alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Sulinggih ‘Dulang’ Sanggah Chat Beredar, PHDI Bali Akan Bersikap

DENPASAR, BALI EXPRESS – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali saat ini terus mengawal kelanjutan kasus Sulinggih ‘Dulang’ yang heboh tersebut. 

Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof I Gusti Ngurah Sudiana menjelaskan, pihaknya akan bersikap setelah sulinggih yang bersangkutan terbukti melakukan seperti screenshot WhatsApp yang  mengajak sisya wanita untuk menemani membeli dulang, namum mengajak ketemuan juga di hotel untuk diramal tentang masa depannya. Hingga saat ini PHDI Bali masih menunggu masalah hukumnya.

Pria asal Karangasem ini menyampaikan utusan dari PHDI Bali telah berhasil menemui sulinggih muda yang diduga punya  WA yang discreenshot, yakni Ida Shri Bhagawan Dalem Segara.

Hasilnya, utusan PHDI hanya mendapatkan konfirmasi bahwa sulinggih itu tidak tahu menahu dengan chat yang beredar tersebut dan menjadi polemik.  “Ida mengatakan laporannya sudah dibawa ke Polda, untuk bukti kebenarannya. Beliau juga mengatakan sudah klarifikasi di media sosial, juga melalui intsagram. Kepada utusan beliau mengaku tidak tahu dengan chat itu,” jelasnya, Selasa (9/3).

Lantaran sulinggih yang bersangkutan hanya menjelaskan bahwa itu bukan dirinya, membuat PHDI menunggu hasil dari kebenaran hukumnya yang masih diproses. Untuk itu, PHDI pun akan bersikap ketika hasil keabsahan dari chat yang heboh tersebut terbukti dilakukan oleh sulinggih itu atau tidak. 

“Beliau hanya klarifikasi sesuai dengan Instagramnya itu. Parisada dikasi tahu laporan sudah dibawa untuk membuktikan kebenarannya,” sambung Prof Sudiana.

Ditambahkannya, hasil konfirmasi utusan dari PHDI Bali juga menghasilkan bahwa sulinggih tersebut telah melaporkan akun media sosial yang menyebarkan chat itu. Khususnya akun media sosial yang menyebarkan pertama kali dan membuat heboh di dunia maya.

Prof Ngurah Sudiana juga menambahkan kasus yang berkaitan dengan sulinggih yang bersangkutan baru pertama kalinya.  Sementara dari pendekatan dan konfirmasi dari utusan PHDI belum ditemukan adanya kasus yang serupa. 

“Baru pertama kali, tapi PHDI kan tidak berwenang menyelidiki, tapi konfirmasi. Bagaimana kebenaran hukumnya nanti,  baru  PHDI akan ada bersikap lagi,” tegasnya.  

Menyikapi hal tersebut Komang Priambada dari Gerakan Kearifan Hindu se-Nusantara menjelaskan, seharusnya PHDI Bali bekoordinasi dengan Sabha Pandita sesegera mungkin.

“Terlepas dari benar tidaknya, dengan adanya kasus sulinggih sebelumnya di Tampaksiring yang saat ini telah menjadi tersangka, sudah seharusnya PHDI Bali berkoordinasi dengan PHDI Pusat. Agar melakukan rapat membahas hal ini, ” jelasnya.

Ia menyampaikan pembahasan seharusnya mengarah pada bagaimana Bhisama yang telah terbit tahun 2005  lalu. Yaitu sertifikat dikeluarkan oleh PHDI, bukan kelompok masing-masing. Itu adalah legalitas agar tahu sulinggih mana yang mengikuti standar kopetensi yang dibuat.  

“Langkah terpenting saat ini segera umumkan siapa saja sulinggih yang terdaftar di PHDI kepada masyarakat umum. Sehingga tidak salah dalam memilih maupaun memutuskan siapa yang muput dan kemana akan berguru, jika mau jadi siswa. Itu langkah sangat penting sambil menunggu benar tidaknya chat tersebut. Apalagi  mengarah ke tindakan hukum,” tandas Priambada.

 

 

 

 

 

 

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali saat ini terus mengawal kelanjutan kasus Sulinggih ‘Dulang’ yang heboh tersebut. 

Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof I Gusti Ngurah Sudiana menjelaskan, pihaknya akan bersikap setelah sulinggih yang bersangkutan terbukti melakukan seperti screenshot WhatsApp yang  mengajak sisya wanita untuk menemani membeli dulang, namum mengajak ketemuan juga di hotel untuk diramal tentang masa depannya. Hingga saat ini PHDI Bali masih menunggu masalah hukumnya.

Pria asal Karangasem ini menyampaikan utusan dari PHDI Bali telah berhasil menemui sulinggih muda yang diduga punya  WA yang discreenshot, yakni Ida Shri Bhagawan Dalem Segara.

Hasilnya, utusan PHDI hanya mendapatkan konfirmasi bahwa sulinggih itu tidak tahu menahu dengan chat yang beredar tersebut dan menjadi polemik.  “Ida mengatakan laporannya sudah dibawa ke Polda, untuk bukti kebenarannya. Beliau juga mengatakan sudah klarifikasi di media sosial, juga melalui intsagram. Kepada utusan beliau mengaku tidak tahu dengan chat itu,” jelasnya, Selasa (9/3).

Lantaran sulinggih yang bersangkutan hanya menjelaskan bahwa itu bukan dirinya, membuat PHDI menunggu hasil dari kebenaran hukumnya yang masih diproses. Untuk itu, PHDI pun akan bersikap ketika hasil keabsahan dari chat yang heboh tersebut terbukti dilakukan oleh sulinggih itu atau tidak. 

“Beliau hanya klarifikasi sesuai dengan Instagramnya itu. Parisada dikasi tahu laporan sudah dibawa untuk membuktikan kebenarannya,” sambung Prof Sudiana.

Ditambahkannya, hasil konfirmasi utusan dari PHDI Bali juga menghasilkan bahwa sulinggih tersebut telah melaporkan akun media sosial yang menyebarkan chat itu. Khususnya akun media sosial yang menyebarkan pertama kali dan membuat heboh di dunia maya.

Prof Ngurah Sudiana juga menambahkan kasus yang berkaitan dengan sulinggih yang bersangkutan baru pertama kalinya.  Sementara dari pendekatan dan konfirmasi dari utusan PHDI belum ditemukan adanya kasus yang serupa. 

“Baru pertama kali, tapi PHDI kan tidak berwenang menyelidiki, tapi konfirmasi. Bagaimana kebenaran hukumnya nanti,  baru  PHDI akan ada bersikap lagi,” tegasnya.  

Menyikapi hal tersebut Komang Priambada dari Gerakan Kearifan Hindu se-Nusantara menjelaskan, seharusnya PHDI Bali bekoordinasi dengan Sabha Pandita sesegera mungkin.

“Terlepas dari benar tidaknya, dengan adanya kasus sulinggih sebelumnya di Tampaksiring yang saat ini telah menjadi tersangka, sudah seharusnya PHDI Bali berkoordinasi dengan PHDI Pusat. Agar melakukan rapat membahas hal ini, ” jelasnya.

Ia menyampaikan pembahasan seharusnya mengarah pada bagaimana Bhisama yang telah terbit tahun 2005  lalu. Yaitu sertifikat dikeluarkan oleh PHDI, bukan kelompok masing-masing. Itu adalah legalitas agar tahu sulinggih mana yang mengikuti standar kopetensi yang dibuat.  

“Langkah terpenting saat ini segera umumkan siapa saja sulinggih yang terdaftar di PHDI kepada masyarakat umum. Sehingga tidak salah dalam memilih maupaun memutuskan siapa yang muput dan kemana akan berguru, jika mau jadi siswa. Itu langkah sangat penting sambil menunggu benar tidaknya chat tersebut. Apalagi  mengarah ke tindakan hukum,” tandas Priambada.

 

 

 

 

 

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/