alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Nelayan Bunutan Tersapu Gelombang, Belum Ditemukan

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan di Karangasem masih berusaha menyelamatkan salah seorang nelayan asal Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Nyoman Cenik yang hilang saat melaut di perairan Bunutan, Kamis (9/7) pagi.

Nelayan 45 tahun itu dilaporkan terombang-ambing setelah tersapu gelombang. Korban juga dilaporkan sempat bertemu nelayan lainnya pukul 06.30 sebelum akhirnya hilang. Informasi di lapangan, korban Nyoman Cenik pergi melaut sekitar pukul 04.30 dan biasanya akan kembali pukul 08.00. Namun hingga siang, korban tak kunjung menepi. Kerabat korban sudah menyisir perairan, namun posisi Nyoman Cenik belum diketahui hingga saat ini.

Perbekel Bunutan I Made Suparwata, membenarkan salah seorang warganya asal Banjar Dinas Bunutan dilaporkan hilang saat melaut. “Basarnas sudah turun dari Pantai Banjar Bunutan. Memang kelian dinas melaporkan warganya belum kembali melaut. Saat ini tim sudah turun,” kata Suparwata, Kamis (8/7) sore.

Peristiwa naas itu dilaporkan Ketut Sudi, yang tak lain tetangga korban. Menurut Sudi, berdasar informasi awal yang didapat, Nyoman Cenik beserta jukungnya terlihat terombang-ambing sekitar pukul 06.30 oleh Putu, nelayan lain asal Bunutan. Saksi sempat mengajak Nyoman Cenik yang masih terombang-ambing untuk kembali ke darat. Namun, ajakan itu ditepis lantaran khawatir jukungnya yang sudah terbalik itu hilang. 

Kata Sudi, korban hanya meminta tolong kepada saksi, membawa perlengkapan melautnya yang masih tersisa. Sekaligus mengabari kondisinya ke keluarga dan meminta bantuan. Meski begitu, saksi sempat tak menghiraukan permintaan korban dan tetap berusaha menyelamatkan korban. “Yang mau nolong ini (saksi) saat itu sudah dapat tangkapan. Mau bantu balikkan dan narik jukungnya, tapi tidak bisa. Gelombang juga besar. Yang mau nolong ini akhirnya balik ke darat memberi kabar. Setelah itu, kakak sama sepupu Nyoman Cenik sudah cari lagi ke tengah laut tapi hilang,” tutur Sudi. 

Ipar korban, Ni Nyoman Putri juga membenarkan, korban takut kehilangan jukung itu karena bukan miliknya, melainkan meminjam. “Mungkin itu yang buat dia gak mau diajak balik ke darat. Cuman nitip pakaian, HP, jaring sama ember,” tutur Putri menimpali.

Sementara itu, kakak dan sepupu masih menyisir perkiraan lokasi hilangnya Nyoman Cenik sekitar pukul 11.00. Gelombang tinggi dan angin kencang menyulitkan mereka, hingga akhirnya memutuskan balik ke pesisir. Korban beserta jukungnya tak kunjung ditemukan. Keluarga korban memutuskan melapor ke Pol Air dan Basarnas atas bantuan Ketut Sudi. “Kebetulan saya ada kenal. Tahu nomor Pol Air,” imbuhnya.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem I Gusti Ngurah Eka Widnyana, mengatakan, sebanyak 15 anggota dari tim gabungan sudah memulai penyisiran di Perairan Bunutan, Kecamatan Abang. Tim bergerak dari Pantai Melasti, Amed, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang.

Proses dimulai sekitar pukul 14.00 menggunakan satu unit RIB dan mengerahkan satu unit rescue trial. Petugas juga mengajak keluarga korban ke tengah laut. Dia mengakui, gelombang tinggi menyulitkan tim. “Kami masih mencari. Mudah-mudahan target ditemukan,” tegasnya. 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan di Karangasem masih berusaha menyelamatkan salah seorang nelayan asal Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Nyoman Cenik yang hilang saat melaut di perairan Bunutan, Kamis (9/7) pagi.

Nelayan 45 tahun itu dilaporkan terombang-ambing setelah tersapu gelombang. Korban juga dilaporkan sempat bertemu nelayan lainnya pukul 06.30 sebelum akhirnya hilang. Informasi di lapangan, korban Nyoman Cenik pergi melaut sekitar pukul 04.30 dan biasanya akan kembali pukul 08.00. Namun hingga siang, korban tak kunjung menepi. Kerabat korban sudah menyisir perairan, namun posisi Nyoman Cenik belum diketahui hingga saat ini.

Perbekel Bunutan I Made Suparwata, membenarkan salah seorang warganya asal Banjar Dinas Bunutan dilaporkan hilang saat melaut. “Basarnas sudah turun dari Pantai Banjar Bunutan. Memang kelian dinas melaporkan warganya belum kembali melaut. Saat ini tim sudah turun,” kata Suparwata, Kamis (8/7) sore.

Peristiwa naas itu dilaporkan Ketut Sudi, yang tak lain tetangga korban. Menurut Sudi, berdasar informasi awal yang didapat, Nyoman Cenik beserta jukungnya terlihat terombang-ambing sekitar pukul 06.30 oleh Putu, nelayan lain asal Bunutan. Saksi sempat mengajak Nyoman Cenik yang masih terombang-ambing untuk kembali ke darat. Namun, ajakan itu ditepis lantaran khawatir jukungnya yang sudah terbalik itu hilang. 

Kata Sudi, korban hanya meminta tolong kepada saksi, membawa perlengkapan melautnya yang masih tersisa. Sekaligus mengabari kondisinya ke keluarga dan meminta bantuan. Meski begitu, saksi sempat tak menghiraukan permintaan korban dan tetap berusaha menyelamatkan korban. “Yang mau nolong ini (saksi) saat itu sudah dapat tangkapan. Mau bantu balikkan dan narik jukungnya, tapi tidak bisa. Gelombang juga besar. Yang mau nolong ini akhirnya balik ke darat memberi kabar. Setelah itu, kakak sama sepupu Nyoman Cenik sudah cari lagi ke tengah laut tapi hilang,” tutur Sudi. 

Ipar korban, Ni Nyoman Putri juga membenarkan, korban takut kehilangan jukung itu karena bukan miliknya, melainkan meminjam. “Mungkin itu yang buat dia gak mau diajak balik ke darat. Cuman nitip pakaian, HP, jaring sama ember,” tutur Putri menimpali.

Sementara itu, kakak dan sepupu masih menyisir perkiraan lokasi hilangnya Nyoman Cenik sekitar pukul 11.00. Gelombang tinggi dan angin kencang menyulitkan mereka, hingga akhirnya memutuskan balik ke pesisir. Korban beserta jukungnya tak kunjung ditemukan. Keluarga korban memutuskan melapor ke Pol Air dan Basarnas atas bantuan Ketut Sudi. “Kebetulan saya ada kenal. Tahu nomor Pol Air,” imbuhnya.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem I Gusti Ngurah Eka Widnyana, mengatakan, sebanyak 15 anggota dari tim gabungan sudah memulai penyisiran di Perairan Bunutan, Kecamatan Abang. Tim bergerak dari Pantai Melasti, Amed, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang.

Proses dimulai sekitar pukul 14.00 menggunakan satu unit RIB dan mengerahkan satu unit rescue trial. Petugas juga mengajak keluarga korban ke tengah laut. Dia mengakui, gelombang tinggi menyulitkan tim. “Kami masih mencari. Mudah-mudahan target ditemukan,” tegasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/