alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Diduga Bensin Terpercik Api, Warung dan Bengkel Ludes Terbakar

TABANAN, BALI EXPRESS – Sebuah bangunan yang terdiri dari warung dan bengkel di Banjar Samsaman Kaja, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat ludes terbakar, Jumat (9/4).

Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, kebakaran itu mengakibatkan seluruh isi warung dan bengkel ludes terbakar. Bahkan, tiga unit motor ludes terbakar dan tinggal rangkanya saja.

Tidak hanya itu, tiga unit kompresor, satu unit lemari es, satu unit freezer atau mesin pendingin, lemari stokis, satu unit jenset, dua unit mesin rumput, satu unit mesin traktor, dan satu unit televisi turut terbakar.

Belum lagi spare part sepeda motor dan sembako yang dijual pada warung sebelah bengkel tersebut.

“Nihil korban jiwa. Tapi total kerugian diperkirakan mencapai Rp 300 juta,” jelas Kapolsek Selemadeg Barat, AKP I Gusti Lanang Jelantik, yang membenarkan terjadinya kebakaran tersebut saat dikonfirmasi.

Dugaan sementara, kebakaran yang terjadi pada bangunan milik I Ketut Bela Arta,58, itu disebabkan percikan api yang mengenai cairan bensin. Ini juga yang membuat kobaran api cepat dan mudah merembet.

Baca Juga :  Pastika Ajak Warga Pasek Bersatu dan Jengah

Informasinya, sebelum kejadian korban dan istrinya pergi ke pasar untuk membeli barang dagangan. Sekembalinya dari pasar, sekitar pukul 08.00 Wita, istri korban pergi membeli bensin. Sementara korban mulai bekerja di bengkelnya. Mengelas besi.

Sekitar 30 menit kemudian, istri korban datang membawa 60 liter bensin yang dimuat ke dalam dua jeriken. Korban sempat menghentikan pekerjaannya saat itu. Membantu istrinya menurunkan bensin yang baru saja dibeli.

Tidak lama kemudian, korban kembali meneruskan pekerjaannya. Memasang pengait pada besi pipa yang sedang dilasnya. Nah, saat itulah diduga api mulai muncul dan menyambar bensin dalam jeriken yang jaraknya sekitar empat meter dari posisi korban bekerja.

“Kemungkinan sumbernya dari percikan api saat mengelas besi. Karena korban sudah melihat api membesar,” imbuh Lanang Jelantik.

Melihat kobaran api itu, korban sempat berusaha memadamkan api dengan air pompa. Tapi celakanya, mesin pompa tidak menyala karena listrik padam lantaran meterannya persis berada di atas jeriken bensin yang terbakar.

Baca Juga :  3 Siswa SMK Singamandawa Berteriak Histeris, Ternyata Ini yang Terjadi

Upaya untuk memadamkan mentok, korban lantas bergegas ke warung untuk mengeluarkan tabung gas yang dijual. Sayangnya, api yang terlanjur cepat menjalar menghambatnya. Sehingga dia memutuskan untuk berusaha menyelamatkan diri.

“Yang bersangkutan (korban) sempat berusaha memindahkan tabung gas di warung. Tapi cuma satu tabung saja yang bisa dilempar ke luar. Karena api sudah besar,” sambungnya.

Selain itu, korban juga sempat memukul kentongan untuk meminta bantuan. Karena posisi bangunan antarumah warga juga agak berjauhan. Namun warga yang datang ke lokasi kejadian juga tidak bisa berbuat banyak. Lantaran sumber air tidak ada. “Warga sudah sampai ke lokasi. Cuma kesulitan air. Sumber tidak ada. Sungai tidak ada,” jelasnya.

Proses pemadaman api baru bisa dilakukan sejam kemudian. Setelah petugas kebakaran dari Pemkab Tabanan tiba di lokasi kejadian. Itupun dalam kondisi bangunan sudah terbakar total. 

 


TABANAN, BALI EXPRESS – Sebuah bangunan yang terdiri dari warung dan bengkel di Banjar Samsaman Kaja, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat ludes terbakar, Jumat (9/4).

Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, kebakaran itu mengakibatkan seluruh isi warung dan bengkel ludes terbakar. Bahkan, tiga unit motor ludes terbakar dan tinggal rangkanya saja.

Tidak hanya itu, tiga unit kompresor, satu unit lemari es, satu unit freezer atau mesin pendingin, lemari stokis, satu unit jenset, dua unit mesin rumput, satu unit mesin traktor, dan satu unit televisi turut terbakar.

Belum lagi spare part sepeda motor dan sembako yang dijual pada warung sebelah bengkel tersebut.

“Nihil korban jiwa. Tapi total kerugian diperkirakan mencapai Rp 300 juta,” jelas Kapolsek Selemadeg Barat, AKP I Gusti Lanang Jelantik, yang membenarkan terjadinya kebakaran tersebut saat dikonfirmasi.

Dugaan sementara, kebakaran yang terjadi pada bangunan milik I Ketut Bela Arta,58, itu disebabkan percikan api yang mengenai cairan bensin. Ini juga yang membuat kobaran api cepat dan mudah merembet.

Baca Juga :  3 Siswa SMK Singamandawa Berteriak Histeris, Ternyata Ini yang Terjadi

Informasinya, sebelum kejadian korban dan istrinya pergi ke pasar untuk membeli barang dagangan. Sekembalinya dari pasar, sekitar pukul 08.00 Wita, istri korban pergi membeli bensin. Sementara korban mulai bekerja di bengkelnya. Mengelas besi.

Sekitar 30 menit kemudian, istri korban datang membawa 60 liter bensin yang dimuat ke dalam dua jeriken. Korban sempat menghentikan pekerjaannya saat itu. Membantu istrinya menurunkan bensin yang baru saja dibeli.

Tidak lama kemudian, korban kembali meneruskan pekerjaannya. Memasang pengait pada besi pipa yang sedang dilasnya. Nah, saat itulah diduga api mulai muncul dan menyambar bensin dalam jeriken yang jaraknya sekitar empat meter dari posisi korban bekerja.

“Kemungkinan sumbernya dari percikan api saat mengelas besi. Karena korban sudah melihat api membesar,” imbuh Lanang Jelantik.

Melihat kobaran api itu, korban sempat berusaha memadamkan api dengan air pompa. Tapi celakanya, mesin pompa tidak menyala karena listrik padam lantaran meterannya persis berada di atas jeriken bensin yang terbakar.

Baca Juga :  Desa Sumerta Kelod Ajak Warga Rajin Nabung Sampah

Upaya untuk memadamkan mentok, korban lantas bergegas ke warung untuk mengeluarkan tabung gas yang dijual. Sayangnya, api yang terlanjur cepat menjalar menghambatnya. Sehingga dia memutuskan untuk berusaha menyelamatkan diri.

“Yang bersangkutan (korban) sempat berusaha memindahkan tabung gas di warung. Tapi cuma satu tabung saja yang bisa dilempar ke luar. Karena api sudah besar,” sambungnya.

Selain itu, korban juga sempat memukul kentongan untuk meminta bantuan. Karena posisi bangunan antarumah warga juga agak berjauhan. Namun warga yang datang ke lokasi kejadian juga tidak bisa berbuat banyak. Lantaran sumber air tidak ada. “Warga sudah sampai ke lokasi. Cuma kesulitan air. Sumber tidak ada. Sungai tidak ada,” jelasnya.

Proses pemadaman api baru bisa dilakukan sejam kemudian. Setelah petugas kebakaran dari Pemkab Tabanan tiba di lokasi kejadian. Itupun dalam kondisi bangunan sudah terbakar total. 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/