alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Dampak Libur Lebaran, Wisata Unta Ramai Diserbu Wisatawan

BADUNG, BALI EXPRESS – Selama seminggu libur lebaran dan cuti bersama sejumlah obyek wisata mulai dipadati oleh wisatawan. Seperti salah satunya atraksi wisata menunggangi unta yang dimiliki Desa Adat Kelan, Desa Tuban, Kecamatan Kuta. Bahkan wisata ini sudah ramai menerima kunjungan sebelum libur lebaran ditentukan.

GM Bali Camel Adventure pantai Kelan I Dewa Gede Eka Wibawa mengatakan, kunjungan wisatawan untuk menunggangi unta ini cukup tinggi di libur lebaran. Bahkan dirinya mencatat selama sebelas hari terakhir kunjungan wisatawan mencapai 350 orang.

“Sejak 26 April – 8 Mei 2022 jumlah wisatawan cukup banyak dibandingkan tahun lalu. Kebanyakan dari wisatawan domestik, secara keseluruhan mencapai lebih dari 350 orang,” ujar Eka Wibawa, Senin (9/5).

Menurutnya, tingginya kunjungan wisatawan ini lantaran menunggangi unta masih jarang ada di Bali. Sehingga atraksi wisata yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelan ini memiliki keunikan tersendiri. Hal ini pun dinilai menjadikan atrakwi wisata ini mampu menggaet minat wisatawan.  “Sebelum menikmati wisata unta ini, wisatawan diharapkan enjoy dan tidak tegang. Karena ini merupakan jenis wisata khusus, yang mana jenis wisata ini tidak banyak ada di Bali, Jadi respon masyarakat lokal, domestik maupun mancanegara, sangat antusias,” ungkapnya.

Untuk menikmati wisata ini, Eka Wibawa menjelaskan, para pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 150-200 ribu. Sementar waktu yang iberikan untuk merasakan sensasi menunganggi unta ini mulai dari 15-30 menit. Selain itu juga disediakan paket wisata untuk kebutuhan foto shooting, prewedding, keperluan iklan dan sebagainya.

“Itu harga paket wisata untuk domestik, sedangkan untuk wisatawan asing kami terapkan biaya yang berbeda. Seharga Rp 250 ribu untuk 13 menit,” jelasnya, seraya menyebutkan unta yang dimiliki didatangkan langsung dari Australia.

Sementara Bendesa Adat Kelan Wayan Sukerena menerangkan, bahwa selama libur lebaran dan cuti bersama ini kunjungan wisatawan sangat mengalami peningkatan. Terutama pada cafe tradisional dan kunjungan ke pantai. Bahkan peningkatan kunjungan wisatawan juga terjadi pada wisata atraksi menaiki unta.

“Wisatawan yang menaiki unta ini kebanyakan dari Asia. Seperti Jepang, Korea Selatan, dan wisatawan domestik tersendiri. Kami menyiapkan sebanyak 3 unta untuk menemai wisatawan mwnikmati suasana pantai,” terangnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, meningkatnya kunjungan wisatawan wajib disyukuri. Apalagi selama kasus Covid-19 tinggi wisata ini sempat ditutup dan baru dibuka kembali Desember 2022. Bahkan di awal pembukaan wisata ini Sukerena mengaku memberikan diskon kepada pelajar, untuk meningkatkan minat wisatawan. “Untuk diskon tersebut para pelajar wajib menunjukkan kartu pelajarnya, nantinya akan diberikan keringanan harga dengan cukup membayar Rp 50 ribu saja,” imbuhnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Selama seminggu libur lebaran dan cuti bersama sejumlah obyek wisata mulai dipadati oleh wisatawan. Seperti salah satunya atraksi wisata menunggangi unta yang dimiliki Desa Adat Kelan, Desa Tuban, Kecamatan Kuta. Bahkan wisata ini sudah ramai menerima kunjungan sebelum libur lebaran ditentukan.

GM Bali Camel Adventure pantai Kelan I Dewa Gede Eka Wibawa mengatakan, kunjungan wisatawan untuk menunggangi unta ini cukup tinggi di libur lebaran. Bahkan dirinya mencatat selama sebelas hari terakhir kunjungan wisatawan mencapai 350 orang.

“Sejak 26 April – 8 Mei 2022 jumlah wisatawan cukup banyak dibandingkan tahun lalu. Kebanyakan dari wisatawan domestik, secara keseluruhan mencapai lebih dari 350 orang,” ujar Eka Wibawa, Senin (9/5).

Menurutnya, tingginya kunjungan wisatawan ini lantaran menunggangi unta masih jarang ada di Bali. Sehingga atraksi wisata yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelan ini memiliki keunikan tersendiri. Hal ini pun dinilai menjadikan atrakwi wisata ini mampu menggaet minat wisatawan.  “Sebelum menikmati wisata unta ini, wisatawan diharapkan enjoy dan tidak tegang. Karena ini merupakan jenis wisata khusus, yang mana jenis wisata ini tidak banyak ada di Bali, Jadi respon masyarakat lokal, domestik maupun mancanegara, sangat antusias,” ungkapnya.

Untuk menikmati wisata ini, Eka Wibawa menjelaskan, para pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 150-200 ribu. Sementar waktu yang iberikan untuk merasakan sensasi menunganggi unta ini mulai dari 15-30 menit. Selain itu juga disediakan paket wisata untuk kebutuhan foto shooting, prewedding, keperluan iklan dan sebagainya.

“Itu harga paket wisata untuk domestik, sedangkan untuk wisatawan asing kami terapkan biaya yang berbeda. Seharga Rp 250 ribu untuk 13 menit,” jelasnya, seraya menyebutkan unta yang dimiliki didatangkan langsung dari Australia.

Sementara Bendesa Adat Kelan Wayan Sukerena menerangkan, bahwa selama libur lebaran dan cuti bersama ini kunjungan wisatawan sangat mengalami peningkatan. Terutama pada cafe tradisional dan kunjungan ke pantai. Bahkan peningkatan kunjungan wisatawan juga terjadi pada wisata atraksi menaiki unta.

“Wisatawan yang menaiki unta ini kebanyakan dari Asia. Seperti Jepang, Korea Selatan, dan wisatawan domestik tersendiri. Kami menyiapkan sebanyak 3 unta untuk menemai wisatawan mwnikmati suasana pantai,” terangnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, meningkatnya kunjungan wisatawan wajib disyukuri. Apalagi selama kasus Covid-19 tinggi wisata ini sempat ditutup dan baru dibuka kembali Desember 2022. Bahkan di awal pembukaan wisata ini Sukerena mengaku memberikan diskon kepada pelajar, untuk meningkatkan minat wisatawan. “Untuk diskon tersebut para pelajar wajib menunjukkan kartu pelajarnya, nantinya akan diberikan keringanan harga dengan cukup membayar Rp 50 ribu saja,” imbuhnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/