alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Polisi Bersemi dan Warung Men Sampik, Jaga Ketahanan Pangan serta Alam

BADUNG, BALI EXPRESS – Polisi Bersemi (Polisi Berkebun di Masa Pandemi) kembali digelar Polres Badung. Kegiatan itu berlangsung di sebuah lahan kawasan Subak Tangkub, Banjar Pengiasan, Mengwi, Badung, Rabu (9/2), sekaligus meluncurkan program baru Warung Men Sampik (warga beruntung menabung sampah plastik).

Hal ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 dan melestarikan lingkungan hidup, apalagi isu ini akan menjadi bahasan dalam KTT G-20. Program yang digagas Kapolres Badung AKBP Leo Deddy Defretes ini turut dihadiri Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra hingga Dandim 1611/Badung Kolonel Inf Made Alit Yudana.

Dalam sambutannya, Leo menjelaskan program Polisi Bersemi ini adalah yang ke 14 kali dilakukan. Sama seperti yang telah digelar di Desa-Desa lain wilayah hukum Polres Badung, lahan yang dipakai adalah lahan tidur atau terbengkalai. “Sehingga jika dikelola dengan baik, lahan itu bisa produktif kembali dan bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan maupun untuk menjaga lingkungan,” tandas Leo.

Adapun lahan yang dipakai adalah milik Gede Rai melalui hasil survei. Pria itu berkecimpung di bidang pariwisata sebagai guide dan fotografer, namun terdampak pandemi, maka dia perlu manfaatkan lagi lahan seluas 45 are yang ditelantarkan sejak 10 tahun tersebut. Selain kerjasama dengan pemilik lahan, dalam mengelola pertanian ini pihaknya menggandeng Dinas Pertanian serta kelompok tani.

Kemudian dalam kesempatan itu, pihaknya menanam bibit cabai hingga jagung. Irjenpol Putu Jayan Danu bahkan menyempatkan untuk ikut menanam bibit-bibit tersebut. Nantinya, hasil panen akan diberikan kepada pemilik dan kelompok yang ikut mengelola seperti yang dilakukan di beberapa lokasi sebelumnya.

“Kami perbantukan bibit, pupuk dan keperluan lainnya, hingga sudah berhasil seperti panen jagung di Subak Citra, Desa Bongkasa, Abiansemal, hingga panen sayur dan bunga di kawasan bekas TPA Canggu, Subak Umadesa, Banjar Padang Linjong, Desa Canggu, Kuta Utara,” tambah mantan Kasat PJR Polda Bali tersebut. Lebih lanjut, mengenai peluncuran Warung Men Sampik ini, disebutkan tentunya untuk menjaga kelestarian alam dari sampah plastik dengan menggandeng perusaan pengelola bernama Bali Waste Cycle (BWS).

Selain untuk lingkungan, manfaat ekonomi juga didapat masyarakat sekitar. Karena dengan membawa sampah plastik ke Warung Men Sampik, warga akan diberi uang sesuai berat sampah dalam bentuk tabungan. “BWS nanti yang membeli sampah dari warga untuk mereka kelola menjadi biji sampah lalu dijual ke pabrik untuk didaur ulang menjadi produk baru, sementara masyarakat bisa menabung hanya dengan sampah plastik dan tentunya berdampak positif bagi lingkungan,” bebernya.

Atas terobosannya ini, Polres Badung terutama Kapolres AKBP Leo sebagai penggagas serta pemilik lahan mendapat apresiasi dari Kapolda Bali. Program ini juga selaras dengan yang dilakukan Kodam IX/Udayana saat Pangdam dijabat Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, yaitu penyediaan air dengan pompa hidram.

Selain manfaat untuk ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan, menggarap lahan tidur jadi produktif merupakan salah satu cara menjaga pertanian Bali. “Saya pesan, bila lahan tidak dimanfaatkan dengan baik, ada saja niat lain seperti tanah pertanian di Bali dijual sehingga lama-lama berkurang bahkan habis. Ini tidak patut dan harus jadi perhatian kita bersama,” tegas Jayan Danu.






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Polisi Bersemi (Polisi Berkebun di Masa Pandemi) kembali digelar Polres Badung. Kegiatan itu berlangsung di sebuah lahan kawasan Subak Tangkub, Banjar Pengiasan, Mengwi, Badung, Rabu (9/2), sekaligus meluncurkan program baru Warung Men Sampik (warga beruntung menabung sampah plastik).

Hal ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 dan melestarikan lingkungan hidup, apalagi isu ini akan menjadi bahasan dalam KTT G-20. Program yang digagas Kapolres Badung AKBP Leo Deddy Defretes ini turut dihadiri Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra hingga Dandim 1611/Badung Kolonel Inf Made Alit Yudana.

Dalam sambutannya, Leo menjelaskan program Polisi Bersemi ini adalah yang ke 14 kali dilakukan. Sama seperti yang telah digelar di Desa-Desa lain wilayah hukum Polres Badung, lahan yang dipakai adalah lahan tidur atau terbengkalai. “Sehingga jika dikelola dengan baik, lahan itu bisa produktif kembali dan bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan maupun untuk menjaga lingkungan,” tandas Leo.

Adapun lahan yang dipakai adalah milik Gede Rai melalui hasil survei. Pria itu berkecimpung di bidang pariwisata sebagai guide dan fotografer, namun terdampak pandemi, maka dia perlu manfaatkan lagi lahan seluas 45 are yang ditelantarkan sejak 10 tahun tersebut. Selain kerjasama dengan pemilik lahan, dalam mengelola pertanian ini pihaknya menggandeng Dinas Pertanian serta kelompok tani.

Kemudian dalam kesempatan itu, pihaknya menanam bibit cabai hingga jagung. Irjenpol Putu Jayan Danu bahkan menyempatkan untuk ikut menanam bibit-bibit tersebut. Nantinya, hasil panen akan diberikan kepada pemilik dan kelompok yang ikut mengelola seperti yang dilakukan di beberapa lokasi sebelumnya.

“Kami perbantukan bibit, pupuk dan keperluan lainnya, hingga sudah berhasil seperti panen jagung di Subak Citra, Desa Bongkasa, Abiansemal, hingga panen sayur dan bunga di kawasan bekas TPA Canggu, Subak Umadesa, Banjar Padang Linjong, Desa Canggu, Kuta Utara,” tambah mantan Kasat PJR Polda Bali tersebut. Lebih lanjut, mengenai peluncuran Warung Men Sampik ini, disebutkan tentunya untuk menjaga kelestarian alam dari sampah plastik dengan menggandeng perusaan pengelola bernama Bali Waste Cycle (BWS).

Selain untuk lingkungan, manfaat ekonomi juga didapat masyarakat sekitar. Karena dengan membawa sampah plastik ke Warung Men Sampik, warga akan diberi uang sesuai berat sampah dalam bentuk tabungan. “BWS nanti yang membeli sampah dari warga untuk mereka kelola menjadi biji sampah lalu dijual ke pabrik untuk didaur ulang menjadi produk baru, sementara masyarakat bisa menabung hanya dengan sampah plastik dan tentunya berdampak positif bagi lingkungan,” bebernya.

Atas terobosannya ini, Polres Badung terutama Kapolres AKBP Leo sebagai penggagas serta pemilik lahan mendapat apresiasi dari Kapolda Bali. Program ini juga selaras dengan yang dilakukan Kodam IX/Udayana saat Pangdam dijabat Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, yaitu penyediaan air dengan pompa hidram.

Selain manfaat untuk ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan, menggarap lahan tidur jadi produktif merupakan salah satu cara menjaga pertanian Bali. “Saya pesan, bila lahan tidak dimanfaatkan dengan baik, ada saja niat lain seperti tanah pertanian di Bali dijual sehingga lama-lama berkurang bahkan habis. Ini tidak patut dan harus jadi perhatian kita bersama,” tegas Jayan Danu.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/