alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Sebesar Rp 16 Miliar Lebih Bantuan Keuangan Untuk 7 Parpol Cair

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah Provinsi Bali menyerahkan bantuan keuangan parpol untuk tahun anggaran 2022. Sebanyak tujuh parpol peraih kursi DPRD Bali dengan total sebesar Rp 16, 46 miliar diserahterimakan secara simbolis di Kantor Kesbangpol Provinsi Bali, Senin (9/5).

 

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari Kemendagri, selain Bali, belum ada pemprov lain yang mengkonfirmasi telah mencairkan bantuan keuangan parpol,” kata Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali Dewa Putu Mantera.

 

Dewa Mantera menambahkan bantuan keuangan telah ditransfer ke rekening masing-masing parpol pada 28 April 2022 lalu. Penyerahan bantuan keuangan parpol tahun ini juga lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2021, bantuan keuangan parpol dicairkan pada bulan Mei.

 

Bantuan keuangan parpol sebesar Rp16,46 miliar lebih itu diterima oleh tujuh parpol yang berhasil meraih kursi di DPRD Bali dalam Pemilu 2019. Jumlah bantuan keuangan yang diterima masing-masing parpol, disesuaikan berdasarkan jumlah suara sah dikalikan dengan nilai per suara sebesar Rp 7.500.

 

Adapun rincian bantuan keuangan yang diterima parpol yakni PDI Perjuangan sebesar Rp 9,81 miliar, Partai Golkar Rp 2,38 miliar, Partai Demokrat Rp1,30 miliar, dan Partai Gerindra Rp1,23 miliar. Kemudian Partai NasDem Rp 950,35 juta, Partai Hanura Rp 439,51 juta, dan Partai Solidaritas Indonesia Rp 330,36 juta.

 

“Dengan peningkatan nilai per suara dari sebelumnya Rp 5.000 pada 2021 dan tahun ini menjadi Rp 7.500. Kami harapkan dibarengi dengan makin banyak kegiatan parpol yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dewa Mantera.

 

Terlebih lagi dalam tahapan menuju Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, pihaknya mengharapkan parpol dapat mengintensifkan pendidikan politik kepada generasi muda Bali agar bisa berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2024.

 

“Tidak memberikan pilihan memang merupakan hak pemilih. Tetapi, jangan sampai golput yang memenangkan pemilu karena akan berpengaruh terhadap kualitas pemilu dan stabilitas politik,” ucapnya.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah Provinsi Bali menyerahkan bantuan keuangan parpol untuk tahun anggaran 2022. Sebanyak tujuh parpol peraih kursi DPRD Bali dengan total sebesar Rp 16, 46 miliar diserahterimakan secara simbolis di Kantor Kesbangpol Provinsi Bali, Senin (9/5).

 

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari Kemendagri, selain Bali, belum ada pemprov lain yang mengkonfirmasi telah mencairkan bantuan keuangan parpol,” kata Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali Dewa Putu Mantera.

 

Dewa Mantera menambahkan bantuan keuangan telah ditransfer ke rekening masing-masing parpol pada 28 April 2022 lalu. Penyerahan bantuan keuangan parpol tahun ini juga lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2021, bantuan keuangan parpol dicairkan pada bulan Mei.

 

Bantuan keuangan parpol sebesar Rp16,46 miliar lebih itu diterima oleh tujuh parpol yang berhasil meraih kursi di DPRD Bali dalam Pemilu 2019. Jumlah bantuan keuangan yang diterima masing-masing parpol, disesuaikan berdasarkan jumlah suara sah dikalikan dengan nilai per suara sebesar Rp 7.500.

 

Adapun rincian bantuan keuangan yang diterima parpol yakni PDI Perjuangan sebesar Rp 9,81 miliar, Partai Golkar Rp 2,38 miliar, Partai Demokrat Rp1,30 miliar, dan Partai Gerindra Rp1,23 miliar. Kemudian Partai NasDem Rp 950,35 juta, Partai Hanura Rp 439,51 juta, dan Partai Solidaritas Indonesia Rp 330,36 juta.

 

“Dengan peningkatan nilai per suara dari sebelumnya Rp 5.000 pada 2021 dan tahun ini menjadi Rp 7.500. Kami harapkan dibarengi dengan makin banyak kegiatan parpol yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dewa Mantera.

 

Terlebih lagi dalam tahapan menuju Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, pihaknya mengharapkan parpol dapat mengintensifkan pendidikan politik kepada generasi muda Bali agar bisa berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2024.

 

“Tidak memberikan pilihan memang merupakan hak pemilih. Tetapi, jangan sampai golput yang memenangkan pemilu karena akan berpengaruh terhadap kualitas pemilu dan stabilitas politik,” ucapnya.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/