alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Songsong New Normal, Baru 9 Usaha Pariwisata Ajukan Sertifikasi

GIANYAR, BALI EXPRESS – Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar terus mempersiapkan tatanan hidup baru di bidang pariwisata. Agar bisa beroperasi di tatanan New Normal, pemilik usaha pariwisata pun diharapkan mengajukan sertifikasi supaya bisa menerima wisatawan domestik maupun mancanegara.

Diminta konfirmasi,  Kadis Pariwisata Gianyar, AA Gede Putrawan menyebut, baru sembilan usaha pariwisata yang mengajukan sertifikasi. “Satu usaha yang telah terverifikasi adalah Bali Safari and Marine Park.  Yang lainnya sedang dalam proses verifikasi,” jelasnya, Rabu (8/7).

Sementara Monkey Forest Ubud dan Pura Tirta Empul, Tampaksiring, memang dijadikan pilot projek sehingga kedua objek tersebut paling pertama siap dalam tatanan New Normal. “Di luar Monkey Forest dan Tirta Empul, baru satu yang sudah kami verifikasi, yaitu Bali Safari. Dan sudah kami serahkan sertifikasinya,” sambungnya.

Agung Putrawan menyampaikan, usaha lain yang mengajukan sertifikasi melalui email adalah  Bali Zoo, Taman Nusa, Beingsattvaa Retreat, Gunung Merta Bungalow, Green Bird Villa, Sanctoo Suites and Villa, Aksari Resort Ubud dan Bali Bird Park. “Untuk Bali Zoo dan Taman Nusa besok kami verifikasi,” bebernya.

Ia mengatakan, verifikasi meliputi kesiapan pelaku usaha menjalankan protokol kesehatan, kesiapan SDM di tempat usaha terkait protokol kesehatan, dan fasilitas protokol kesehatan yang ada. Menurutnya, masih banyak usaha pariwisata yang belum mengajukan sertifikasi, baik hotel, restoran dan usaha pariwisata lainnya.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Gianyar telah meninjau langsung dua obyek wisata yang dijadikan pilot projek. Tempat wisata tersebut adalah Monkey Forest dan Tirta Empul.

Dua tempat wisata itu pun memiliki daya tampung yang luas sehingga mampu menerapkan sosial distancing. Selain itu, pengelolanya juga sudah diberikan pembekalan dan fasilitas protokol kesehatan.

“Intinya Gianyar sudah siap. Walau sudah boleh beroperasi, daya tampung harus dibatasi sampai 50% dari keadaan normal,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar terus mempersiapkan tatanan hidup baru di bidang pariwisata. Agar bisa beroperasi di tatanan New Normal, pemilik usaha pariwisata pun diharapkan mengajukan sertifikasi supaya bisa menerima wisatawan domestik maupun mancanegara.

Diminta konfirmasi,  Kadis Pariwisata Gianyar, AA Gede Putrawan menyebut, baru sembilan usaha pariwisata yang mengajukan sertifikasi. “Satu usaha yang telah terverifikasi adalah Bali Safari and Marine Park.  Yang lainnya sedang dalam proses verifikasi,” jelasnya, Rabu (8/7).

Sementara Monkey Forest Ubud dan Pura Tirta Empul, Tampaksiring, memang dijadikan pilot projek sehingga kedua objek tersebut paling pertama siap dalam tatanan New Normal. “Di luar Monkey Forest dan Tirta Empul, baru satu yang sudah kami verifikasi, yaitu Bali Safari. Dan sudah kami serahkan sertifikasinya,” sambungnya.

Agung Putrawan menyampaikan, usaha lain yang mengajukan sertifikasi melalui email adalah  Bali Zoo, Taman Nusa, Beingsattvaa Retreat, Gunung Merta Bungalow, Green Bird Villa, Sanctoo Suites and Villa, Aksari Resort Ubud dan Bali Bird Park. “Untuk Bali Zoo dan Taman Nusa besok kami verifikasi,” bebernya.

Ia mengatakan, verifikasi meliputi kesiapan pelaku usaha menjalankan protokol kesehatan, kesiapan SDM di tempat usaha terkait protokol kesehatan, dan fasilitas protokol kesehatan yang ada. Menurutnya, masih banyak usaha pariwisata yang belum mengajukan sertifikasi, baik hotel, restoran dan usaha pariwisata lainnya.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Gianyar telah meninjau langsung dua obyek wisata yang dijadikan pilot projek. Tempat wisata tersebut adalah Monkey Forest dan Tirta Empul.

Dua tempat wisata itu pun memiliki daya tampung yang luas sehingga mampu menerapkan sosial distancing. Selain itu, pengelolanya juga sudah diberikan pembekalan dan fasilitas protokol kesehatan.

“Intinya Gianyar sudah siap. Walau sudah boleh beroperasi, daya tampung harus dibatasi sampai 50% dari keadaan normal,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/