30.8 C
Denpasar
Monday, January 30, 2023

Begini Tanggapan Wagub Cok Ace Soal Pernyataan Senator Australia

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pernyataan senator Australia yang menyebutkan banyak sapi berkeliaran di Bali ditanggapi oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Disebutkan pernyataan senator itu dirasa terlalu berlebihan.

 

“Memang kelihatannya terlalu tendesius dan berlebihan di bilang sapi berkeliaran. Kita lihat sendiri, orang Australia lihat sendiri, kan tidak ada,” jelas Wagub yang juga sekaligus Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Provinsi Bali ini, Senin (8/8).

 

Cok Ace menambahkan peternak di Bali tidak menganut memelihara sapi dengan cara diliarkan. Sapi yang ada pada umumnya dikandangkan, karena kotorannya akan diolah untuk menjadi pupuk dan lain sebagainya.

 

Baca Juga :  Dukung Presidensi G20, Grab Pinjamkan Mobil Listrik Kepada Pemprov Bali

“Apa yang disampaikan tidak tepat, dan tidak ada seperti itu di Balii. Itu kan senator dan tidak semua yang berbicara sependapat seperti itu. Bahkan wisatawan yang kita harapkan untuk melihat langsung dan tanggapannya berbeda mereka mengatakan Bali tidak seperti itu,” paparnya.

 

Selain itu, senator tersebut juga meminta agar penerbangan di Bali ditutup sementara karena PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Sehingga hal tersebut ditegaskan tidak bisa semena-mena.

 

“Tidak ada, tidak bisa seperti itu. Keputusan tidak bisa dibuat seperti itu sejak dulu ada travel band, travel warning ke Bali ternyata tidak berpengaruh juga. Wisatawan terus datang ke Bali mudah-mudahan tidak berpengaruh,” terangnya.

Baca Juga :  Presiden IPU Berwisata di Ubud, Optimis Pariwisata Bali Segera Bangkit

 

Cok Ace menilai, teguran dari Kemenparekraf Sandiaga Uno sudah cukup untuk Senator Australia tersebut. Ia juga telah berkomunikasi dengan beberapa media asing terkait hal itu. “Intinya janganlah seperti fitnah begitu. Tidak elok kepada tetangga seperti itu,” tandasnya.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pernyataan senator Australia yang menyebutkan banyak sapi berkeliaran di Bali ditanggapi oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Disebutkan pernyataan senator itu dirasa terlalu berlebihan.

 

“Memang kelihatannya terlalu tendesius dan berlebihan di bilang sapi berkeliaran. Kita lihat sendiri, orang Australia lihat sendiri, kan tidak ada,” jelas Wagub yang juga sekaligus Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Provinsi Bali ini, Senin (8/8).

 

Cok Ace menambahkan peternak di Bali tidak menganut memelihara sapi dengan cara diliarkan. Sapi yang ada pada umumnya dikandangkan, karena kotorannya akan diolah untuk menjadi pupuk dan lain sebagainya.

 

Baca Juga :  Pariwisata Bali Butuh Waktu Hingga Dua Tahun Untuk Pulih

“Apa yang disampaikan tidak tepat, dan tidak ada seperti itu di Balii. Itu kan senator dan tidak semua yang berbicara sependapat seperti itu. Bahkan wisatawan yang kita harapkan untuk melihat langsung dan tanggapannya berbeda mereka mengatakan Bali tidak seperti itu,” paparnya.

 

Selain itu, senator tersebut juga meminta agar penerbangan di Bali ditutup sementara karena PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Sehingga hal tersebut ditegaskan tidak bisa semena-mena.

 

“Tidak ada, tidak bisa seperti itu. Keputusan tidak bisa dibuat seperti itu sejak dulu ada travel band, travel warning ke Bali ternyata tidak berpengaruh juga. Wisatawan terus datang ke Bali mudah-mudahan tidak berpengaruh,” terangnya.

Baca Juga :  Identitas Oknum Polisi Aniaya Remaja, Diduga Mantan Pemain BU

 

Cok Ace menilai, teguran dari Kemenparekraf Sandiaga Uno sudah cukup untuk Senator Australia tersebut. Ia juga telah berkomunikasi dengan beberapa media asing terkait hal itu. “Intinya janganlah seperti fitnah begitu. Tidak elok kepada tetangga seperti itu,” tandasnya.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru