alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

PINSAR Bali Harap Pemerintah Perhatikan Peternak Mandiri

DENPASAR, BALI EXPRESS – Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Bali berharap pemerintah berpihak terhadap peternak mandiri menjelang Presidensi G20 di Bali.

 

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Bali, I Wayan Sukasana, saat ditemui oleh Panit V Subdit 2 Ditintelkam Polda Bali Iptu I Ketut Widana, Jumat (8/7). Menurutnya melambungnya harga pakan yang tak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh mengancam keberlangsungan petenak ayam daging (broiler) mandiri dan peternak ayam petelur di Bali.

 

Dimana para peternak mandiri sempat mendongkel perusahaan penjual pakan terkait harga pakan yang mahal dan menjual bibit dengan harga paling mahal. “Sebelumnya kami juga dikomplain dalam mendapatkan bibit, dimana perusahaan menaikan harga pada saat penerimaan bibit,” ujarnya.

Baca Juga :  Kayu Dimakan Rayap, Plafon SDN 4 Penebel Jebol

 

Disamping itu, dirinya berharap pemerintah memperhatikan para peternak mandiri, dikarenakan populasi ayam Bali saat ini bisa memenuhi keturuhan ayam di Bali. “Kebutuhan Bali saat ini akan ayam potong mencapai 160 ribu ekor dan kalau normal mencapai 200 ribu perhari,” imbuhnya.

 

Ia juga berharap dapat bertemu Gubernur Bali, yang mana pihaknya sebagai peternak wajib memberikan informasi mengenai keadaan para peternak yang ada di Bali kepada pemerintah. Adapun permasalahan yang dimaksud adalah mudahnya daging ayam peternak dari luar Bali (Jawa) yang masuk. Padahal kualitas dari daging tersebut tak diketahui dengan jelas. “Kemudian pangsa pasar bagi peternak lokal diambil mengingat Bali menjadi pangsa pasar dari peternak luar Bali,” sambungnya.

Baca Juga :  Mobil Box Oleng, Laka Beruntun di Jalur Shortcut, 5 Luka

 

Tak lupa juga dirinya juga menyampaikan dengan telah dibukanya keran pariwisata  dan konferensi Internasional di Bali,  diharapkan mampu membangkitkan perekonomian rakyat pasca Covid-19. “PINSAR Bali sangat mendukung kegiatan tersebut, dikarenakan dengan adanya Konfrensi Internasional seperti G20, akan membuka peluang adanya penambahan permintaan ayam potong maupun telur dari pihak hotel maupun restoran,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Bali berharap pemerintah berpihak terhadap peternak mandiri menjelang Presidensi G20 di Bali.

 

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Bali, I Wayan Sukasana, saat ditemui oleh Panit V Subdit 2 Ditintelkam Polda Bali Iptu I Ketut Widana, Jumat (8/7). Menurutnya melambungnya harga pakan yang tak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh mengancam keberlangsungan petenak ayam daging (broiler) mandiri dan peternak ayam petelur di Bali.

 

Dimana para peternak mandiri sempat mendongkel perusahaan penjual pakan terkait harga pakan yang mahal dan menjual bibit dengan harga paling mahal. “Sebelumnya kami juga dikomplain dalam mendapatkan bibit, dimana perusahaan menaikan harga pada saat penerimaan bibit,” ujarnya.

Baca Juga :  Lakukan Penyekatan, Polres Gianyar Minta Pemudik Putar Balik

 

Disamping itu, dirinya berharap pemerintah memperhatikan para peternak mandiri, dikarenakan populasi ayam Bali saat ini bisa memenuhi keturuhan ayam di Bali. “Kebutuhan Bali saat ini akan ayam potong mencapai 160 ribu ekor dan kalau normal mencapai 200 ribu perhari,” imbuhnya.

 

Ia juga berharap dapat bertemu Gubernur Bali, yang mana pihaknya sebagai peternak wajib memberikan informasi mengenai keadaan para peternak yang ada di Bali kepada pemerintah. Adapun permasalahan yang dimaksud adalah mudahnya daging ayam peternak dari luar Bali (Jawa) yang masuk. Padahal kualitas dari daging tersebut tak diketahui dengan jelas. “Kemudian pangsa pasar bagi peternak lokal diambil mengingat Bali menjadi pangsa pasar dari peternak luar Bali,” sambungnya.

Baca Juga :  Intelkam Polda Beri Bantuan Subak Terdampak Rencana Tol Gilimanuk-Mengwi

 

Tak lupa juga dirinya juga menyampaikan dengan telah dibukanya keran pariwisata  dan konferensi Internasional di Bali,  diharapkan mampu membangkitkan perekonomian rakyat pasca Covid-19. “PINSAR Bali sangat mendukung kegiatan tersebut, dikarenakan dengan adanya Konfrensi Internasional seperti G20, akan membuka peluang adanya penambahan permintaan ayam potong maupun telur dari pihak hotel maupun restoran,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/