alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Asita Minta Pemprov Bali Bebaskan Bea Masuk ke Tempat Wisata

DENPASAR, BALI EXPRESS – Secara resmi Pemerintah Provinsi Bali sudah membuka fasilitas wisata di Bali per Kamis (9/8). Namun aktivitas ini masih terbatas untuk masyarakat lokal saja, sedangkan untuk wisatawan domestik, aktivitasnya mulai dibuka tanggal 30 Juli.

Adanya rentang waktu antara dibukanya aktivitas khusus bagi warga Bali ini diharapkan memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal dalam menikmati objek-objek wisata yang ada di Bali tanpa pungutan biaya masuk. 

Dewan Pengawas Tata Krama Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita), I Dewa Gede Wisnu Arimbawa Kamis (9/7) mengungkapkan, kebijakan ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat Bali untuk melepas penat. “Selama tiga bulan warga Bali telah disiplin mengikuti imbauan Pemerintah Provinsi Bali untuk berada di rumah. Saat fasilitas dibuka, kami harap masyarakat bisa mendapat fasilitas gratis ini,” paparnya.

Dilanjutkan Wisnu, sebagai pelaku di industri pariwisata, pihaknya mengakui kebijakan ini mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal. Karena dengan adanya pembebasan bea masuk, masyarakat akan tertarik untuk melakukan aktivitas liburan.

Terkait dengan pembebasan biaya masuk ini, Made Kananjaya, pengelola Museum Kerang Pulau Serangan ketika dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya memang sudah menerapkan pembebasan bea masuk kepada masyarakat lokal yang datang berkunjung ke museum kerang. “Pembebasan ini kami lakukan karena kami ingin masyarakat bisa refresing setelah 3 bulan tidak berwisata,” jelasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Secara resmi Pemerintah Provinsi Bali sudah membuka fasilitas wisata di Bali per Kamis (9/8). Namun aktivitas ini masih terbatas untuk masyarakat lokal saja, sedangkan untuk wisatawan domestik, aktivitasnya mulai dibuka tanggal 30 Juli.

Adanya rentang waktu antara dibukanya aktivitas khusus bagi warga Bali ini diharapkan memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal dalam menikmati objek-objek wisata yang ada di Bali tanpa pungutan biaya masuk. 

Dewan Pengawas Tata Krama Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita), I Dewa Gede Wisnu Arimbawa Kamis (9/7) mengungkapkan, kebijakan ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat Bali untuk melepas penat. “Selama tiga bulan warga Bali telah disiplin mengikuti imbauan Pemerintah Provinsi Bali untuk berada di rumah. Saat fasilitas dibuka, kami harap masyarakat bisa mendapat fasilitas gratis ini,” paparnya.

Dilanjutkan Wisnu, sebagai pelaku di industri pariwisata, pihaknya mengakui kebijakan ini mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal. Karena dengan adanya pembebasan bea masuk, masyarakat akan tertarik untuk melakukan aktivitas liburan.

Terkait dengan pembebasan biaya masuk ini, Made Kananjaya, pengelola Museum Kerang Pulau Serangan ketika dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya memang sudah menerapkan pembebasan bea masuk kepada masyarakat lokal yang datang berkunjung ke museum kerang. “Pembebasan ini kami lakukan karena kami ingin masyarakat bisa refresing setelah 3 bulan tidak berwisata,” jelasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/