alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Dibelit Problem Rumah Tangga, Seorang Suami Nekat Bunuh Diri

TABANAN, BALI EXPRESS – Diduga tidak tahan menghadapi persoalan rumah tangga, seorang suami di Banjar Umabian, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga nekat bunuh diri.

 

Adalah I Gede Ketut Rai Sumantra,43, yang nekat melakukan ulah pati tersebut pada Selasa (7/12) sore. Dia sempat berusaha diselamatkan oleh pihak keluarga. Dengan melarikannya ke rumah sakit terdekat.

 

Namun takdir berkata lain. Sampai di rumah sakit, nyawa Sumantra tidak tertolong.

 

Dari keterangan Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu Nyoman Subagia, peristiwa bunuh diri itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00.

 

Saat itu, kebetulan korban yang berkamar di lantai dua hendak dicari anaknya yang ingin minta rokok. Kebetulan istri korban juga meminta anaknya untuk membangunkan korban.

 

Setibanya di lantai dua, anak korban membuka pintu kamar. Saat itulah aksi bunuh diri tersebut terungkap. Korban nekat menghabisi hidupnya dengan cara gantung diri di langit-langit kamar.

 

Melihat itu, anak korban spontan berteriak. Teriakannya itu terdengar saksi lainnya. Waktu itu, tubuh korban dalam keadaan lemas. Sehingga upaya pertolongan berusaha dilakukan. Dengan melepas tali dan menurunkan tubuh korban.

 

Di saat yang sama, pihak keluarga lainnya berdatangan. Mereka berusaha memberikan pertolongan. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diberikan pertolongan.

 

Hanya saja, setibanya di rumah sakit, korban rupanya sudah tidak bisa diselamatkan. Dia sudah meninggal dunia.

 

“Dari hasil pemeriksaan luar, pada leher korban ditemukan lebam melingkar bekas jeratan tali. Dari kemaluannya keluar cairan. Dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” jelas Subagia.

 

Dari hasil identifikasi pada kamar tempat korban bunuh diri, korban meninggal pesan tertulis pada dua lembar kertas. Pesan itu ditulis dengan bahasa Bali dan ditujukan kepada istri dan keluarganya.

 

Intinya, dalam surat itu korban mengungkapkan permohonan maafnya. Kepada istrinya, korban juga mengaku banyak memiliki godaan. Dia meminta istrinya untuk menjaga anak-anaknya. Dan mengakui belum bisa membahagiakan istri dan anak.

 

Dalam pesan itu, korban juga meminta anak-anaknya untuk memperhatikan ibunya. Tidak meninggalkannya. Karena ibu mereka telah banyak berjuang untuk keluarga.

 

“Dari pesan yang ditinggalkan memang sepertinya ada masalah keluarga sebelumnya. Namun kami belum sampai (memeriksa) sejauh itu,” jelas Subagia seraya menyebutkan bahwa pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Karena akan segera mengupacarai jenazah korban.


TABANAN, BALI EXPRESS – Diduga tidak tahan menghadapi persoalan rumah tangga, seorang suami di Banjar Umabian, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga nekat bunuh diri.

 

Adalah I Gede Ketut Rai Sumantra,43, yang nekat melakukan ulah pati tersebut pada Selasa (7/12) sore. Dia sempat berusaha diselamatkan oleh pihak keluarga. Dengan melarikannya ke rumah sakit terdekat.

 

Namun takdir berkata lain. Sampai di rumah sakit, nyawa Sumantra tidak tertolong.

 

Dari keterangan Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu Nyoman Subagia, peristiwa bunuh diri itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00.

 

Saat itu, kebetulan korban yang berkamar di lantai dua hendak dicari anaknya yang ingin minta rokok. Kebetulan istri korban juga meminta anaknya untuk membangunkan korban.

 

Setibanya di lantai dua, anak korban membuka pintu kamar. Saat itulah aksi bunuh diri tersebut terungkap. Korban nekat menghabisi hidupnya dengan cara gantung diri di langit-langit kamar.

 

Melihat itu, anak korban spontan berteriak. Teriakannya itu terdengar saksi lainnya. Waktu itu, tubuh korban dalam keadaan lemas. Sehingga upaya pertolongan berusaha dilakukan. Dengan melepas tali dan menurunkan tubuh korban.

 

Di saat yang sama, pihak keluarga lainnya berdatangan. Mereka berusaha memberikan pertolongan. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diberikan pertolongan.

 

Hanya saja, setibanya di rumah sakit, korban rupanya sudah tidak bisa diselamatkan. Dia sudah meninggal dunia.

 

“Dari hasil pemeriksaan luar, pada leher korban ditemukan lebam melingkar bekas jeratan tali. Dari kemaluannya keluar cairan. Dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” jelas Subagia.

 

Dari hasil identifikasi pada kamar tempat korban bunuh diri, korban meninggal pesan tertulis pada dua lembar kertas. Pesan itu ditulis dengan bahasa Bali dan ditujukan kepada istri dan keluarganya.

 

Intinya, dalam surat itu korban mengungkapkan permohonan maafnya. Kepada istrinya, korban juga mengaku banyak memiliki godaan. Dia meminta istrinya untuk menjaga anak-anaknya. Dan mengakui belum bisa membahagiakan istri dan anak.

 

Dalam pesan itu, korban juga meminta anak-anaknya untuk memperhatikan ibunya. Tidak meninggalkannya. Karena ibu mereka telah banyak berjuang untuk keluarga.

 

“Dari pesan yang ditinggalkan memang sepertinya ada masalah keluarga sebelumnya. Namun kami belum sampai (memeriksa) sejauh itu,” jelas Subagia seraya menyebutkan bahwa pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Karena akan segera mengupacarai jenazah korban.


Most Read

Artikel Terbaru

/