alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai Diresmikan, Sarpras Jadi PR

BADUNG, BALI EXPRESS – Peresmian Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Badung berlangsung pada Rabu (9/3). Meski telah terbentuk dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan, sarana dan prasarana (Sarpras) Polres ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR).

 

Hal itu disampaikan Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra yang memimpin langsung kegiatan itu dengan dihadiri Pejabat Utama Polda Bali serta seluruh Kapolres se-Bali. Turut hadir perwakilan dari instansi terkait seperti Danlanud Kolonel Penerbang Reza Sastranegara, Wakil walikota Denpasar Kadek Agus Ari Wibawa, Sekda Badung Adi Arnawa, Kepala Otoritas Bandara dan General Manager Angkasa Pura I.

 

Dalam sambutannya, Jayan mengaku bersyukur Polres ini bisa terbentuk, walau dengan perjuangan yang tidak mudah serta berdasarkan hasil Assistensi oleh Kemenpan RB pada Oktober 2021 yang dilaksanakan Srena Polri di Jakarta. “Sehingga Kemenpan RB menyetujui dan diterbitkan Keputusan Kapolri Nomor : KEP/99/I/2022, tanggal 24 januari 2022 tentang pembentukan Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” bebernya.

 

Sebagaimana diketahui, Polri mengklarifikasi Polres dengan kategori A, B, C dan D. A merupakan Polres Metro, B sebagai Polresta layaknya Polresta Denpasar, lalu C adalah Polres di Kabupaten seperti biasa dan Polres Bandara ini adalah polres tipe D. Karena ruang lingkupnya hanya kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai saja. Peningkatan status dari sebelumnya Polsek KP3 Udara Bandara ini dalam rangka meningkatkan fungsi pelayanan kepolisian di kawasan bandara.

 

“Kita ketahui bahwa sejak dibentuk awalnya adalah Polsek kawasan Bandara pada 2013, cikal-bakal nya dari Pospol mungkin sejak tahun 80-an, lalu sekarang meningkat, tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka pelayanan,” ujarnya. Ini juga atas pertimbangan jumlah penumpang di Bandara terus meningkat tiap tahunnya. Seperti pada periode 2019-2020 saja, jumlah penumpang mencapai kurang lebih 6 juta.

 

Padahal di awal pembentukan Polsek pada 2013, rata- rata per bulan penumpang bandara sekitar 400 ribu per bulan, apalagi 2010 yang hanya 20 ribu per bulan. Selain itu, pada awal pembentukan dari Pospol menjadi Polsek saat itu juga bertepatan untuk menghadapi penyelenggaraan event internasional Konferensi Tingkat Tinggi APEC (Asia Pasific Economic Cooperation). Begitu juga saat ini, dinaikannya status Polsek menjadi Polres momentumnya pas untuk menghadapi event Internasional KTT G-20.

 

Sehingga dengan dibentuknya Polres ini, pelayanan tidak terbatas hanya 80 personil melalui unit-unit kecil saja sesuai regulasi Polsek. Karena Polres tipe D mengharuskan minimal personil mencapai 200 orang dan akan melayani melalui Satuan kerja yang tentunya lebih besar. Tentunya, jumlah personil ditambah dan tuntutan performa yang tinggi memerlukan kelengkapan Sarpras yang memadai. Ini disebut menjadi PR Polri dan Polda, karena Polres beroperasi masih memakai bangunan Polsek sebelumnya.

 

“Apalagi pengajuan ke Kemenpan RB, syarat agar bisa membentuk Polres waktu itu adalah kami harus punya tempatnya,” ucap Jendral Bintang Dua itu. Beruntung dengan bantuan pihak Angkasa Pura sebagai pemilik kawasan, Kantor Polres nantinya akan dibangun baru di atas lahan seluas 800 meter persegi yang mereka pinjamkan. Tapi karena statusnya pinjaman, maka akan ada perhitungan-perhitungan lainnya terkait aset sehingga harus dicarikan solusi sesegera mungkin.

 

“Selain itu, pembangunan gedung Polres ini, apakah murni dari Mabes Polri atau barangkali ada Walikota dan Sekda yang bersedia, mengingat lingkungan ini merupakan kepentingan bersama, atau juga semacam CSR lagi yang bisa diberikan kami untuk dimanfaatkan dalam pembangunan,” tambahnya. Setelah menyampaikan sambutan, Kapolda menandatangani prasasti yang menandakan Polres telah resmi beroperasi.

 

Adapun jabatan Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk sementara akan diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT) AKBP Ida Ayu Wikarniti yang sebelumnya menjabat Kasubid Dalver Polda Bali. Jauan Dani menekankan kepada Wikarniti beserta seluruh personilnya, agar dapat menjaga serta merawat dengan baik sarana dan prasarana yang telah dimiliki untuk menunjang tugas sehari-hari. Mereka diminta melaksanakan tugas dengan baik dan selalu jaga Sinergitas dengan TNI AU, otoritas bandara serta stakeholder terkait lainnya dan juga masyarakat.






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Peresmian Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Badung berlangsung pada Rabu (9/3). Meski telah terbentuk dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan, sarana dan prasarana (Sarpras) Polres ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR).

 

Hal itu disampaikan Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra yang memimpin langsung kegiatan itu dengan dihadiri Pejabat Utama Polda Bali serta seluruh Kapolres se-Bali. Turut hadir perwakilan dari instansi terkait seperti Danlanud Kolonel Penerbang Reza Sastranegara, Wakil walikota Denpasar Kadek Agus Ari Wibawa, Sekda Badung Adi Arnawa, Kepala Otoritas Bandara dan General Manager Angkasa Pura I.

 

Dalam sambutannya, Jayan mengaku bersyukur Polres ini bisa terbentuk, walau dengan perjuangan yang tidak mudah serta berdasarkan hasil Assistensi oleh Kemenpan RB pada Oktober 2021 yang dilaksanakan Srena Polri di Jakarta. “Sehingga Kemenpan RB menyetujui dan diterbitkan Keputusan Kapolri Nomor : KEP/99/I/2022, tanggal 24 januari 2022 tentang pembentukan Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” bebernya.

 

Sebagaimana diketahui, Polri mengklarifikasi Polres dengan kategori A, B, C dan D. A merupakan Polres Metro, B sebagai Polresta layaknya Polresta Denpasar, lalu C adalah Polres di Kabupaten seperti biasa dan Polres Bandara ini adalah polres tipe D. Karena ruang lingkupnya hanya kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai saja. Peningkatan status dari sebelumnya Polsek KP3 Udara Bandara ini dalam rangka meningkatkan fungsi pelayanan kepolisian di kawasan bandara.

 

“Kita ketahui bahwa sejak dibentuk awalnya adalah Polsek kawasan Bandara pada 2013, cikal-bakal nya dari Pospol mungkin sejak tahun 80-an, lalu sekarang meningkat, tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka pelayanan,” ujarnya. Ini juga atas pertimbangan jumlah penumpang di Bandara terus meningkat tiap tahunnya. Seperti pada periode 2019-2020 saja, jumlah penumpang mencapai kurang lebih 6 juta.

 

Padahal di awal pembentukan Polsek pada 2013, rata- rata per bulan penumpang bandara sekitar 400 ribu per bulan, apalagi 2010 yang hanya 20 ribu per bulan. Selain itu, pada awal pembentukan dari Pospol menjadi Polsek saat itu juga bertepatan untuk menghadapi penyelenggaraan event internasional Konferensi Tingkat Tinggi APEC (Asia Pasific Economic Cooperation). Begitu juga saat ini, dinaikannya status Polsek menjadi Polres momentumnya pas untuk menghadapi event Internasional KTT G-20.

 

Sehingga dengan dibentuknya Polres ini, pelayanan tidak terbatas hanya 80 personil melalui unit-unit kecil saja sesuai regulasi Polsek. Karena Polres tipe D mengharuskan minimal personil mencapai 200 orang dan akan melayani melalui Satuan kerja yang tentunya lebih besar. Tentunya, jumlah personil ditambah dan tuntutan performa yang tinggi memerlukan kelengkapan Sarpras yang memadai. Ini disebut menjadi PR Polri dan Polda, karena Polres beroperasi masih memakai bangunan Polsek sebelumnya.

 

“Apalagi pengajuan ke Kemenpan RB, syarat agar bisa membentuk Polres waktu itu adalah kami harus punya tempatnya,” ucap Jendral Bintang Dua itu. Beruntung dengan bantuan pihak Angkasa Pura sebagai pemilik kawasan, Kantor Polres nantinya akan dibangun baru di atas lahan seluas 800 meter persegi yang mereka pinjamkan. Tapi karena statusnya pinjaman, maka akan ada perhitungan-perhitungan lainnya terkait aset sehingga harus dicarikan solusi sesegera mungkin.

 

“Selain itu, pembangunan gedung Polres ini, apakah murni dari Mabes Polri atau barangkali ada Walikota dan Sekda yang bersedia, mengingat lingkungan ini merupakan kepentingan bersama, atau juga semacam CSR lagi yang bisa diberikan kami untuk dimanfaatkan dalam pembangunan,” tambahnya. Setelah menyampaikan sambutan, Kapolda menandatangani prasasti yang menandakan Polres telah resmi beroperasi.

 

Adapun jabatan Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk sementara akan diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT) AKBP Ida Ayu Wikarniti yang sebelumnya menjabat Kasubid Dalver Polda Bali. Jauan Dani menekankan kepada Wikarniti beserta seluruh personilnya, agar dapat menjaga serta merawat dengan baik sarana dan prasarana yang telah dimiliki untuk menunjang tugas sehari-hari. Mereka diminta melaksanakan tugas dengan baik dan selalu jaga Sinergitas dengan TNI AU, otoritas bandara serta stakeholder terkait lainnya dan juga masyarakat.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/