko adalah yang nomor ganjil. Lalu tanggal 10 yang bernomor genap, begitu seterusnya,” ungkapnya.

Di samping itu, diterapkan pula protokol kesehatan mulai pintu masuk pasar. “Nanti di pintu masuk pasar juga akan ada pengecekan suhu tubuh, cuci tangan, dan kewajiban memakai masker, baik pengunjung maupun pedagang,” jelasnya seraya mengatakan, ada 204 pedagang di pasar seni tersebut.

Selain pasar seni, pihaknya juga telah menyiapkan pembukaan akses ke Pantai Kuta. Ada empat pintu yang dibuka. Masing-masing pintu akan dijaga petugas untuk menerapkan protokol kesehatan. Dinas Pariwisata Badung juga telah melakukan verifikasi.

“Namun pedagang yang di pantai belum (diperbolehkan berdagang). Baru pasar seni saja, untuk memudahkan pengawasan. Selain itu kan juga sedang ada penataan oleh Bapak Bupati,” terangnya.

Wasista pun mengingatkan masyarakat dan pengunjung di pasar seni maupun pantai untuk mematuhi protokol kesehatan. “Harapan kita semua tentu virus ini segera hilang dan pariwisata kembali normal, karena kita daerah yang bergantung dari pariwisata,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/