alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Lomba Ngwacen Lontar dan Ngurat Aksara Bali Buka Peringatan Bulan Bahasa Bali di Gianyar

GIANYAR, BALI EXPRESS – Puluhan siswa se-Kabupaten Gianyar mengikuti Lomba Ngwacen Lontar dan Nyurat Aksara Bali, di Balai Budaya Gianyar, Rabu (9/2). Kegiatan itu digelar sekaligus membuka peringatan Bulan Bahasa Bali 2022.

 

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Gusti Agung Sri Widiawati menjelaskan bahwa acara Bulan Bahasa Bali di Kabupaten Gianyar dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 9 hingga 10 Februari 2022, yang merupakan serangkaian acara Bulan Bahasa di Provinsi Bali yang sudah dibuka Gubernur Bali. “Jadi walaupun dalam masa pandemi covid-19, tidak menyurutkan komitmen pemerintah untuk melestarikan Budaya Bali,” tegasnya.

 

Ditambahkannya jika Bulan Bahasa Bali di Kabupaten Gianyar pada tahun 2022 tidak lepas dari tema Bulan Bahasa Bali Provinsi Bali yaitu “Danu Kerthi Gitaning Toya Ening” yang sudah tercantum dalam Undang-undang No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang dikuatkan dengan Pergub Bali No 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa Aksara dan Sastra Bali serta dilengkapi  kembali dengan Surat Edaran Gubenur Bali nomor 8352 tentang penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali IV di Provinsi Bali dan Kota/Kabupaten se-Bali.

 

Adapun Lomba yang dilaksanakan pada Bulan Bahasa Bali di Kabupaten Gianyar diantaranya lomba nyurat aksara Bali tingkat SD, lomba ngewacen aksara Bali, lomba nyatua Bali, lomba pidarta bendesa adat. “Nantinya juara dari perlombaan tersebut akan dijadikan Duta Kabupaten Gianyar dalam Lomba Bulan Bahasa Bali tingkat provinsi,” imbuhnya.

 

Adapun  lomba yang dilaksanakan di tingkat provinsi, seperti lomba yang dilaksanakan di Kabupaten Gianyar ditambah lomba debat mebase Bali yang diwakili oleh SMA N 1 Tampaksiring.

 

Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintah dan Kesejateraan Rakyat I Ketut Mudana mengatakan, Bulan Bahasa Bali dilaksanakan setiap bulan Pebruari mulai tahun 2019, merupakan salah satu usaha pemerintah dalam melestarikan Basa,  Aksara, dan Sastra Bali. “Dimana bentuk komitmen pemerintah guna mewujudkan visi dan misi yang sudah tertuang dalam program Pemerintah Kabupaten Gianyar,” ujarnya.

 

Dengan pdanya pandemi, Mudana pun menekankan peringatan Bulan Bahasa Bali tetap menerapkan prokes ketat. Dikatakannya, usaha pemerintah tidak pernah surut melestarikan budaya Bali.  Dirinya mengumpamakan budaya Bali seperti tumbuhan. Akarnya merupakan sastra, batanya merupakan desa pakraman, bunga dan buahnya merupakan seni, yang memberi penghidupan adalah Hindu. “Sehingga budaya Bali dan agama Hindu diakui di Bali hingga sekarang,” lanjutnya.

 

Dengan adanya Bulan Bahasa Bali dirinya berharap bisa membangkitkan minat anak muda  terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali. Dia berharap anak muda menggunakan bahasa Bali dalam pecakapan sehari-hari, di rumah, acara adat dan agama serta berdialog dengan semeton Bali. “Sampunan lek mebase Bali yadiastun waged ring base dure negara. Dados jadma Bali sampunan waneh waneh mebase Bali, patut sutindih ring base aksara lan basa Bali,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Puluhan siswa se-Kabupaten Gianyar mengikuti Lomba Ngwacen Lontar dan Nyurat Aksara Bali, di Balai Budaya Gianyar, Rabu (9/2). Kegiatan itu digelar sekaligus membuka peringatan Bulan Bahasa Bali 2022.

 

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Gusti Agung Sri Widiawati menjelaskan bahwa acara Bulan Bahasa Bali di Kabupaten Gianyar dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 9 hingga 10 Februari 2022, yang merupakan serangkaian acara Bulan Bahasa di Provinsi Bali yang sudah dibuka Gubernur Bali. “Jadi walaupun dalam masa pandemi covid-19, tidak menyurutkan komitmen pemerintah untuk melestarikan Budaya Bali,” tegasnya.

 

Ditambahkannya jika Bulan Bahasa Bali di Kabupaten Gianyar pada tahun 2022 tidak lepas dari tema Bulan Bahasa Bali Provinsi Bali yaitu “Danu Kerthi Gitaning Toya Ening” yang sudah tercantum dalam Undang-undang No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang dikuatkan dengan Pergub Bali No 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa Aksara dan Sastra Bali serta dilengkapi  kembali dengan Surat Edaran Gubenur Bali nomor 8352 tentang penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali IV di Provinsi Bali dan Kota/Kabupaten se-Bali.

 

Adapun Lomba yang dilaksanakan pada Bulan Bahasa Bali di Kabupaten Gianyar diantaranya lomba nyurat aksara Bali tingkat SD, lomba ngewacen aksara Bali, lomba nyatua Bali, lomba pidarta bendesa adat. “Nantinya juara dari perlombaan tersebut akan dijadikan Duta Kabupaten Gianyar dalam Lomba Bulan Bahasa Bali tingkat provinsi,” imbuhnya.

 

Adapun  lomba yang dilaksanakan di tingkat provinsi, seperti lomba yang dilaksanakan di Kabupaten Gianyar ditambah lomba debat mebase Bali yang diwakili oleh SMA N 1 Tampaksiring.

 

Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintah dan Kesejateraan Rakyat I Ketut Mudana mengatakan, Bulan Bahasa Bali dilaksanakan setiap bulan Pebruari mulai tahun 2019, merupakan salah satu usaha pemerintah dalam melestarikan Basa,  Aksara, dan Sastra Bali. “Dimana bentuk komitmen pemerintah guna mewujudkan visi dan misi yang sudah tertuang dalam program Pemerintah Kabupaten Gianyar,” ujarnya.

 

Dengan pdanya pandemi, Mudana pun menekankan peringatan Bulan Bahasa Bali tetap menerapkan prokes ketat. Dikatakannya, usaha pemerintah tidak pernah surut melestarikan budaya Bali.  Dirinya mengumpamakan budaya Bali seperti tumbuhan. Akarnya merupakan sastra, batanya merupakan desa pakraman, bunga dan buahnya merupakan seni, yang memberi penghidupan adalah Hindu. “Sehingga budaya Bali dan agama Hindu diakui di Bali hingga sekarang,” lanjutnya.

 

Dengan adanya Bulan Bahasa Bali dirinya berharap bisa membangkitkan minat anak muda  terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali. Dia berharap anak muda menggunakan bahasa Bali dalam pecakapan sehari-hari, di rumah, acara adat dan agama serta berdialog dengan semeton Bali. “Sampunan lek mebase Bali yadiastun waged ring base dure negara. Dados jadma Bali sampunan waneh waneh mebase Bali, patut sutindih ring base aksara lan basa Bali,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/