alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Wagub Cok Ace Ajak Generasi Muda Seimbangkan Pariwisata

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pembukaan pariwisata mancanegara secara perlahan mampu memberikan harapan baru bagi pelaku pariwisata. Namun disiplin penerapan protokol kesehatan harus terus ditingkatkan, mengingat Bali akan menjadi tuan rumah KTT G-20 tahun 2022.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati dalam dialog khusus memperingati Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, di Amisewaka Desa Les Community Center, Desa Les, Kecamatan Tejakula-Buleleng, Jumat (5/11).

Wagub Cok Ace yang juga menjabat sebagai ketua PHRI Bali menjelaskan, pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk bangkit dan mengolah potensi yang lain selain pariwisata. Dengan dibukanya pintu pariwisata, tidak serta merta menjanjikan pulihnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Ketergantungan Bali secara besar-besaran kepada sektor pariwisata sangat bahaya, sehingga perlu adanya keseimbangan antara sektor pariwisata dan sektor lainnya.

 “Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan untuk menyeimbangkan sektor pariwisata, agar pada saat kondisi pariwisata mengalami keterpurukan, kita telah bersiap dengan sisi lain,” imbuh Cok Ace.

Pihaknya menambahkan,  perlu adanya keseimbangan antara sektor pariwisata dan sektor lainnya. Dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yakni menjaga keseimbangan dengan membuat sejumlah peraturan, salah satunya memanfaatkan produk lokal dan menggunakan produksi dalam negeri adalah sesuatu yang upaya membangkitkan sekaligus menjaga keseimbangan antara warisan budaya dengan perkembangan IT.

Sementara seorang pengamat ekonomi I Putu Gede Parma mengatakan, untuk mengisi perjuangan dan peperangan ke depan, generasi muda di Bali sebaiknya mulai membekali diri pada soft skill, hard skill dan life skill.

“Dengan memahami tantangan secara baik dan dibekali dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang sesuai, maka setiap individu akan mampu memiliki karakter diri yang kuat dan mampu bersaing secara global,” tandasnya. (win)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pembukaan pariwisata mancanegara secara perlahan mampu memberikan harapan baru bagi pelaku pariwisata. Namun disiplin penerapan protokol kesehatan harus terus ditingkatkan, mengingat Bali akan menjadi tuan rumah KTT G-20 tahun 2022.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati dalam dialog khusus memperingati Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, di Amisewaka Desa Les Community Center, Desa Les, Kecamatan Tejakula-Buleleng, Jumat (5/11).

Wagub Cok Ace yang juga menjabat sebagai ketua PHRI Bali menjelaskan, pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk bangkit dan mengolah potensi yang lain selain pariwisata. Dengan dibukanya pintu pariwisata, tidak serta merta menjanjikan pulihnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Ketergantungan Bali secara besar-besaran kepada sektor pariwisata sangat bahaya, sehingga perlu adanya keseimbangan antara sektor pariwisata dan sektor lainnya.

 “Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan untuk menyeimbangkan sektor pariwisata, agar pada saat kondisi pariwisata mengalami keterpurukan, kita telah bersiap dengan sisi lain,” imbuh Cok Ace.

Pihaknya menambahkan,  perlu adanya keseimbangan antara sektor pariwisata dan sektor lainnya. Dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yakni menjaga keseimbangan dengan membuat sejumlah peraturan, salah satunya memanfaatkan produk lokal dan menggunakan produksi dalam negeri adalah sesuatu yang upaya membangkitkan sekaligus menjaga keseimbangan antara warisan budaya dengan perkembangan IT.

Sementara seorang pengamat ekonomi I Putu Gede Parma mengatakan, untuk mengisi perjuangan dan peperangan ke depan, generasi muda di Bali sebaiknya mulai membekali diri pada soft skill, hard skill dan life skill.

“Dengan memahami tantangan secara baik dan dibekali dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang sesuai, maka setiap individu akan mampu memiliki karakter diri yang kuat dan mampu bersaing secara global,” tandasnya. (win)


Most Read

Artikel Terbaru

/