alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Diduga Akibat Korsleting, Bale Sake Nem Warga Gubug Terbakar

TABANAN, BALI EXPRESS – Sebuah balai gede milik warga Banjar Gubug Belodan, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan terbakar pada Selasa (8/2) malam.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 itu mengakibatkan kerugian materi antara Rp 60 juta sampai Rp 80 juta.

Informasi yang diperoleh dari beberapa sumber di lapangan menyebutkan, bangunan saka nem itu milik I Ketut Aris Mulia Sanjaya,27, warga setempat.

Kebakaran itu pertama kali diketahui saksi I Nyoman Budiarka,52, warga setempat.

Saat itu, saksi dalam perjalanan pulang dari arah selatan. Dalam perjalanannya itu, dia melihat ada kobaran api di arah rumah korban.

Kondisi darurat itu mendorong saksi bergegas memberitahukan kakak korban. Menyampaikan bahwa bangunan di rumah orang tuanya kebakaran.

Mendapat kabar seperti itu, korban dan istrinya langsung pergi ke lokasi kejadian. Dan mereka mendapati balai gede sudah dalam keadaan terbakar.

Korban dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api sebisanya.

Api baru bisa ditanggulangi setelah tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan tiba di lokasi kejadian.

Dugaan sementara, kebakaran tersebut dipicu korsleting listrik. Versi lain menyebutkan akibat bara dupa yang mengenai benda yang mudah terbakar pada balai tersebut.

Namun penyelidikan masih dilakukan pihak Polsek Kota Tabanan setelah meminta keterangan korban dan para saksi. Sekaligus tindakan pertama pada di tempat kejadian perkara (TPTKP). Seperti dijelaskan Kapolsek Tabanan Kompol I Made Pramasetia, saat dikonfirmasi kemarin, Rabu (9/2).

“Dugaan sementara akibat korsleting. Kami sudah TPTKP. Karena tidak ada dugaan tindak pidananya. Ini sesuai pemeriksaan di TKP dan interview saksi-saksi,” jelasnya.

 






Reporter: Chairul Amri Simabur

TABANAN, BALI EXPRESS – Sebuah balai gede milik warga Banjar Gubug Belodan, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan terbakar pada Selasa (8/2) malam.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 itu mengakibatkan kerugian materi antara Rp 60 juta sampai Rp 80 juta.

Informasi yang diperoleh dari beberapa sumber di lapangan menyebutkan, bangunan saka nem itu milik I Ketut Aris Mulia Sanjaya,27, warga setempat.

Kebakaran itu pertama kali diketahui saksi I Nyoman Budiarka,52, warga setempat.

Saat itu, saksi dalam perjalanan pulang dari arah selatan. Dalam perjalanannya itu, dia melihat ada kobaran api di arah rumah korban.

Kondisi darurat itu mendorong saksi bergegas memberitahukan kakak korban. Menyampaikan bahwa bangunan di rumah orang tuanya kebakaran.

Mendapat kabar seperti itu, korban dan istrinya langsung pergi ke lokasi kejadian. Dan mereka mendapati balai gede sudah dalam keadaan terbakar.

Korban dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api sebisanya.

Api baru bisa ditanggulangi setelah tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan tiba di lokasi kejadian.

Dugaan sementara, kebakaran tersebut dipicu korsleting listrik. Versi lain menyebutkan akibat bara dupa yang mengenai benda yang mudah terbakar pada balai tersebut.

Namun penyelidikan masih dilakukan pihak Polsek Kota Tabanan setelah meminta keterangan korban dan para saksi. Sekaligus tindakan pertama pada di tempat kejadian perkara (TPTKP). Seperti dijelaskan Kapolsek Tabanan Kompol I Made Pramasetia, saat dikonfirmasi kemarin, Rabu (9/2).

“Dugaan sementara akibat korsleting. Kami sudah TPTKP. Karena tidak ada dugaan tindak pidananya. Ini sesuai pemeriksaan di TKP dan interview saksi-saksi,” jelasnya.

 






Reporter: Chairul Amri Simabur

Most Read

Artikel Terbaru

/