alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Hari Pertama Penerapan Era Baru, Koster Lepas Rombongan Tur Mobil Kuno

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tur mobil kuno mewarnai penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru (new normal) di Provinsi Bali yang dimulai pada Kamis (9/7). Tur ini dilepas secara resmi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Tur ini mengambil tema Road to Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru. Sesuai temanya, tur ini juga dimaksudkan untuk membantu mensosialisasikan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Bali. 

Rombongan tersebut mengambil garis start di halaman depan Kantor Gubernur. Bahkan, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace turut serta. Dia turut mengendarai koleksi mobil antiknya, VW atau Volkswagen hitam berplat DK 1303 ACE.

Gubernur Koster melepas rombongan itu dengan disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Bali. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Bali, Tjokorda Gde Asmara Putra; Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kurnia Dewantara; Wakapolda Bali Brigjen Pol Wayan Sunartha, Kejati Bali.

Selain itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra serta beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

“Hari ini, kita mulai tahapan pertama Bali Era Baru. Dan sudah diputuskan secara bersama-sama dengan Pangdam, Kapolda, Kejasaan Tinggi, serta Bupati/Walikota se-Bali,” kata Koster usai melepas rombongan tur.

Dia menjelaskan, penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru yang dimulai hari ini merupakan tahap pertama. Lingkupnya masih sebatas di tataran lokal Bali saja. Demikian untuk sektor pariwisatanya. 

Tahap berikutnya, kedua dan ketiga, juga diterapkan secara bertahap. Tahap kedua direncanakan pada 31 Juli 2020 mendatang dengan lingkup antardaerah di Indonesia. Di tahap ini, sektor pariwisata Bali akan membuka diri untuk wisatawan demestik.

Sedangkan tahap ketiga direncanakan pada 11 September 2020. Skalanya internasional. Sehingga sektor pariwisatanya mulai dibuka untuk wisatawan mancanegara.

“Ini baru ancang-ancang yang telah disepakati bersama. Dalam perjalanannya akan dilakukan evaluasi. Kami sudah menyepakati untuk memulai secara bersama-sama. Sudah ada komitmen untuk bertanggung jawab memimpin tatanan kehidupan era baru di wilayah masing-masing,” tukas Koster.

Dia berharap, protokol tatanan kehidupan era baru yang dirangkum dalam Surat Edaran Nomor 3355 Tahun 2020 dilaksanakan oleh semua pihak secara disiplin dan bertanggung jawab..

“Jadi pariwisata bukan bebas. Tetapi melaksanakan dengan protokol kesehatan Tatanan Kehidupan Era Baru,” imbuhnya.

Dia menegaskan, tidak ada istilah pembatasan jam malam dalam penerapan tatanan kehidupan era baru. Hanya saja, ada beberapa aktivitas yang memang dilarang. Di antaranya klub malam, karaoke, diskotik, spa, hiburan dan yang lainnya.

“Yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak menimbulkan kerumunan dalam satu tempat tertentu sehingga mudah dikendalikan,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Tur mobil kuno mewarnai penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru (new normal) di Provinsi Bali yang dimulai pada Kamis (9/7). Tur ini dilepas secara resmi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Tur ini mengambil tema Road to Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru. Sesuai temanya, tur ini juga dimaksudkan untuk membantu mensosialisasikan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Bali. 

Rombongan tersebut mengambil garis start di halaman depan Kantor Gubernur. Bahkan, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace turut serta. Dia turut mengendarai koleksi mobil antiknya, VW atau Volkswagen hitam berplat DK 1303 ACE.

Gubernur Koster melepas rombongan itu dengan disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Bali. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Bali, Tjokorda Gde Asmara Putra; Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kurnia Dewantara; Wakapolda Bali Brigjen Pol Wayan Sunartha, Kejati Bali.

Selain itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra serta beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

“Hari ini, kita mulai tahapan pertama Bali Era Baru. Dan sudah diputuskan secara bersama-sama dengan Pangdam, Kapolda, Kejasaan Tinggi, serta Bupati/Walikota se-Bali,” kata Koster usai melepas rombongan tur.

Dia menjelaskan, penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru yang dimulai hari ini merupakan tahap pertama. Lingkupnya masih sebatas di tataran lokal Bali saja. Demikian untuk sektor pariwisatanya. 

Tahap berikutnya, kedua dan ketiga, juga diterapkan secara bertahap. Tahap kedua direncanakan pada 31 Juli 2020 mendatang dengan lingkup antardaerah di Indonesia. Di tahap ini, sektor pariwisata Bali akan membuka diri untuk wisatawan demestik.

Sedangkan tahap ketiga direncanakan pada 11 September 2020. Skalanya internasional. Sehingga sektor pariwisatanya mulai dibuka untuk wisatawan mancanegara.

“Ini baru ancang-ancang yang telah disepakati bersama. Dalam perjalanannya akan dilakukan evaluasi. Kami sudah menyepakati untuk memulai secara bersama-sama. Sudah ada komitmen untuk bertanggung jawab memimpin tatanan kehidupan era baru di wilayah masing-masing,” tukas Koster.

Dia berharap, protokol tatanan kehidupan era baru yang dirangkum dalam Surat Edaran Nomor 3355 Tahun 2020 dilaksanakan oleh semua pihak secara disiplin dan bertanggung jawab..

“Jadi pariwisata bukan bebas. Tetapi melaksanakan dengan protokol kesehatan Tatanan Kehidupan Era Baru,” imbuhnya.

Dia menegaskan, tidak ada istilah pembatasan jam malam dalam penerapan tatanan kehidupan era baru. Hanya saja, ada beberapa aktivitas yang memang dilarang. Di antaranya klub malam, karaoke, diskotik, spa, hiburan dan yang lainnya.

“Yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak menimbulkan kerumunan dalam satu tempat tertentu sehingga mudah dikendalikan,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/