alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Dianggarkan Rp 90 Miliar, Wings Utara RSU Payangan Mulai Dibangun

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Payangan yang dimulai bulan Oktober 2021 lalu ditargetkan akan rampung pada bulan September 2022 mendatang. Nantinya rumah sakit ini akan diisi dengan ruang perawatan Non Class (non kelas).

 

Direktur RSU Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra, menjelaskan bahwa, pembangunan RSU Payangan yang telah dimulai sejak tanggal 9 Oktober 2021. Dan kini sudah memasuki tahap pembangunan ruang perawatan Wings Utara RSU Payangan dengan progress pengerjaan 8,8 persen. “Nanti disana akan jadi 105 tempat tidur khusus untuk ruang perawatan. Dengan komposisi 1 basement dan 4 lantai diatasnya, ukuran dimensi 90 x 12 meter,” paparnya Rabu (8/12).

 

Selain itu juga akan ada Emerging Diseases Center (EDC) atau ruang perawatan Covid-19 terintegrasi yang terdiri dari UGD, ruang perawatan hingga laboratorium. “Kalau orang sekarang bilangnya ruang Covid-19 terintegrasi. Mulai dari UGDnya, ruang perawatannya, laborarotiumnya, itu semua menjadi satu sehingga tidak pindah-pindah,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, ruang perawatan di Wings Utara RSU Payangan ini dibangun sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan serta BPJS yang mewacanakan akan menghilangkan kelas dalam kepesertaan BPJS. “Jadi akan menjadi ruang perawatan Non Class (non kelas), itu kita siapkan mengarah kesana sesuai wacana BPJS,” sambungnya.

 

Dengan adanya ruang perawatan Non Class tersebut, digadang-gadang akan menjadi inovasi terbaru dari Pemkab Gianyar, atau bahkan pertama di Indonesia. “Ruang perawatan non class ini satu tempat tidur satu ruangan, untuk semua pasien, jadi 105 itu tidak ada kelasnya,” terang dr. Putra.

 

Apabila tidak ada halangan, pembangunan RSU Payangan ditargetkan rampung tanggal 3 September 2022 mendatang. Atau dengan waktu pengerjaan 330 hari dan menggunakan anggaran Rp 90 Miliar.

 

Disisi lain, selama 3 minggu terakhir ini RSU Payangan tidak ada merawat pasien positif Covid-19. Namun pihaknya tetap siaga untuk melayani pasien. “Kita tetap standby, ruang emergency tetap tersedia. Kalau ada pasien yang sakit tetap kita layani, seperti tadi ada PCR hasilnya negatif ya tetap kita layani. Tapi tidak chaos seperti dulu lagi,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Payangan yang dimulai bulan Oktober 2021 lalu ditargetkan akan rampung pada bulan September 2022 mendatang. Nantinya rumah sakit ini akan diisi dengan ruang perawatan Non Class (non kelas).

 

Direktur RSU Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra, menjelaskan bahwa, pembangunan RSU Payangan yang telah dimulai sejak tanggal 9 Oktober 2021. Dan kini sudah memasuki tahap pembangunan ruang perawatan Wings Utara RSU Payangan dengan progress pengerjaan 8,8 persen. “Nanti disana akan jadi 105 tempat tidur khusus untuk ruang perawatan. Dengan komposisi 1 basement dan 4 lantai diatasnya, ukuran dimensi 90 x 12 meter,” paparnya Rabu (8/12).

 

Selain itu juga akan ada Emerging Diseases Center (EDC) atau ruang perawatan Covid-19 terintegrasi yang terdiri dari UGD, ruang perawatan hingga laboratorium. “Kalau orang sekarang bilangnya ruang Covid-19 terintegrasi. Mulai dari UGDnya, ruang perawatannya, laborarotiumnya, itu semua menjadi satu sehingga tidak pindah-pindah,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, ruang perawatan di Wings Utara RSU Payangan ini dibangun sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan serta BPJS yang mewacanakan akan menghilangkan kelas dalam kepesertaan BPJS. “Jadi akan menjadi ruang perawatan Non Class (non kelas), itu kita siapkan mengarah kesana sesuai wacana BPJS,” sambungnya.

 

Dengan adanya ruang perawatan Non Class tersebut, digadang-gadang akan menjadi inovasi terbaru dari Pemkab Gianyar, atau bahkan pertama di Indonesia. “Ruang perawatan non class ini satu tempat tidur satu ruangan, untuk semua pasien, jadi 105 itu tidak ada kelasnya,” terang dr. Putra.

 

Apabila tidak ada halangan, pembangunan RSU Payangan ditargetkan rampung tanggal 3 September 2022 mendatang. Atau dengan waktu pengerjaan 330 hari dan menggunakan anggaran Rp 90 Miliar.

 

Disisi lain, selama 3 minggu terakhir ini RSU Payangan tidak ada merawat pasien positif Covid-19. Namun pihaknya tetap siaga untuk melayani pasien. “Kita tetap standby, ruang emergency tetap tersedia. Kalau ada pasien yang sakit tetap kita layani, seperti tadi ada PCR hasilnya negatif ya tetap kita layani. Tapi tidak chaos seperti dulu lagi,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/