alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Lima Hari Penyekatan, 200 Kendaraan Diputar Balik

TABANAN, BALI EXPRESS – Penyekatan kian gencar dilakukan di Kabupaten Tabanan. Baik pergerakan warga dari dan keluar Tabanan.

Bahkan, selama lima hari dilaksanakan, berbarengan dengan dimulainya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah ada 200 kendaraan yang diputarbalikkan.

Paling banyak kendaraan roda dua, yakni 142 unit. Kemudian mobil penumpang sebanyak 43 unit. Dan mobil barang sebanyak 15 unit.

Jumlah tersebut dari 2.578 kendaraan roda dua dan roda empat yang diperiksa selama dimulainya penyekatan sampai dengan Kamis (8/7).

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Tabanan Kompol I Nengah Sudiarta menyebutkan, secara umum pergerakan arus lalu lintas sejak diberlakukannya PPKM Darurat terhitung masih tinggi.

“Masih padat. Makanya kami berupaya untuk menguranginya lewat penyekatan. Khususnya pergerakan masyarakat dari sektor nonesensial. Baik antarkabupaten maupun lokal (Tabanan),” sebutnya.

Sejauh ini, sambung dia, kegiatan penyekatan berlangsung siang dan malam hari. Siangnya di Pos Polisi Adipura. Malam harinya di sepanjang Jalan Pahlawan.

Tim pelaksananya gabungan dari beberapa unsur yang tergabung ke dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Tabanan.

Mulai dari Polres Tabanan, Kodim 1619/Tabanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Dinas Perhubungan (Dishub). Selain penyekatan, razia protokol kesehatan juga rutin lagi dilakukan. Saban malam.

Berdasarkan data dari Satpol PP, sejak Minggu (4/7) sudah 12 orang didenda karena kedapatan tidak menggunakan masker. Kemudian 160 orang memperoleh pembinaan. Serta 17 pengelola tempat usaha dipanggil untuk membuat surat pernyataan akan melengkapi tempat usahanya dengan sarana protokol kesehatan, dan membatasi jam operasionalnya.

“Masih banyak kami temukan pelanggaran. Meskipun tidak seperti di awal-awal. Seperti tidak menggunakan masker. Tapi yang agak krusial itu, banyak warung atau rumah makan yang melayani makan di tempat. Ini berisiko menimbulkan kerumunan,” sebutnya.

Penindakan, kata dia, mengacu kepada Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2020. Sehingga penerapan sanksi denda diberlakukan bagi mereka yang kedapatan tidak menggunakan masker. Serta yang tidak menyediakan sarana penunjang protokol kesehatan bagi tempat usaha. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Penyekatan kian gencar dilakukan di Kabupaten Tabanan. Baik pergerakan warga dari dan keluar Tabanan.

Bahkan, selama lima hari dilaksanakan, berbarengan dengan dimulainya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah ada 200 kendaraan yang diputarbalikkan.

Paling banyak kendaraan roda dua, yakni 142 unit. Kemudian mobil penumpang sebanyak 43 unit. Dan mobil barang sebanyak 15 unit.

Jumlah tersebut dari 2.578 kendaraan roda dua dan roda empat yang diperiksa selama dimulainya penyekatan sampai dengan Kamis (8/7).

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Tabanan Kompol I Nengah Sudiarta menyebutkan, secara umum pergerakan arus lalu lintas sejak diberlakukannya PPKM Darurat terhitung masih tinggi.

“Masih padat. Makanya kami berupaya untuk menguranginya lewat penyekatan. Khususnya pergerakan masyarakat dari sektor nonesensial. Baik antarkabupaten maupun lokal (Tabanan),” sebutnya.

Sejauh ini, sambung dia, kegiatan penyekatan berlangsung siang dan malam hari. Siangnya di Pos Polisi Adipura. Malam harinya di sepanjang Jalan Pahlawan.

Tim pelaksananya gabungan dari beberapa unsur yang tergabung ke dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Tabanan.

Mulai dari Polres Tabanan, Kodim 1619/Tabanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Dinas Perhubungan (Dishub). Selain penyekatan, razia protokol kesehatan juga rutin lagi dilakukan. Saban malam.

Berdasarkan data dari Satpol PP, sejak Minggu (4/7) sudah 12 orang didenda karena kedapatan tidak menggunakan masker. Kemudian 160 orang memperoleh pembinaan. Serta 17 pengelola tempat usaha dipanggil untuk membuat surat pernyataan akan melengkapi tempat usahanya dengan sarana protokol kesehatan, dan membatasi jam operasionalnya.

“Masih banyak kami temukan pelanggaran. Meskipun tidak seperti di awal-awal. Seperti tidak menggunakan masker. Tapi yang agak krusial itu, banyak warung atau rumah makan yang melayani makan di tempat. Ini berisiko menimbulkan kerumunan,” sebutnya.

Penindakan, kata dia, mengacu kepada Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2020. Sehingga penerapan sanksi denda diberlakukan bagi mereka yang kedapatan tidak menggunakan masker. Serta yang tidak menyediakan sarana penunjang protokol kesehatan bagi tempat usaha. 


Most Read

Artikel Terbaru

/