alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Perangkat Gamelan Pura Luhur Pucak Paruman Dijarah Maling

TABANAN, BALI EXPRESS – Aksi pencurian di tempat-tempat suci atau pura masih menghantui wilayah Tabanan. Terutama di Kecamatan Marga. Selasa lalu (7/12), Pura Luhur Pucak Paruman di Banjar Adat Batannyuh, Desa Adat Belayu, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga yang jadi sasarannya.

 

Di tempat itu, pelaku pencurian membawa kabur perangkat gamelan. Dan aksi pencurian itu membuat para pengempon pura mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 40 jutaan.

 

Perbekel Desa Batannyuh, I Nyoman Witama membenarkan musibah yang dialami pengempon Pura Luhur Pucak Paruman tersebut. “Kemarin Selasa (7/12) kejadiannya,” kata Witama yang dikonfirmasi pada Rabu (8/12).

 

Informasi di lapangan menyebutkan, aksi pencurian itu baru disadari pada sore hari. Dan pagi harinya, sekitar pukul 09.00, saksi I Made Puja,80, yang dapat tugas rutin mematikan lampu di pura mendapati dua pintu gudang penyimpenan di jaba tengah terbuka paksa.

 

Puja sempat memeriksa keadaan di dalam gudang tersebut. Namun karena tidak ada barang hilang, saksi mengabaikannya dan lanjut pulang.

 

Baru pada pukul 17.00, saat saksi kedua yakni I Wayan Kasna,65, yang kebagian tanggung jawab menyalakan lampu pura mencurigai kondisi gudang pada jaba tengah itu.

 

Sambil menyalakan lampu, saksi kemudian memeriksa keadaan pura. Sampai ke utama mandala. Dia mendapati alat pemukul gamelan yang harusnya tersimpan di peti bersama dengan perangkat gamelan lainnya tercecera di lantai.

 

Singkat cerita, saksi langsung memeriksa keadaan gudang yang pintunya sudah dalam keadaan terbuka. Rupanya, perangkat gamelan dalam peti yang sejak awal tidak terkunci ada yang hilang. 

 

Rinciannya ada delapan buah reong yang hilang. Dua ponggang. Satu tawa-tawa. Satu klenang. Dan enam setengah set cengceng. Tidak hanya itu, dia mendapati dua kabel penerangan pura tersebut juga sudah dirusak dan dilepas.

 

Dugaan sementara, pelakunya dengan mudah memasuki areal pura dan mengambil perangkat gamelan tersebut lantaran pintu gudang yang tidak terkunci. Begitu juga dengan peti tempat penyimpanannya.

 

Sementara itu, Kapolsek Marga, AKP I Gede Budiarta, membenarkan hilangnya perangkat gamelan di Pura Luhur Pucak Paruman tersebut. Dia menyebutkan, saat ini kasusnya dalam penyelidikan.

 

“Tempat penyimpanan gamelannya itu tidak dikunci. Ada beberapa alat gong baleganjur yang hilang,” tuturnya.

 

Dugaan sementara dari pihaknya, hilangnya perangkat gamelan pura tersebut terjadi pada Senin (6/12) malam. Hanya dari pihak pangempon baru mengetahuinya pada Selasa (7/12).

 

Di saat yang sama, dia mengimbau kepada para prajuru adat maupun pengempon pura untuk lebih waspada. Bila perlu melengkapi pura atau tempat sucinya dengan kamera pengintai atau CCTV.

 

“Apalagi sekarang rekaman CCTV bisa dipantau lewat ponsel. Kalau mekemit, kasihan di tenaga juga. Kamera CCTV kami rasa akan sangat membantu keamanan pura,” tukasnya.


TABANAN, BALI EXPRESS – Aksi pencurian di tempat-tempat suci atau pura masih menghantui wilayah Tabanan. Terutama di Kecamatan Marga. Selasa lalu (7/12), Pura Luhur Pucak Paruman di Banjar Adat Batannyuh, Desa Adat Belayu, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga yang jadi sasarannya.

 

Di tempat itu, pelaku pencurian membawa kabur perangkat gamelan. Dan aksi pencurian itu membuat para pengempon pura mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 40 jutaan.

 

Perbekel Desa Batannyuh, I Nyoman Witama membenarkan musibah yang dialami pengempon Pura Luhur Pucak Paruman tersebut. “Kemarin Selasa (7/12) kejadiannya,” kata Witama yang dikonfirmasi pada Rabu (8/12).

 

Informasi di lapangan menyebutkan, aksi pencurian itu baru disadari pada sore hari. Dan pagi harinya, sekitar pukul 09.00, saksi I Made Puja,80, yang dapat tugas rutin mematikan lampu di pura mendapati dua pintu gudang penyimpenan di jaba tengah terbuka paksa.

 

Puja sempat memeriksa keadaan di dalam gudang tersebut. Namun karena tidak ada barang hilang, saksi mengabaikannya dan lanjut pulang.

 

Baru pada pukul 17.00, saat saksi kedua yakni I Wayan Kasna,65, yang kebagian tanggung jawab menyalakan lampu pura mencurigai kondisi gudang pada jaba tengah itu.

 

Sambil menyalakan lampu, saksi kemudian memeriksa keadaan pura. Sampai ke utama mandala. Dia mendapati alat pemukul gamelan yang harusnya tersimpan di peti bersama dengan perangkat gamelan lainnya tercecera di lantai.

 

Singkat cerita, saksi langsung memeriksa keadaan gudang yang pintunya sudah dalam keadaan terbuka. Rupanya, perangkat gamelan dalam peti yang sejak awal tidak terkunci ada yang hilang. 

 

Rinciannya ada delapan buah reong yang hilang. Dua ponggang. Satu tawa-tawa. Satu klenang. Dan enam setengah set cengceng. Tidak hanya itu, dia mendapati dua kabel penerangan pura tersebut juga sudah dirusak dan dilepas.

 

Dugaan sementara, pelakunya dengan mudah memasuki areal pura dan mengambil perangkat gamelan tersebut lantaran pintu gudang yang tidak terkunci. Begitu juga dengan peti tempat penyimpanannya.

 

Sementara itu, Kapolsek Marga, AKP I Gede Budiarta, membenarkan hilangnya perangkat gamelan di Pura Luhur Pucak Paruman tersebut. Dia menyebutkan, saat ini kasusnya dalam penyelidikan.

 

“Tempat penyimpanan gamelannya itu tidak dikunci. Ada beberapa alat gong baleganjur yang hilang,” tuturnya.

 

Dugaan sementara dari pihaknya, hilangnya perangkat gamelan pura tersebut terjadi pada Senin (6/12) malam. Hanya dari pihak pangempon baru mengetahuinya pada Selasa (7/12).

 

Di saat yang sama, dia mengimbau kepada para prajuru adat maupun pengempon pura untuk lebih waspada. Bila perlu melengkapi pura atau tempat sucinya dengan kamera pengintai atau CCTV.

 

“Apalagi sekarang rekaman CCTV bisa dipantau lewat ponsel. Kalau mekemit, kasihan di tenaga juga. Kamera CCTV kami rasa akan sangat membantu keamanan pura,” tukasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/