alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Pendukung Jerinx Demo Kantor Gubernur, Kecam Perkataan Koster

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ratusan massa pendukung Jerinx yang tergabung dalam Forum Demokrasi Perjuangan Rakyat Bali dan Aliansi Kami Bersama JRX SID, menggelar aksi, Selasa (8/9), di Bajra Sandi, Renon, Denpasar. Ribuan massa ini melakukan long march keliling Bajra Sandi menyuarakan tuntutannya.

Ribuan massa yang memakai baju hitam ini membawa poster menuntut pembebasan drummer SID tersebut. Mereka juga membawa bendera bebaskan Jerinx SID.

Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) di lapangan, para peserta tidak hanya didominasi oleh anak muda dan orang dewasa, ada juga anak-anak yang ikut dalam aksi tersebut. Ribuan orang ini membentuk barisan panjang.

Di depan Monumen Bajra Sandi para perwakilan massa bergantian berorasi, menuntut pembebasan Jerinx. Mereka menilai Jerinx tidak layak untuk dipenjara karena hanya melakukan kritik terhadap pemerintah.

“Jerinx SID harus dibebaskan. Tidak layak berada di dalam penjara. Kita di sini menuntut pembebasan Jerinx,” teriak Bokis, salah satu orator.

Para pendukung Jerinx tidak hanya datang dari Denpasar, mereka juga datang dari Gianyar, Badung, dan Tabanan. Mereka memiliki aspirasi yang sama agar pentolan SID ini dibebaskan. Demo pada siang hari tersebut dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan Satpol PP.

Sampai di depan kantor Gubernur Bali, para aksi massa masih melakukan orasi. Mereka menyindir Gubernur Bali Wayan Koster yang telah melontarkan pernyataan yang dianggap menyudutkan Jerinx, seperti kata-kata “takut dan di penjara, dan blengih”.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Fronter Made Krisna Dinata atau yang akrab disapa Bokis ini menerangkan, aksi yang digelarnya adalah untuk menuntut agar Jerinx dibebaskan. Menurut Bokis, pasal yang digunakan untuk mendakwa Jerinx merupakan pasal karet yang berpotensi membungkam kritik.

“Pasal yang digunakan membungkam Jerinx berpotensi membungkam kritik masyarakat terhadap penguasa, karena pasal itu merupakan pasal karet,” ungkap Bokis.

Pasal yang dimaksud oleh Bokis adalah Pasal 28 ayat (2) UUITE berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan.” Pasal ini merupakan pasal yang disangkakan oleh penegak hukum kepada drummer SID tersebut.

Sementara itu, mengenai sidang yang akan digelar oleh Pengadilan Denpasar, Bokis juga menuntut sidang dilakukan secara tatap muka agar Jerinx bisa membela diri sesuai dengan haknya sebagai terdakwa. “Kami menuntut Pengadilan Negeri Denpasar untuk melakukan sidang secara tatap muka, agar kami bisa memantau secara bersama-sama secara pasti kalau Bli Jerinx tidak ditekan,” ungkapnya.

Selain aksi pada Selasa (8/9), mereka juga berencana melakukan aksi, Kamis (10/9), di Pengadilan Negeri Denpasar sebagai dukungan kepada Jerinx. “Tanggal 10 nanti kami akan melakukan aksi di Pengadilan Negeri Denpasar, menuntut sidang dilakukan tatap muka,” tandas Bokis.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, walaupun pihak Jerinx sudah mengajukan keberatan secara resmi terhadap sidang online perkara Jerinx, pihak Pengadilan Negeri Denpasar memastikan jika sidang tetap digelar secara online. PN Denpasar mengacu kepada MoU 3 Lembaga yaitu Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Menteri Hukum dan HAM.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Ratusan massa pendukung Jerinx yang tergabung dalam Forum Demokrasi Perjuangan Rakyat Bali dan Aliansi Kami Bersama JRX SID, menggelar aksi, Selasa (8/9), di Bajra Sandi, Renon, Denpasar. Ribuan massa ini melakukan long march keliling Bajra Sandi menyuarakan tuntutannya.

Ribuan massa yang memakai baju hitam ini membawa poster menuntut pembebasan drummer SID tersebut. Mereka juga membawa bendera bebaskan Jerinx SID.

Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) di lapangan, para peserta tidak hanya didominasi oleh anak muda dan orang dewasa, ada juga anak-anak yang ikut dalam aksi tersebut. Ribuan orang ini membentuk barisan panjang.

Di depan Monumen Bajra Sandi para perwakilan massa bergantian berorasi, menuntut pembebasan Jerinx. Mereka menilai Jerinx tidak layak untuk dipenjara karena hanya melakukan kritik terhadap pemerintah.

“Jerinx SID harus dibebaskan. Tidak layak berada di dalam penjara. Kita di sini menuntut pembebasan Jerinx,” teriak Bokis, salah satu orator.

Para pendukung Jerinx tidak hanya datang dari Denpasar, mereka juga datang dari Gianyar, Badung, dan Tabanan. Mereka memiliki aspirasi yang sama agar pentolan SID ini dibebaskan. Demo pada siang hari tersebut dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan Satpol PP.

Sampai di depan kantor Gubernur Bali, para aksi massa masih melakukan orasi. Mereka menyindir Gubernur Bali Wayan Koster yang telah melontarkan pernyataan yang dianggap menyudutkan Jerinx, seperti kata-kata “takut dan di penjara, dan blengih”.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Fronter Made Krisna Dinata atau yang akrab disapa Bokis ini menerangkan, aksi yang digelarnya adalah untuk menuntut agar Jerinx dibebaskan. Menurut Bokis, pasal yang digunakan untuk mendakwa Jerinx merupakan pasal karet yang berpotensi membungkam kritik.

“Pasal yang digunakan membungkam Jerinx berpotensi membungkam kritik masyarakat terhadap penguasa, karena pasal itu merupakan pasal karet,” ungkap Bokis.

Pasal yang dimaksud oleh Bokis adalah Pasal 28 ayat (2) UUITE berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan.” Pasal ini merupakan pasal yang disangkakan oleh penegak hukum kepada drummer SID tersebut.

Sementara itu, mengenai sidang yang akan digelar oleh Pengadilan Denpasar, Bokis juga menuntut sidang dilakukan secara tatap muka agar Jerinx bisa membela diri sesuai dengan haknya sebagai terdakwa. “Kami menuntut Pengadilan Negeri Denpasar untuk melakukan sidang secara tatap muka, agar kami bisa memantau secara bersama-sama secara pasti kalau Bli Jerinx tidak ditekan,” ungkapnya.

Selain aksi pada Selasa (8/9), mereka juga berencana melakukan aksi, Kamis (10/9), di Pengadilan Negeri Denpasar sebagai dukungan kepada Jerinx. “Tanggal 10 nanti kami akan melakukan aksi di Pengadilan Negeri Denpasar, menuntut sidang dilakukan tatap muka,” tandas Bokis.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, walaupun pihak Jerinx sudah mengajukan keberatan secara resmi terhadap sidang online perkara Jerinx, pihak Pengadilan Negeri Denpasar memastikan jika sidang tetap digelar secara online. PN Denpasar mengacu kepada MoU 3 Lembaga yaitu Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Menteri Hukum dan HAM.


Most Read

Artikel Terbaru

/