alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Polsek Sukawati Bekuk Pencuri Motor dan Pembobol Toko

GIANYAR, BALI EXPRESS-Oknum ojek online (ojol), M.Zainal Arifin,32, harus mendekam di ruang tahanan Mapolsek Sukawati. 

Pria asal Kota Surabaya, Jawa Timur ini, mengaku terpaksa mencuri sepeda motor vespa lantaran sepi orderan. Uang hasil penjualan vespa sebesar Rp 10 juta, digunakan untuk memenuhi kebutuha hidup sehari hari.

Kapolsek Sukawati, AKP Suryadi, Selasa (8/9, menjelaskan, telah menerima pengaduan masyarakat tentang pencurian sepeda motor merk Vespa 1 September lalu. Kejadiannya di rumah kos seputaran Jalan Batu Intan II, Banjar Tubuh, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Dari hasil penyelidikan, diperoleh informasi ada seseorang yang menjual sepeda motor vespa dengan ciri-ciri motor yang hilang milik korban. Selanjutnya dilakukan penyelidikan terhadap sepeda motor yang ada di wilayah Denpasar yang dipegang oleh seseorang bernama Bustom.

Setelah diintrogasi, orang tersebut mengakui membeli satu unit sepeda motor vespa dengan harga Rp 10 juta, hanya dilengkapi STNK saja. Selanjutnya sepeda motor itu rencananya akan dijual kembali pada seseorang yang ada di Jakarta.

“Bustom mengakui bahwa sepeda motor tersebut diperoleh dari pelaku. Selanjutnya unit Opsnal melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku. Kemudian,  Sabtu (5/9) pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan di rumah kos di Banjar Mukti, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar,” jelasnya.

Pelaku mengaku beraksi dengan rekannya yang berinisial ERY. Mereka bersama melakukan aksi pencurian tersebut dan uang hasil penjualan dibagi dua untuk kebutuhan sehari-hari. “Dari hasil penggeledahan di kamar Zainal ditemukan surat asimilasi dari Lapas Kelas II Kerobokan. Pelaku merupakan residivis pencurian dengan pemberatan,” paparnya.

Pelaku merupakan residivis pencurian yang mengakhiri masa asimilasi  Juli 2020 lalu. Pelaku kini ditahan di Polsek Sukawati,  diganjar dengan  pasal 363 KUHP dan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sementara ERY masih proses pencarian pihak kepolisian. “Pelaku bekerja sebagai ojol, karena situasi pandemi dia tidak bisa bayar kos sehingga mencuri,” tandas AKP Suryadi.

Sementara pelaku kriminal lainnya yang ditangkap jajaran Polsek Sukawati, yakni pelaku pencurian dengan modus membobol plafon toko yang dilakukan Zainuddin, 32, asal Banyuwangi, Jawa Timur.

Pelaku  masuk ke dalam toko melalui plafon dan memanjat tembok, kemudian mengambil beberapa barang dagangan dengan total seharga Rp 3,5 juta.

“Lokasi kejadiannya di toko Arjuna di Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati. Aksi pelaku terekam CCTV yang ada di dalam toko.  Pelaku bekerja di salah satu proyek bangunan sebagai buruh di wilayah Kecamatan Ubud yang kos di belakang toko tempatnya mencuri,” sambungnya.

Saat diintrogasi, pelaku mengakui perbuatannya dengan beraksi masuk melalui plafon dan mengambil beberapa barang. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang hasil curian yang diambilnya.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Mapolsek Sukawati guna proses selanjutnya. Saat ini pelaku Zainuddin juga diganjar dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.


GIANYAR, BALI EXPRESS-Oknum ojek online (ojol), M.Zainal Arifin,32, harus mendekam di ruang tahanan Mapolsek Sukawati. 

Pria asal Kota Surabaya, Jawa Timur ini, mengaku terpaksa mencuri sepeda motor vespa lantaran sepi orderan. Uang hasil penjualan vespa sebesar Rp 10 juta, digunakan untuk memenuhi kebutuha hidup sehari hari.

Kapolsek Sukawati, AKP Suryadi, Selasa (8/9, menjelaskan, telah menerima pengaduan masyarakat tentang pencurian sepeda motor merk Vespa 1 September lalu. Kejadiannya di rumah kos seputaran Jalan Batu Intan II, Banjar Tubuh, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Dari hasil penyelidikan, diperoleh informasi ada seseorang yang menjual sepeda motor vespa dengan ciri-ciri motor yang hilang milik korban. Selanjutnya dilakukan penyelidikan terhadap sepeda motor yang ada di wilayah Denpasar yang dipegang oleh seseorang bernama Bustom.

Setelah diintrogasi, orang tersebut mengakui membeli satu unit sepeda motor vespa dengan harga Rp 10 juta, hanya dilengkapi STNK saja. Selanjutnya sepeda motor itu rencananya akan dijual kembali pada seseorang yang ada di Jakarta.

“Bustom mengakui bahwa sepeda motor tersebut diperoleh dari pelaku. Selanjutnya unit Opsnal melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku. Kemudian,  Sabtu (5/9) pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan di rumah kos di Banjar Mukti, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar,” jelasnya.

Pelaku mengaku beraksi dengan rekannya yang berinisial ERY. Mereka bersama melakukan aksi pencurian tersebut dan uang hasil penjualan dibagi dua untuk kebutuhan sehari-hari. “Dari hasil penggeledahan di kamar Zainal ditemukan surat asimilasi dari Lapas Kelas II Kerobokan. Pelaku merupakan residivis pencurian dengan pemberatan,” paparnya.

Pelaku merupakan residivis pencurian yang mengakhiri masa asimilasi  Juli 2020 lalu. Pelaku kini ditahan di Polsek Sukawati,  diganjar dengan  pasal 363 KUHP dan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sementara ERY masih proses pencarian pihak kepolisian. “Pelaku bekerja sebagai ojol, karena situasi pandemi dia tidak bisa bayar kos sehingga mencuri,” tandas AKP Suryadi.

Sementara pelaku kriminal lainnya yang ditangkap jajaran Polsek Sukawati, yakni pelaku pencurian dengan modus membobol plafon toko yang dilakukan Zainuddin, 32, asal Banyuwangi, Jawa Timur.

Pelaku  masuk ke dalam toko melalui plafon dan memanjat tembok, kemudian mengambil beberapa barang dagangan dengan total seharga Rp 3,5 juta.

“Lokasi kejadiannya di toko Arjuna di Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati. Aksi pelaku terekam CCTV yang ada di dalam toko.  Pelaku bekerja di salah satu proyek bangunan sebagai buruh di wilayah Kecamatan Ubud yang kos di belakang toko tempatnya mencuri,” sambungnya.

Saat diintrogasi, pelaku mengakui perbuatannya dengan beraksi masuk melalui plafon dan mengambil beberapa barang. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang hasil curian yang diambilnya.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Mapolsek Sukawati guna proses selanjutnya. Saat ini pelaku Zainuddin juga diganjar dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.


Most Read

Artikel Terbaru

/