alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Kendalikan Gering Agung, Koster Serahkan Pararem ke 1.493 Desa Adat

DENPASAR, BALI EXPRESS – Bersamaan dengan dimulainya tatanan kehidupan era baru di Bali untuk tahap pertama, Gebernur Bali Wayan Koster menyerahkan pararem untuk 1.493 desa adat di Bali. Pararem atau peraturan adat itu mengatur tentang pencegahan dan pengendalian gering agung atau wabah Covid-19 di tingkat desa adat.

Penyerahan pararem tersebut dilakukan di Gedung Gajah, Jaya Sabha, pada Kamis sore (9/7). Pararem tersebut diserahkan melalui para Bendesa Adat Madya di tingkat kabupaten/kota dengan disaksikan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, dan Bendesa Agung yang juga Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.

Selain itu, ada juga Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I GAK Jaya Seputra dan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik, I Gede Pramana.

Usai menyerahkan pararem tersebut, Koster mengungkapkan bahwa peran desa adat di Bali sangat diperlukan untuk membantu penerapan protokol tatanan kehidupan era baru di tengah masyarakat.

“Salah satu lembaga yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan protokol tatanan kehidupan era baru adalah desa adat yang dimiliki di Bali yang sudah terbukti melaksanakan tugasnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 melalui Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat,” ujarnya.

Menurutnya, upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Bali yang dimulai sejak Maret 2020 lalu terlaksana dengan baik. Bahkan, pelibatan desa adat dalam upaya ini mendapat pengakuan dari berbagai pihak. “Dengan bekerja sama dan bersinergi dengan relawan di desa maupun kelurahan, serta aparat lainnya,” imbuhnya.

Itu sebabnya, dalam tahap penerapan protokol tatanan kehidupan era baru, dia selaku Gubernur Bali bersama dengan Bendesa Agung serta para Bendesa Madya di tingkat kabupaten/kota, sepakat mendorong semua desa adat membuat pararem.

 “Kenapa saya terapkan cara ini, karena saya yakin desa adat dengan pararemnya memiliki kekuatan sekala niskala. Memiliki ikatan yang kuat dengan kramanya di desa adat. Yang bisa diberdayakan dalam konteks menertibkan masyarakat dalam penerapan protokol tatanan kehidupan era baru agar berjalan lancar, baik, dan sukses,” imbuhnya.

Menurutnya, ukuran sukses penerapan protokol melalui peran desa adat bisa dilihat dari kemampuan dalam mengendalikan pertumbuhan kasus positif Covid-19. Untuk desa adat yang sejauh ini belum terjangkit, diharapkan mampu mempertahankan situasi itu, jangan sampai ada kasus positif yang muncul.

Sementara bagi desa adat yang wilayahnya sudah terjangkit, harus bekerja keras agar bisa menahan terjadinya penambahan kasus, serta berpartisipasi agara kramanya yang terjangkit bisa sembuh.

“Kalau semua desa adat melakukan upaya ini, saya kira pademi Covid-19 di Bali akan bisa ditangani dengan baik. Mohonkan juga ke Ida Sasuhunan agar tidak ada lagi yang meninggal. Karena di sisi lain, aktivitas masyarakat harus berjalan lagi, normal kembali, untuk membantu kesinambungan kehidupannya,” imbuhnya.

Di samping itu, keterlibatan desa adat dalam upaya menyukseskan penerapan protokol tatanan kehidupan era baru di Bali secara bertahap ini merupakan terobosan berbasis kearifan lokal. Terlebih posisi desa adat di Bali saat ini sudah diperkuat dengan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat.

 “Saya kira, ini akan jadi langkah penting, contoh yang baik bagi kita semua bahwa desa adat punya kemampuan menjalankan tugas-tugas yang tengah dihadapi pemerintah kita. Saya mohon agar para Bendesa Adat bekerja sama sebaik-baiknya, bersinergi sebaik-baiknya dengan para kepala desa, relawan di desa dan kelurahan, sehingga semuanya berjalan beriringan,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Sedangkan untuk memotivasi dan mendorong semangat para petugas di Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat, Koster mengaku sudah memperhitungkan untuk memberikan dana tambahan bagi desa adat melalui APBD Perubahan 2020.

Nilainya sebesar Rp 50 juta yang diarahkan untuk operasional Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat. “Sepenuhnya untuk operasional Satgas Gotong Royong, agar para petugas bisa bekerja secara serius dalam mengabdikan diri menjaga wilayahnya dan mengatur kramanya, sehingga tatanan kehidupan era baru dapat berjalan dengan baik,” tukasnya.

Sebelumnya, Bendesa Agung yang juga Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menjelaskan, pembentukan pararem tersebut sebagai bagian dari upaya pengendalian wabah Covid-19.

Pararem tersebut didasari juga dengan Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Desa Adat yang diluncurkan secara bersamaan, setelah ditandatangani Bendesa Agung serta diregistrasi oleh Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali.

 “Registrasi ini sebagai tanda dukungan, pengayoman, pengakuan, sekaligus administrasi atas berlakunya pararem desa adat tentang pemberantasan dan upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Menurutnya, pararem ini diperlukan, karena resiko yang dihadapi saat memasuki tatanan kehidupan era baru relatif besar. “Tetapi semua sudah bersepakat dan bertekad memulai beraktivitas lagi dengan tetap sehat,” tukasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Bersamaan dengan dimulainya tatanan kehidupan era baru di Bali untuk tahap pertama, Gebernur Bali Wayan Koster menyerahkan pararem untuk 1.493 desa adat di Bali. Pararem atau peraturan adat itu mengatur tentang pencegahan dan pengendalian gering agung atau wabah Covid-19 di tingkat desa adat.

Penyerahan pararem tersebut dilakukan di Gedung Gajah, Jaya Sabha, pada Kamis sore (9/7). Pararem tersebut diserahkan melalui para Bendesa Adat Madya di tingkat kabupaten/kota dengan disaksikan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, dan Bendesa Agung yang juga Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.

Selain itu, ada juga Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I GAK Jaya Seputra dan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik, I Gede Pramana.

Usai menyerahkan pararem tersebut, Koster mengungkapkan bahwa peran desa adat di Bali sangat diperlukan untuk membantu penerapan protokol tatanan kehidupan era baru di tengah masyarakat.

“Salah satu lembaga yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan protokol tatanan kehidupan era baru adalah desa adat yang dimiliki di Bali yang sudah terbukti melaksanakan tugasnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 melalui Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat,” ujarnya.

Menurutnya, upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Bali yang dimulai sejak Maret 2020 lalu terlaksana dengan baik. Bahkan, pelibatan desa adat dalam upaya ini mendapat pengakuan dari berbagai pihak. “Dengan bekerja sama dan bersinergi dengan relawan di desa maupun kelurahan, serta aparat lainnya,” imbuhnya.

Itu sebabnya, dalam tahap penerapan protokol tatanan kehidupan era baru, dia selaku Gubernur Bali bersama dengan Bendesa Agung serta para Bendesa Madya di tingkat kabupaten/kota, sepakat mendorong semua desa adat membuat pararem.

 “Kenapa saya terapkan cara ini, karena saya yakin desa adat dengan pararemnya memiliki kekuatan sekala niskala. Memiliki ikatan yang kuat dengan kramanya di desa adat. Yang bisa diberdayakan dalam konteks menertibkan masyarakat dalam penerapan protokol tatanan kehidupan era baru agar berjalan lancar, baik, dan sukses,” imbuhnya.

Menurutnya, ukuran sukses penerapan protokol melalui peran desa adat bisa dilihat dari kemampuan dalam mengendalikan pertumbuhan kasus positif Covid-19. Untuk desa adat yang sejauh ini belum terjangkit, diharapkan mampu mempertahankan situasi itu, jangan sampai ada kasus positif yang muncul.

Sementara bagi desa adat yang wilayahnya sudah terjangkit, harus bekerja keras agar bisa menahan terjadinya penambahan kasus, serta berpartisipasi agara kramanya yang terjangkit bisa sembuh.

“Kalau semua desa adat melakukan upaya ini, saya kira pademi Covid-19 di Bali akan bisa ditangani dengan baik. Mohonkan juga ke Ida Sasuhunan agar tidak ada lagi yang meninggal. Karena di sisi lain, aktivitas masyarakat harus berjalan lagi, normal kembali, untuk membantu kesinambungan kehidupannya,” imbuhnya.

Di samping itu, keterlibatan desa adat dalam upaya menyukseskan penerapan protokol tatanan kehidupan era baru di Bali secara bertahap ini merupakan terobosan berbasis kearifan lokal. Terlebih posisi desa adat di Bali saat ini sudah diperkuat dengan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat.

 “Saya kira, ini akan jadi langkah penting, contoh yang baik bagi kita semua bahwa desa adat punya kemampuan menjalankan tugas-tugas yang tengah dihadapi pemerintah kita. Saya mohon agar para Bendesa Adat bekerja sama sebaik-baiknya, bersinergi sebaik-baiknya dengan para kepala desa, relawan di desa dan kelurahan, sehingga semuanya berjalan beriringan,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Sedangkan untuk memotivasi dan mendorong semangat para petugas di Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat, Koster mengaku sudah memperhitungkan untuk memberikan dana tambahan bagi desa adat melalui APBD Perubahan 2020.

Nilainya sebesar Rp 50 juta yang diarahkan untuk operasional Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat. “Sepenuhnya untuk operasional Satgas Gotong Royong, agar para petugas bisa bekerja secara serius dalam mengabdikan diri menjaga wilayahnya dan mengatur kramanya, sehingga tatanan kehidupan era baru dapat berjalan dengan baik,” tukasnya.

Sebelumnya, Bendesa Agung yang juga Ketua Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menjelaskan, pembentukan pararem tersebut sebagai bagian dari upaya pengendalian wabah Covid-19.

Pararem tersebut didasari juga dengan Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Desa Adat yang diluncurkan secara bersamaan, setelah ditandatangani Bendesa Agung serta diregistrasi oleh Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali.

 “Registrasi ini sebagai tanda dukungan, pengayoman, pengakuan, sekaligus administrasi atas berlakunya pararem desa adat tentang pemberantasan dan upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Menurutnya, pararem ini diperlukan, karena resiko yang dihadapi saat memasuki tatanan kehidupan era baru relatif besar. “Tetapi semua sudah bersepakat dan bertekad memulai beraktivitas lagi dengan tetap sehat,” tukasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/