alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Feric Resmi Laporkan Sony Ke Mapolresta

BALI EXPRESS, DENPASAR – Pemilik art shop Mayang Bali di Jalan Raya Legian Nomor 186 Kuta, bernama Sony,  resmi diadukan ke Polresta Denpasar, Kamis siang (9/5). Laporan tersebut dalam bentuk Pengaduan Masyarakat (Dumas) bernomor DUMAS/351/V/2019/BALI/RESTA DPS. Dalam laporan ini pihak Feric Setiawan, 35, mengadukan Sony atas dugaan tindak pidana memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik, Akta Perjanjian Nomor 11 tertanggal 3 November 2017.

 

“Akta ini adalah perjanjian kedua pihak di hadapan Notaris Hartono, atas jual beli tanah SHM nomor 710. Selain akta tersebut, juga terdapat Akta Kuasa Menjual nomor 12, sebagai akta turunan atas pelaksanaan akta nomor 11 yang ditandatangai kedua belah pihak,” ujar kuasa hukum Feric,  Rifan dan timnya usai melapor.

 

Sony disebut-sebut telah memasukkan keterangan palsu dalam bentuk akta otentik, di mana terlapor menjamin tidak menjual ke pihak lain. Namun dalam kenyataannya telah dijual terlebih dahulu kepada Abdul Gafur seluas 4,1 are dari luas 8,1 are yang diperjual belikan dengan Feric.

 

Kuasa hukum lainnya,  Bobby, menambahkan bahwa akibat liciknya Sony, kini kliennya harus menanggung banyak kerugian. Tidak hanya itu, rupanya obyek tanah yang dijual oleh Sony tersebut ternyata dalam perkara. Berdasarkan Putusan, Sertifikat Hak Milik 710/Desa Kuta tersebut wajib dibaliknamakan ke Mustafa. Sementara Sony memperoleh hak milik tersebut dari saudara Mustafa yang bernama Mochamad Saleh.

 

“Ternyata dalam putusan tersebut, pemilik sahnya adalah Mustafa. Tanah tersebut diperoleh Sony bukan karena membeli. Karena Sony membantu Saleh mengurus masalahnya dengan saudaranya sendiri, Mustafa. Saat itu antara Mustafa dan Saleh ribut atas tanah tersebut, Sony yang dampingi Saleh,” ucapnya.

 

Singkat cerita, tiba-tiba obyek tersebut dibaliknamankan menjadi milik Sony, tanpa ada proses jual beli. Saleh pun tidak pernah menerima bayaran tanah sebanyak Rp 25 miliar, hingga tanah tersebut dijual kepada kliennya.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Pemilik art shop Mayang Bali di Jalan Raya Legian Nomor 186 Kuta, bernama Sony,  resmi diadukan ke Polresta Denpasar, Kamis siang (9/5). Laporan tersebut dalam bentuk Pengaduan Masyarakat (Dumas) bernomor DUMAS/351/V/2019/BALI/RESTA DPS. Dalam laporan ini pihak Feric Setiawan, 35, mengadukan Sony atas dugaan tindak pidana memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik, Akta Perjanjian Nomor 11 tertanggal 3 November 2017.

 

“Akta ini adalah perjanjian kedua pihak di hadapan Notaris Hartono, atas jual beli tanah SHM nomor 710. Selain akta tersebut, juga terdapat Akta Kuasa Menjual nomor 12, sebagai akta turunan atas pelaksanaan akta nomor 11 yang ditandatangai kedua belah pihak,” ujar kuasa hukum Feric,  Rifan dan timnya usai melapor.

 

Sony disebut-sebut telah memasukkan keterangan palsu dalam bentuk akta otentik, di mana terlapor menjamin tidak menjual ke pihak lain. Namun dalam kenyataannya telah dijual terlebih dahulu kepada Abdul Gafur seluas 4,1 are dari luas 8,1 are yang diperjual belikan dengan Feric.

 

Kuasa hukum lainnya,  Bobby, menambahkan bahwa akibat liciknya Sony, kini kliennya harus menanggung banyak kerugian. Tidak hanya itu, rupanya obyek tanah yang dijual oleh Sony tersebut ternyata dalam perkara. Berdasarkan Putusan, Sertifikat Hak Milik 710/Desa Kuta tersebut wajib dibaliknamakan ke Mustafa. Sementara Sony memperoleh hak milik tersebut dari saudara Mustafa yang bernama Mochamad Saleh.

 

“Ternyata dalam putusan tersebut, pemilik sahnya adalah Mustafa. Tanah tersebut diperoleh Sony bukan karena membeli. Karena Sony membantu Saleh mengurus masalahnya dengan saudaranya sendiri, Mustafa. Saat itu antara Mustafa dan Saleh ribut atas tanah tersebut, Sony yang dampingi Saleh,” ucapnya.

 

Singkat cerita, tiba-tiba obyek tersebut dibaliknamankan menjadi milik Sony, tanpa ada proses jual beli. Saleh pun tidak pernah menerima bayaran tanah sebanyak Rp 25 miliar, hingga tanah tersebut dijual kepada kliennya.


Most Read

Artikel Terbaru

/