alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Izin ‘Nyaplir’, Sentra UMKM Sukla Satyagraha Tetap Buka Meski Disegel

GIANYAR, BALI EXPRESS – Meskipun pihak pengelola sentra UMKM Sukla Satyagraha mengaku telah memiliki izin melalui Online Single Submission (OSS), namun ternyata izin yang keluar tidak sesuai dengan aktivitas yang berada didalamnya.

 

Sebelumnya, Satpol PP Gianyar menutup sementara sentra UMKM yang sering disebut pasar senggol di Jalan Astina, Gianyar, tersebut karena tidak memiliki izin sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Palayanan Satu Pintu Gianyar, Dewa Alit Mudiarta, yang dikonfirmasi Rabu (9/3), menyampaikan bahwa sejauh ini sentra tersebut termasuk sejumlah tempat lainnya diberikan beroperasi karena sejumlah pasar masih dalam tahap pembangunan. “Dan sekarang ketika pasar sudah dibuka maka pedagang yang berjualan difasilitas umum diarahkan ke tempat yang memiliki legalitas jelas dan pasti,” ujarnya.

 

Sentra UMKM Sukla Satyagraha itu sendiri, memang telah memiliki izin melalui OSS, namun izin tersebut untuk koperasi simpan pijam yang ada didalam gedung. Bukan diluar gedung seperti aktivitas yang ada saat ini. Dengan kata lain, izin yang dimiliki ‘nyaplir’. “Itu izinnya koperasi simpan pinjam, berada didalam gedung bukan diluar gedung,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut dirinya menambahkan jika sentra UMKM tersebut sejatinya sudah pernah melakukan pengajuan izin, namun berkasnya tidak lengkap, sehingga permohonan dikembalikan agar diperbaiki. “Kita juga sudah panggil beberapa kali agar merampungkan, sampai saat ini belum berproses dan belum ada pengajuan lagi,” sambungnya.

 

Mudiarta pun menegaskan jika pihaknya tidak ada mempersulit proses perizinan, dan terbuka terhadap siapa saja yang mau mengurus izin. “Pemerintah daerah terbuka welcome pada setiap investor yang datang ke Gianyar. Dan kami tidak pernah mempersulit masyarakat untuk mengurus perizinan,” tandasnya.

 

Sayangnya meskipun sudah ditutup, nyatanya aktifitas di sentra tersebut masih buka seperti biasa. Terkait hal tersebut, Kasatpol PP Gianyar, Made Watha, mengatakan jika surat kemarin merupakan teguran kedua.

 

“Namun jika masih diabaikan dan membandel sampai teguran terakhir maka akan dilakukan upaya paksa, karena yang bersangkutan tidak mengindahkan anjuran dari pemkab,” paparnya.

 

Ia menambahkan jika pemilik sudah pernah diundang rapat oleh tim Pemkab Gianyar lalu, tepatnya tanggal 14 februari 2022. Satpol PP Gianyar pun sudah  pernah memberi petunjuk, dan yang bersangkutan sudah siap mengikuti aturan yang berlaku serta mengikuti hasil keputusan rapat.

 

“Pemkab Gianyar tidak melarang warga atau masyarakat untuk berusaha. Namun kita adalah negara hukum harus memenuhi ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Meskipun pihak pengelola sentra UMKM Sukla Satyagraha mengaku telah memiliki izin melalui Online Single Submission (OSS), namun ternyata izin yang keluar tidak sesuai dengan aktivitas yang berada didalamnya.

 

Sebelumnya, Satpol PP Gianyar menutup sementara sentra UMKM yang sering disebut pasar senggol di Jalan Astina, Gianyar, tersebut karena tidak memiliki izin sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Palayanan Satu Pintu Gianyar, Dewa Alit Mudiarta, yang dikonfirmasi Rabu (9/3), menyampaikan bahwa sejauh ini sentra tersebut termasuk sejumlah tempat lainnya diberikan beroperasi karena sejumlah pasar masih dalam tahap pembangunan. “Dan sekarang ketika pasar sudah dibuka maka pedagang yang berjualan difasilitas umum diarahkan ke tempat yang memiliki legalitas jelas dan pasti,” ujarnya.

 

Sentra UMKM Sukla Satyagraha itu sendiri, memang telah memiliki izin melalui OSS, namun izin tersebut untuk koperasi simpan pijam yang ada didalam gedung. Bukan diluar gedung seperti aktivitas yang ada saat ini. Dengan kata lain, izin yang dimiliki ‘nyaplir’. “Itu izinnya koperasi simpan pinjam, berada didalam gedung bukan diluar gedung,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut dirinya menambahkan jika sentra UMKM tersebut sejatinya sudah pernah melakukan pengajuan izin, namun berkasnya tidak lengkap, sehingga permohonan dikembalikan agar diperbaiki. “Kita juga sudah panggil beberapa kali agar merampungkan, sampai saat ini belum berproses dan belum ada pengajuan lagi,” sambungnya.

 

Mudiarta pun menegaskan jika pihaknya tidak ada mempersulit proses perizinan, dan terbuka terhadap siapa saja yang mau mengurus izin. “Pemerintah daerah terbuka welcome pada setiap investor yang datang ke Gianyar. Dan kami tidak pernah mempersulit masyarakat untuk mengurus perizinan,” tandasnya.

 

Sayangnya meskipun sudah ditutup, nyatanya aktifitas di sentra tersebut masih buka seperti biasa. Terkait hal tersebut, Kasatpol PP Gianyar, Made Watha, mengatakan jika surat kemarin merupakan teguran kedua.

 

“Namun jika masih diabaikan dan membandel sampai teguran terakhir maka akan dilakukan upaya paksa, karena yang bersangkutan tidak mengindahkan anjuran dari pemkab,” paparnya.

 

Ia menambahkan jika pemilik sudah pernah diundang rapat oleh tim Pemkab Gianyar lalu, tepatnya tanggal 14 februari 2022. Satpol PP Gianyar pun sudah  pernah memberi petunjuk, dan yang bersangkutan sudah siap mengikuti aturan yang berlaku serta mengikuti hasil keputusan rapat.

 

“Pemkab Gianyar tidak melarang warga atau masyarakat untuk berusaha. Namun kita adalah negara hukum harus memenuhi ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/