alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Dua Siswa Minta Tolong, Ruang Perpustakaan SDN 2 Mas Dilalap Si Jago Merah

GIANYAR, BALI EXPRESS – Ruangan perpustakaan SDN 2 Mas, di Banjar Kawan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, dilalap si jago merah, Rabu (9/3). Belum diketahui secara pasti bagaimana kebakaran tersebut bisa terjadi.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh siswa kelas II bernama Komang Kresna yang baru saja tiba di sekolah sekitar pukul 06.30 WITA. Saat itu saksi terkejut melihat adanya kepulan asap dari ruangan perpustakaan sehingga ia langsung memberi tahu temannya Kadek Intan Dwi Putri.

 

Namun karena sekolah masih sepi dan belum ada guru yang datang, maka keduanya berlari dan memberitahu kondisi tersebut kepada warga yang rumahnya berada disebelah selatan SDN 2 Mas, I Wayan Balik. Seketika itu pula saksi I Wayan Balik berteriak ‘kebakaran, kebakaran’ yang kemudian didengar oleh warga sekitar. Selanjutnya, warga berdatangan membawa peralatan seadanya untuk memadamkan api dengan terlebih dahulu memecahkan kaca jendela dan plafon ruangan lantaran saat itu perpustakaan itu dalam keadaan terkunci, sembari menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Mas dan Pemadam Kebakaran Gianyar.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Ubud, Kompol I Made Tama membenarkan perihal peristiwa kebakaran tersebut. Dirinya mengatakan jika sekitar pukul 06.40 WITA, dua unit armada Damkar Gianyar tiba di TKP untuk memadamkan api. “Dan sekitar pukul 08.00 WITA api berhasil dipadamkan,” tegasnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja sejumlah benda di perpustakaan hangus terbakar, mulai dari 1 set sofa, sejumlah buku, seperangkat media pembelajaran, dan 2 unit rak buku. “Selain itu gedung perpustakaan berukuran 7 X 8 meter itu kondisinya 2 unit jendela pecah, flapon jebol dan dinding hitam,” sambungnya.

 

Namun saat ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran dan masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya pun telah mengumpulkan keterangan saksi, diantaranya guru SDN 2 Mas, Made Tantra yang mengatakan jika setiap hari setelah selesai proses pembelajaran seluruh bangunan di SDN 2 Mas lampunya secara rutin dimatikan. Kemudian didalam ruangan perpustakaan tersebut minim terdapat komponen listrik dan tidak ada komputer. “Dalam olah TKP kita temukan sofa yang paling hangus terbakar,  tapi penyebab pastinya masih kita selidiki,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Ruangan perpustakaan SDN 2 Mas, di Banjar Kawan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, dilalap si jago merah, Rabu (9/3). Belum diketahui secara pasti bagaimana kebakaran tersebut bisa terjadi.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh siswa kelas II bernama Komang Kresna yang baru saja tiba di sekolah sekitar pukul 06.30 WITA. Saat itu saksi terkejut melihat adanya kepulan asap dari ruangan perpustakaan sehingga ia langsung memberi tahu temannya Kadek Intan Dwi Putri.

 

Namun karena sekolah masih sepi dan belum ada guru yang datang, maka keduanya berlari dan memberitahu kondisi tersebut kepada warga yang rumahnya berada disebelah selatan SDN 2 Mas, I Wayan Balik. Seketika itu pula saksi I Wayan Balik berteriak ‘kebakaran, kebakaran’ yang kemudian didengar oleh warga sekitar. Selanjutnya, warga berdatangan membawa peralatan seadanya untuk memadamkan api dengan terlebih dahulu memecahkan kaca jendela dan plafon ruangan lantaran saat itu perpustakaan itu dalam keadaan terkunci, sembari menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Mas dan Pemadam Kebakaran Gianyar.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Ubud, Kompol I Made Tama membenarkan perihal peristiwa kebakaran tersebut. Dirinya mengatakan jika sekitar pukul 06.40 WITA, dua unit armada Damkar Gianyar tiba di TKP untuk memadamkan api. “Dan sekitar pukul 08.00 WITA api berhasil dipadamkan,” tegasnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja sejumlah benda di perpustakaan hangus terbakar, mulai dari 1 set sofa, sejumlah buku, seperangkat media pembelajaran, dan 2 unit rak buku. “Selain itu gedung perpustakaan berukuran 7 X 8 meter itu kondisinya 2 unit jendela pecah, flapon jebol dan dinding hitam,” sambungnya.

 

Namun saat ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran dan masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya pun telah mengumpulkan keterangan saksi, diantaranya guru SDN 2 Mas, Made Tantra yang mengatakan jika setiap hari setelah selesai proses pembelajaran seluruh bangunan di SDN 2 Mas lampunya secara rutin dimatikan. Kemudian didalam ruangan perpustakaan tersebut minim terdapat komponen listrik dan tidak ada komputer. “Dalam olah TKP kita temukan sofa yang paling hangus terbakar,  tapi penyebab pastinya masih kita selidiki,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/