alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Sabu Dipasok Sang Ayu, Oknum PNS Klungkung Punya Pelanggan Tetap

BALI EXPRESS, SEMARAPURA – Polres Klungkung merilis tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang melibatkan oknum PNS Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, I Kadek Darmawan alias Pakeng,38, Kamis (8/8).

 

Kepada wartawan, pria asal Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung itu mengaku tak hanya memakai sabu sejak sekitar satu tahun lalu. Dia juga menjadi pengedar, dan punya pelanggan tetap di Nusa Penida sejak dua bulan lalu. “Jualan di sela-sela kerja,” ujar pegawai UPT Kebersihan Nusa Penida itu.

 

Dia menjual sabu untuk menambah penghasilan. Pakeng mendapat sabu dari Sang Ayu Made Noviani alias Novi, 23, asal Dusun Kuum, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Bangli. Novi juga telah ditangkap di tempat kosnya di Denpasar. Novi mendapat sabu dari kekasihnya Komang Sukartawan alias Mang Apel, 27, asal Desa Titab, Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Mang Apel juga ditangkap dan resmi tersangka.

Baca Juga :  Kabur Tabrak Perempuan, Dua Pengedar Sabu Ditembak, 1 Tewas

 

 “Penangkapan Novi dan Mang Apel merupakan hasil pengembangan dari tersangka Pakeng,” ungkap Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana.

Ia memaparkan, Pakeng ditangkap di sebuah bengkel motor di Jalan Raya Ped, Desa Ped pada Minggu (28/7). Hasil penggeledahan, polisi mengamankan 6 paket sabu yang disimpan di saku celananya. Kemudian polisi melakukan penggeledahan di rumahnya. Polisi kembali mendapat 3 paket sabu. Sehingga total sabu menjadi 3,31 gram.

 

Di rumah tersangka Kepeng juga diamankan timbangan digital dan alat isap yang disemunyikan di mesin cuci. “Dua hari setelahnya, pengembangan di Denpasar, daerah Sanur,” ujar Sudana didampingi Wakapolres Klungkung Kompol Ida Bagus Dedy Januartha, Kasat Resnarkoba AKP Dewa Gde Oka, dan Kasubag Humas AKP Putu Gede Ardana.

Di tempat tersebut polisi menangkap Novi karena sebagai pemasok sabu. Dari tempat kosnya di wilayah Pedungan, Denpasar, didapat satu paket sabu dalam kaleng alat kecantikan. Novi mengaku mendapat barang dari kekasihnya Mang Apel yang bekerja sebagai ojek online. Dari tempat kos Mang Apel di Pedungan, didapat barang bukti tiga paket sabu, timbangan digital dan alat isap. “Total barang bukti sabu hasil pengembangan di Denpasar sebanyak 4 paket dengan berat 9,31 gram,” tandas Sudana.

Baca Juga :  Bawa Sabu 1,3 Kg, Pengedar Medan-Bali Terancam Hukuman Mati

 

Atas perbuatannya, ketiga tersangka diancam Pasal 114 Ayat (1) jo Pasal 112 Ayat (1) dan Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana mengatakan, keseharian Darmawan dalam bekerja biasa-bisa saja. Tidak ada yang menonjol. Selama ini, Darmawan merupakan sopir truk angkut sampah di UPT Kebersihan Nusa Penida. “Teman-temannya di tempat bekerja kaget yang bersangkutan ternyata bisnis narkoba,” ujar Kirana.

 

Setelah kejadian itu, Kirana mengumpulkan pegawai di UPT Kebersihan Nusa Penida agar kasus serupa tidak terulang lagi. Kejadian itu mencoreng nama lembaga.  “Nasib yang bersangkutan selaku PNS sudah saya serahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia,” ujar Kirana.


BALI EXPRESS, SEMARAPURA – Polres Klungkung merilis tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang melibatkan oknum PNS Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, I Kadek Darmawan alias Pakeng,38, Kamis (8/8).

 

Kepada wartawan, pria asal Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung itu mengaku tak hanya memakai sabu sejak sekitar satu tahun lalu. Dia juga menjadi pengedar, dan punya pelanggan tetap di Nusa Penida sejak dua bulan lalu. “Jualan di sela-sela kerja,” ujar pegawai UPT Kebersihan Nusa Penida itu.

 

Dia menjual sabu untuk menambah penghasilan. Pakeng mendapat sabu dari Sang Ayu Made Noviani alias Novi, 23, asal Dusun Kuum, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Bangli. Novi juga telah ditangkap di tempat kosnya di Denpasar. Novi mendapat sabu dari kekasihnya Komang Sukartawan alias Mang Apel, 27, asal Desa Titab, Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Mang Apel juga ditangkap dan resmi tersangka.

Baca Juga :  Kabur Tabrak Perempuan, Dua Pengedar Sabu Ditembak, 1 Tewas

 

 “Penangkapan Novi dan Mang Apel merupakan hasil pengembangan dari tersangka Pakeng,” ungkap Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana.

Ia memaparkan, Pakeng ditangkap di sebuah bengkel motor di Jalan Raya Ped, Desa Ped pada Minggu (28/7). Hasil penggeledahan, polisi mengamankan 6 paket sabu yang disimpan di saku celananya. Kemudian polisi melakukan penggeledahan di rumahnya. Polisi kembali mendapat 3 paket sabu. Sehingga total sabu menjadi 3,31 gram.

 

Di rumah tersangka Kepeng juga diamankan timbangan digital dan alat isap yang disemunyikan di mesin cuci. “Dua hari setelahnya, pengembangan di Denpasar, daerah Sanur,” ujar Sudana didampingi Wakapolres Klungkung Kompol Ida Bagus Dedy Januartha, Kasat Resnarkoba AKP Dewa Gde Oka, dan Kasubag Humas AKP Putu Gede Ardana.

Di tempat tersebut polisi menangkap Novi karena sebagai pemasok sabu. Dari tempat kosnya di wilayah Pedungan, Denpasar, didapat satu paket sabu dalam kaleng alat kecantikan. Novi mengaku mendapat barang dari kekasihnya Mang Apel yang bekerja sebagai ojek online. Dari tempat kos Mang Apel di Pedungan, didapat barang bukti tiga paket sabu, timbangan digital dan alat isap. “Total barang bukti sabu hasil pengembangan di Denpasar sebanyak 4 paket dengan berat 9,31 gram,” tandas Sudana.

Baca Juga :  Transaksi Sabu, Warga Darmasaba Ditangkap di Gudang Pemotongan Babi

 

Atas perbuatannya, ketiga tersangka diancam Pasal 114 Ayat (1) jo Pasal 112 Ayat (1) dan Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana mengatakan, keseharian Darmawan dalam bekerja biasa-bisa saja. Tidak ada yang menonjol. Selama ini, Darmawan merupakan sopir truk angkut sampah di UPT Kebersihan Nusa Penida. “Teman-temannya di tempat bekerja kaget yang bersangkutan ternyata bisnis narkoba,” ujar Kirana.

 

Setelah kejadian itu, Kirana mengumpulkan pegawai di UPT Kebersihan Nusa Penida agar kasus serupa tidak terulang lagi. Kejadian itu mencoreng nama lembaga.  “Nasib yang bersangkutan selaku PNS sudah saya serahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia,” ujar Kirana.


Most Read

Artikel Terbaru

/