alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Badung Siap Terima Wisman, Terapkan CHSE Secara Ketat

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Pariwisata Kabupaten Badung terus mengajak hotel dan restoran serta destinasi wisata untuk segera melakukan pendaftaran CHSE agar bisa memenuhi standar protokol kesehatan pariwisata yang sudah ditentukan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Badung Cok Raka Darmawan menjelaskan, mengikuti program CHSE bisa menguntungkan hotel atau restoran tersebut karena wisatawan yang berkunjung pasti akan memilih hotel atau tempat yang sudah memenuhi CHSE.

“Kami terus mengimbau bagi yang belum mengajukan verifikasi, karena kalau tidak mengajukan sebenarnya mereka yang rugi, wisatawan pasti memilih tempat yang sudah terpenuhi CHSE. Informasi mengenai hotel dan restoran yang sudah memenuhi CHSE pasti kami akan publis,” ungkap Cok Raka.

Dari data terbaru Kabupaten Badung, PLT Kadis Pariwisata Badung mengungkapkan, hotel yang sudah diverifikasi CHSE mencapai 350 tempat. “Kami dalam memverifikasi berbagi tugas dengan povinsi (Dispar Provinsi Bali). Hotel bintang tiga ke atas provinsi yang akan memverifikasi, dan hotel bintang dua ke bawah itu tugas Dispar Badung,” ungkapnya kepada media di sela-sela acara Gathering Pariwisata di Patra Hotel, Selasa (8/12).

Dari 350 tersebut, hotel bintang 3 ke atas yang sudah diverifikasi CHSE sekitar 150 dan hotel bintang dua ke bawah yang sudah diverifikasi sekitar 100 hotel.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa yang hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut menjelaskan, dilihat dari geliat persiapan terhadap verifikasi CHSE Bali sudah siap menerima wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. “Kami secara jujur sudah siap, tapi keputusan untuk membuka penerbangan internasional sebagai akses wisman kan dari pusat,” ungkapnya saat diwawancara.

Astawa mengungkapkan, kebijakan pihaknya saat ini masih menunggu keputusan pemerintah pusat untuk kebijakan pariwisata di Bali.

Dengan diterapkannya CHSE secara ketat, Astawa  optimis pariwisata tidak akan menjadi klaster Covid-19. “Pada libur Maulid Nabi jadi uji coba. Tidak ada klaster pariwisata saat wisatawan nusantara berlibur. Kasus lonjakan yang terjadi itu merupakan transmisi lokal,” beber Astawa.

Kalaupun penerbangan internasional dibuka, menurut Astawa, tidak otomatis semua negara yang akan langsung diberi akses ke Bali, akan ada prioritas negara yang sudah menjalin kerjasama. “Tentu dilakukan secara selektif dan sesuai travel koridor,” ungkap Astawa.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa negara seperti Jepang, India yang warga negaranya paling berminat untuk datang berwisata ke Bali. Selain itu, Australia dan Tiongkok yang menjadi negara yang paling merindukan Bali ketika Covid-19.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Pariwisata Kabupaten Badung terus mengajak hotel dan restoran serta destinasi wisata untuk segera melakukan pendaftaran CHSE agar bisa memenuhi standar protokol kesehatan pariwisata yang sudah ditentukan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Badung Cok Raka Darmawan menjelaskan, mengikuti program CHSE bisa menguntungkan hotel atau restoran tersebut karena wisatawan yang berkunjung pasti akan memilih hotel atau tempat yang sudah memenuhi CHSE.

“Kami terus mengimbau bagi yang belum mengajukan verifikasi, karena kalau tidak mengajukan sebenarnya mereka yang rugi, wisatawan pasti memilih tempat yang sudah terpenuhi CHSE. Informasi mengenai hotel dan restoran yang sudah memenuhi CHSE pasti kami akan publis,” ungkap Cok Raka.

Dari data terbaru Kabupaten Badung, PLT Kadis Pariwisata Badung mengungkapkan, hotel yang sudah diverifikasi CHSE mencapai 350 tempat. “Kami dalam memverifikasi berbagi tugas dengan povinsi (Dispar Provinsi Bali). Hotel bintang tiga ke atas provinsi yang akan memverifikasi, dan hotel bintang dua ke bawah itu tugas Dispar Badung,” ungkapnya kepada media di sela-sela acara Gathering Pariwisata di Patra Hotel, Selasa (8/12).

Dari 350 tersebut, hotel bintang 3 ke atas yang sudah diverifikasi CHSE sekitar 150 dan hotel bintang dua ke bawah yang sudah diverifikasi sekitar 100 hotel.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa yang hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut menjelaskan, dilihat dari geliat persiapan terhadap verifikasi CHSE Bali sudah siap menerima wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. “Kami secara jujur sudah siap, tapi keputusan untuk membuka penerbangan internasional sebagai akses wisman kan dari pusat,” ungkapnya saat diwawancara.

Astawa mengungkapkan, kebijakan pihaknya saat ini masih menunggu keputusan pemerintah pusat untuk kebijakan pariwisata di Bali.

Dengan diterapkannya CHSE secara ketat, Astawa  optimis pariwisata tidak akan menjadi klaster Covid-19. “Pada libur Maulid Nabi jadi uji coba. Tidak ada klaster pariwisata saat wisatawan nusantara berlibur. Kasus lonjakan yang terjadi itu merupakan transmisi lokal,” beber Astawa.

Kalaupun penerbangan internasional dibuka, menurut Astawa, tidak otomatis semua negara yang akan langsung diberi akses ke Bali, akan ada prioritas negara yang sudah menjalin kerjasama. “Tentu dilakukan secara selektif dan sesuai travel koridor,” ungkap Astawa.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa negara seperti Jepang, India yang warga negaranya paling berminat untuk datang berwisata ke Bali. Selain itu, Australia dan Tiongkok yang menjadi negara yang paling merindukan Bali ketika Covid-19.


Most Read

Artikel Terbaru

/