alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Diguyur Hujan Lebat, Sejumlah Bangunan Rusak dan Terendam di Buleleng

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Hujan lebat yang terjadi Kamis (8/4) menyebabkan banjir di sejumlah titik di wilayah Kota Singaraja. Selain merendam beberapa rumah, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan robohnya bangunan rumah. Disamping itu puluhan rumah warga turut terendam saat hujan terjadi. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Dari pantauan di lapangan, nampak sebuah bangunan baru jebol akibat diguyur hujan selama kurang lebih 5 jam. Tembok setinggi 10 meter dan panjang 3 meter tersebut amblas di Gang 6 Banjar Penataran, Kelurahan Kendran, Kecamatan Buleleng. Bangunan rumah tersebut milik Komang Budi Satya, 29. Rumah yang rencananya akan di plester itu tiba-tiba menimpa bagian belakang rumah milik Ni Ketut Sukariani (42). Hingga Jumat (9/4) material reruntuhan bangunan rumah itu masih belum dibersihkan.

Menurut Komang Budi Satya, bangunan rumah itu akan dipasangi atap, kemudian di plester. Namun karena hujan lebat, rencana tersebut dibatalkan. Namun sayang, niatan untuk memasang atap tak bisa dilakukan, lantaran bangunannya ambruk. “Rencana mau di pese di kamar-kamar itu. Karena hujannya lebat, maunya hari ini saya sender bangunannya. Di pese juga biar air gak meresap. Karena tanahnya labil. Ini juga mau pasang atap. Kerugian kira-kira diatas 10 juta. Saat kejadian malam itu, saya ada di Banyuning di rumah ibu. Saya dikabari paman, bahwa bangunannya jebol,” ujar Satya yang didampingi ibunya Ketut Murtini.

Baca Juga :  Terlilit Kasus Korupsi, Perbekel Celukan Bawang, Diberhentikan Tetap

Sementara itu, Ni Ketut Sukariani, 42, yang rumahnya tertimpa runtuhan bangunan mengatakan, sejak bangunan itu dibuat, tembok belakang rumahnya tersebut telah retak dan condong kea rah rumahnya 20 cm. Ia pun berjaga-jaga dengan memindahkan barang-barang yang ada di ruangan itu, bila nanti terjadi jebol. Dan benar saja, ternyata hujan kemarin menyebabkan jebol pada bangunan tersebut. “Semua sudah dipindahkan takutnya roboh. Karena waktu membangun temboknya sudah miring 20 cm ke sini. Makanya udah dipindahin. Ternyata beneran roboh. Yang tertimpa tempat cucian dan tempat pakaian. Jalan mau ke kamar mandi belakang. Saat kejadian saya di rumah. Dari pagi gak ada aktivitas. Anak-anak saya larang main ke belakang. Soalnya sudah retak,” kata dia.

Disisi lain, Kepala Lingkungan Banjar Penataran, Kelurahan Kendran, Putu Dharma Wiriasa mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 wita. Genangan air yang diakibatkan karena hujan lebat, meresap ke dalam tanah hingga tak mampu ditahan oleh tanah. Akibatnya sebagian bangunan milik warganya tersebut jebol. “Kemarin kejadian jam 8 malam. Kemungkinan debit air besar. Tanah bangunannya masih labil. Air hujan meresap ke tanah jadinya ambruk,” ujarnya.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Agung 2020, Polres Gianyar Imbau Jaga Jarak

Dari hasil assessment BPBD Buleleng, kerugian yang dialami Komang Satya Budi itu mencapai Rp 10 juta. Selain itu, di Jalan Pahlawan, Gang 17, Kelurahan Banjar Tegal juga terjadi hal yang sama. Atap rumah Made Widiarta, 42, ambruk setelah diguyur hujan deras. Ambruknya atap rumah itu menimpa bagian dapur pemilik rumah. Kerugian ditafsir mencapai Rp 15 juta.

Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi, BPBD Buleleng, I Gusti Bagus Suryadharma dihubungi via telepon mengatakan, kerusakan bangunan terjadi dua lokasi, yakni di Kelurahan Kendran dan Kelurahan Banjar Tegal. Sementara jalan dengan status kabupaten di kawasan jalan Wibisana Singaraja juga mengalami jebol sepanjang 10 meter dan tinggi 6 meter. “Kerugian jalan itu mencapai Rp 25 juta. Selain itu tidak ada kerusakan yang berarti. Sambil menunggu juga laporan resmi dari pihak kelurahan,” ungkapnya, Jumat (9/4).

Setelah dilakukan assessment, BPBD Buleleng menghimpun beberapa lokasi yang terdampak banjir. Diantaranya, di Jalan Pulau Lombok dan Jalan Pulau Sumatra di Kelurahan Kampung Baru. Sebanyak 79 KK di Keluraha Kampung Bugis juga terdampak. Sementara di Kelurahan Kampung Kajanan, RT 17 sebanyak kurang lebih 19 KK yang terdampak. Sedangkan di Kelurahan Kampung Anyar terdapat 55 KK. Total ada 153 KK yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Buleleng. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Hujan lebat yang terjadi Kamis (8/4) menyebabkan banjir di sejumlah titik di wilayah Kota Singaraja. Selain merendam beberapa rumah, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan robohnya bangunan rumah. Disamping itu puluhan rumah warga turut terendam saat hujan terjadi. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Dari pantauan di lapangan, nampak sebuah bangunan baru jebol akibat diguyur hujan selama kurang lebih 5 jam. Tembok setinggi 10 meter dan panjang 3 meter tersebut amblas di Gang 6 Banjar Penataran, Kelurahan Kendran, Kecamatan Buleleng. Bangunan rumah tersebut milik Komang Budi Satya, 29. Rumah yang rencananya akan di plester itu tiba-tiba menimpa bagian belakang rumah milik Ni Ketut Sukariani (42). Hingga Jumat (9/4) material reruntuhan bangunan rumah itu masih belum dibersihkan.

Menurut Komang Budi Satya, bangunan rumah itu akan dipasangi atap, kemudian di plester. Namun karena hujan lebat, rencana tersebut dibatalkan. Namun sayang, niatan untuk memasang atap tak bisa dilakukan, lantaran bangunannya ambruk. “Rencana mau di pese di kamar-kamar itu. Karena hujannya lebat, maunya hari ini saya sender bangunannya. Di pese juga biar air gak meresap. Karena tanahnya labil. Ini juga mau pasang atap. Kerugian kira-kira diatas 10 juta. Saat kejadian malam itu, saya ada di Banyuning di rumah ibu. Saya dikabari paman, bahwa bangunannya jebol,” ujar Satya yang didampingi ibunya Ketut Murtini.

Baca Juga :  Genjot Program 2020, Koster Kumpulkan Pimpinan OPD

Sementara itu, Ni Ketut Sukariani, 42, yang rumahnya tertimpa runtuhan bangunan mengatakan, sejak bangunan itu dibuat, tembok belakang rumahnya tersebut telah retak dan condong kea rah rumahnya 20 cm. Ia pun berjaga-jaga dengan memindahkan barang-barang yang ada di ruangan itu, bila nanti terjadi jebol. Dan benar saja, ternyata hujan kemarin menyebabkan jebol pada bangunan tersebut. “Semua sudah dipindahkan takutnya roboh. Karena waktu membangun temboknya sudah miring 20 cm ke sini. Makanya udah dipindahin. Ternyata beneran roboh. Yang tertimpa tempat cucian dan tempat pakaian. Jalan mau ke kamar mandi belakang. Saat kejadian saya di rumah. Dari pagi gak ada aktivitas. Anak-anak saya larang main ke belakang. Soalnya sudah retak,” kata dia.

Disisi lain, Kepala Lingkungan Banjar Penataran, Kelurahan Kendran, Putu Dharma Wiriasa mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 wita. Genangan air yang diakibatkan karena hujan lebat, meresap ke dalam tanah hingga tak mampu ditahan oleh tanah. Akibatnya sebagian bangunan milik warganya tersebut jebol. “Kemarin kejadian jam 8 malam. Kemungkinan debit air besar. Tanah bangunannya masih labil. Air hujan meresap ke tanah jadinya ambruk,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggota TNI AL Menang Pilkel PAW Banjarasem

Dari hasil assessment BPBD Buleleng, kerugian yang dialami Komang Satya Budi itu mencapai Rp 10 juta. Selain itu, di Jalan Pahlawan, Gang 17, Kelurahan Banjar Tegal juga terjadi hal yang sama. Atap rumah Made Widiarta, 42, ambruk setelah diguyur hujan deras. Ambruknya atap rumah itu menimpa bagian dapur pemilik rumah. Kerugian ditafsir mencapai Rp 15 juta.

Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi, BPBD Buleleng, I Gusti Bagus Suryadharma dihubungi via telepon mengatakan, kerusakan bangunan terjadi dua lokasi, yakni di Kelurahan Kendran dan Kelurahan Banjar Tegal. Sementara jalan dengan status kabupaten di kawasan jalan Wibisana Singaraja juga mengalami jebol sepanjang 10 meter dan tinggi 6 meter. “Kerugian jalan itu mencapai Rp 25 juta. Selain itu tidak ada kerusakan yang berarti. Sambil menunggu juga laporan resmi dari pihak kelurahan,” ungkapnya, Jumat (9/4).

Setelah dilakukan assessment, BPBD Buleleng menghimpun beberapa lokasi yang terdampak banjir. Diantaranya, di Jalan Pulau Lombok dan Jalan Pulau Sumatra di Kelurahan Kampung Baru. Sebanyak 79 KK di Keluraha Kampung Bugis juga terdampak. Sementara di Kelurahan Kampung Kajanan, RT 17 sebanyak kurang lebih 19 KK yang terdampak. Sedangkan di Kelurahan Kampung Anyar terdapat 55 KK. Total ada 153 KK yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Buleleng. 


Most Read

Artikel Terbaru

/