alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Eks Dirjen Bimas Hindu, Prof. Widnya Berpulang Akibat Covid-19

DENPASAR, BALI EXPRESS – Mantan Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama RI, Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA. M.Phil, PhD berpulang. Meninggalnya guru besar di UHN IGN Sugriwa Denpasar ini dikarenakan Covid-19 dengan komorbid komplikasi penyakit dalam.

 

Putra pertama almarhum, Putu Govinda Prasada saat dikonfirmasi mengatakan, jenazah almarhum berada di RS Sanjiwani, Gianyar. “Meninggalnya tadi pagi (Rabu-red) karena Covid-19 dengan komorbid,” ujar Govinda Prasada.

 

Sebagai seorang anak, Govinda Prasada sempat dititipkan pesan oleh almarhum yakni tetap menjaga kesehatan dan menjaga ibu dengan baik. “Itu pesan almarhum kepada kami,” imbuhnya.

 

Menurut Govinda, sosok ayahnya adalah figur seorang pekerja keras. Memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaan yang beliau jalani, dan cinta keluarga. “Beliau pembelajar sejati hingga diakhir hidupnya, beliau masih meminta kami untuk membacakan buku, artikel dan berita. Terlepas dari jabatan bapak di dunia akademik serta professional, kami sebagai anak sangat bangga dengan karakter beliau,” bebernya.

 

Lantas, kapan upacara akan dilakukan? “Rencana prosesi acaranya belum ditentukan. Nanti saya informasikan kalau sudah ada tanggal dan tempat pasti upacaranya,” tegasnya.

 

Sementara itu, meninggalnya Prof. Widnya dibenarkan Ketua PHDI Provinsi Bali yang juga Rektor UHN IGN Sugriwa, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana saat dikonfirmasi Rabu siang.

 

“Tadi pagi saya mendapat kabar beliau (Prof. Widnya) telah berpulang,” ujar Sudiana.

 

Sudiana juga mengatakan jika Prof. Widnya sebelum menjabat sebagai Dirjen Bimas Hindu, almarhum merupakan dosen dan juga Direktur Pasca Sarjana ketika UHN masih bernama IHDN di tahun 2014 lalu. “Setelah selesai menjadi Dirjen Bimas, Prof. Widnya kembali ke kampus dan mengajar. Tapi jarang bertemu karena beliau sakit dan belajarnya juga daring. Kami tetap berkomunikasi tapi kebanyakan lewat daring,” beber Sudiana.

 

Pihaknya pun mengaku kehilangan sosok guru besar di UHN IGB Sugriwa. Sudiana mengatakan, Prof. Widnya memang sempat menjabat sebagai Direktur Pascasarjana, namun hanya beberapa bulan menjabat, langsung ditunjuk menjadi Dirjen Bimas Hindu.

 

“Beliau hanya sebentar di kampus. Beliau juga sempat menjabat sebagai Datang dari Lombok sebagai Ketua STAHN Gde Pudja Mataram lalu jadi Direktur Pasca di IHDN. Beberapa bulannya ditunjuk jadi Dirjen,” tandasnya.

 

Prof. Widnya sendiri lahir di Banjar Ponjok, Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar pada 10 Juni 1960. Ia memiliki istri bernama Ni Made Suci dan tiga anak yakni Putu Govinda Prasada, Radharani Prasada dan Nyoman Krisna.

 

Ia menamatkan Sekolah Pendidikan Guru Agama Hindu Negeri (SPGAHN) Denpasar tahun 1983 dan melanjutkan ke Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, sekaligus bekerja sebagai wartawan Karya Bhakti, koran lokal di Bali yang digagas Gubernur Bali saat itu Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.

 

Ia juga pernah menjabat Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar. Ia juga melanjutkan pendidikan program pascasarjana (S-2) di University Of Delhi, India (2000-2001), kemudian langsung menyelesaikan studi program doktor (S-3) di perguruan tinggi yang sama tahun 2006.

 

Prof. Widnya juga pernah menjadi Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram, NTB pada tahun 2009-2013. Sejak akhir Oktober 2014 dipercaya sebagai Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama RI menggantikan pejabat sebelumnya Prof. Ida Bagus Yudha Triguna. Ia menjadi Dirjen Bimas Hindu hingga tahun 2020 dan kemudian digantikan oleh Tri Handoko Seto.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Mantan Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama RI, Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA. M.Phil, PhD berpulang. Meninggalnya guru besar di UHN IGN Sugriwa Denpasar ini dikarenakan Covid-19 dengan komorbid komplikasi penyakit dalam.

 

Putra pertama almarhum, Putu Govinda Prasada saat dikonfirmasi mengatakan, jenazah almarhum berada di RS Sanjiwani, Gianyar. “Meninggalnya tadi pagi (Rabu-red) karena Covid-19 dengan komorbid,” ujar Govinda Prasada.

 

Sebagai seorang anak, Govinda Prasada sempat dititipkan pesan oleh almarhum yakni tetap menjaga kesehatan dan menjaga ibu dengan baik. “Itu pesan almarhum kepada kami,” imbuhnya.

 

Menurut Govinda, sosok ayahnya adalah figur seorang pekerja keras. Memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaan yang beliau jalani, dan cinta keluarga. “Beliau pembelajar sejati hingga diakhir hidupnya, beliau masih meminta kami untuk membacakan buku, artikel dan berita. Terlepas dari jabatan bapak di dunia akademik serta professional, kami sebagai anak sangat bangga dengan karakter beliau,” bebernya.

 

Lantas, kapan upacara akan dilakukan? “Rencana prosesi acaranya belum ditentukan. Nanti saya informasikan kalau sudah ada tanggal dan tempat pasti upacaranya,” tegasnya.

 

Sementara itu, meninggalnya Prof. Widnya dibenarkan Ketua PHDI Provinsi Bali yang juga Rektor UHN IGN Sugriwa, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana saat dikonfirmasi Rabu siang.

 

“Tadi pagi saya mendapat kabar beliau (Prof. Widnya) telah berpulang,” ujar Sudiana.

 

Sudiana juga mengatakan jika Prof. Widnya sebelum menjabat sebagai Dirjen Bimas Hindu, almarhum merupakan dosen dan juga Direktur Pasca Sarjana ketika UHN masih bernama IHDN di tahun 2014 lalu. “Setelah selesai menjadi Dirjen Bimas, Prof. Widnya kembali ke kampus dan mengajar. Tapi jarang bertemu karena beliau sakit dan belajarnya juga daring. Kami tetap berkomunikasi tapi kebanyakan lewat daring,” beber Sudiana.

 

Pihaknya pun mengaku kehilangan sosok guru besar di UHN IGB Sugriwa. Sudiana mengatakan, Prof. Widnya memang sempat menjabat sebagai Direktur Pascasarjana, namun hanya beberapa bulan menjabat, langsung ditunjuk menjadi Dirjen Bimas Hindu.

 

“Beliau hanya sebentar di kampus. Beliau juga sempat menjabat sebagai Datang dari Lombok sebagai Ketua STAHN Gde Pudja Mataram lalu jadi Direktur Pasca di IHDN. Beberapa bulannya ditunjuk jadi Dirjen,” tandasnya.

 

Prof. Widnya sendiri lahir di Banjar Ponjok, Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar pada 10 Juni 1960. Ia memiliki istri bernama Ni Made Suci dan tiga anak yakni Putu Govinda Prasada, Radharani Prasada dan Nyoman Krisna.

 

Ia menamatkan Sekolah Pendidikan Guru Agama Hindu Negeri (SPGAHN) Denpasar tahun 1983 dan melanjutkan ke Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, sekaligus bekerja sebagai wartawan Karya Bhakti, koran lokal di Bali yang digagas Gubernur Bali saat itu Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.

 

Ia juga pernah menjabat Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar. Ia juga melanjutkan pendidikan program pascasarjana (S-2) di University Of Delhi, India (2000-2001), kemudian langsung menyelesaikan studi program doktor (S-3) di perguruan tinggi yang sama tahun 2006.

 

Prof. Widnya juga pernah menjadi Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram, NTB pada tahun 2009-2013. Sejak akhir Oktober 2014 dipercaya sebagai Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama RI menggantikan pejabat sebelumnya Prof. Ida Bagus Yudha Triguna. Ia menjadi Dirjen Bimas Hindu hingga tahun 2020 dan kemudian digantikan oleh Tri Handoko Seto.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/