alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Protokol Kesehatan Siap, Destinasi Ulun Danu Beratan Dibuka

TABANAN, BALI EXPRESS – Setelah dicek langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, daerah tujuan wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Tabanan, siap  dibuka secara bertahap mulai Jumat (10/7).

Manajer Operasional DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, menyampaikan, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati telah melakukan peninjauan langsung terhadap era baru dalam menerapkan protokol kesehatan di destinasi wisata yang ada di Bali. “Hasil peninjauannya protokol kesehatan kita disini sudah siap untuk membuka kunjungan kembali,” ujarnya,Kamis (9/7).

Maka dari itu, pihaknya akan mulai membuka kunjungan Jumat (10/7), namun secara bertahap. Tahap awal pihaknya membuka restoran dan artshop dengan menawarkan paket wisata dan diskon tiket masuk. “Ada paket wisatanya, misalnya paket makan di restoran langsung bisa menikmati wisata danau dengan diskon hingga 30 persen, lalu untuk tiket masuk ada diskon 20 persen,” paparnya.

Nantinya pengunjung yang datang harus mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan oleh manajemen DTW Ulun Danu Beratan. Dimana pengunjung yang baru datang harus mencuci tangan pada tempat cuci tangan yang disediakan di pintu masuk. Kemudian petugas akan mengukur suhu tubuh para pengunjung. “Saat membeli tiket di loket pun tidak ada sentuhan langsung dengan kasir, dan semua petugas menggunakan APD lengkap. Dan, areal parkir juga sudah menggunakan parkir gate,” lanjutnya. 

Di samping itu, di areal DTW Ulun Danu Beratan, juga telah disediakan 15 sampai 20 tempat cuci tangan serta hand sanitizer. Termasuk pedagang artshop juga menggunakan APD lengkap, mulai dari masker, sarung tangan hingga faceshield. “para pamedek yang sembahyang juga kita terapkan protokol kesehatan yang sama,” ucapnya.

Saat ditanya apakah ada pembatasan pengunjung untuk tahap awal ini? Mustika mengatakan, tidak ada pembatasan pengunjung. Sebab, pihaknya memprediksi untuk tahap awal ini kunjungan tidak akan begitu banyak, bahkan baru sebatas masyarakat lokal Bali saja. “Sembari menunggu kunjungan normal kita akan evaluasi, apa-apa saja yang kurang atau perlu ditingkatkan,” tandas Mustika.


TABANAN, BALI EXPRESS – Setelah dicek langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, daerah tujuan wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Tabanan, siap  dibuka secara bertahap mulai Jumat (10/7).

Manajer Operasional DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, menyampaikan, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati telah melakukan peninjauan langsung terhadap era baru dalam menerapkan protokol kesehatan di destinasi wisata yang ada di Bali. “Hasil peninjauannya protokol kesehatan kita disini sudah siap untuk membuka kunjungan kembali,” ujarnya,Kamis (9/7).

Maka dari itu, pihaknya akan mulai membuka kunjungan Jumat (10/7), namun secara bertahap. Tahap awal pihaknya membuka restoran dan artshop dengan menawarkan paket wisata dan diskon tiket masuk. “Ada paket wisatanya, misalnya paket makan di restoran langsung bisa menikmati wisata danau dengan diskon hingga 30 persen, lalu untuk tiket masuk ada diskon 20 persen,” paparnya.

Nantinya pengunjung yang datang harus mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan oleh manajemen DTW Ulun Danu Beratan. Dimana pengunjung yang baru datang harus mencuci tangan pada tempat cuci tangan yang disediakan di pintu masuk. Kemudian petugas akan mengukur suhu tubuh para pengunjung. “Saat membeli tiket di loket pun tidak ada sentuhan langsung dengan kasir, dan semua petugas menggunakan APD lengkap. Dan, areal parkir juga sudah menggunakan parkir gate,” lanjutnya. 

Di samping itu, di areal DTW Ulun Danu Beratan, juga telah disediakan 15 sampai 20 tempat cuci tangan serta hand sanitizer. Termasuk pedagang artshop juga menggunakan APD lengkap, mulai dari masker, sarung tangan hingga faceshield. “para pamedek yang sembahyang juga kita terapkan protokol kesehatan yang sama,” ucapnya.

Saat ditanya apakah ada pembatasan pengunjung untuk tahap awal ini? Mustika mengatakan, tidak ada pembatasan pengunjung. Sebab, pihaknya memprediksi untuk tahap awal ini kunjungan tidak akan begitu banyak, bahkan baru sebatas masyarakat lokal Bali saja. “Sembari menunggu kunjungan normal kita akan evaluasi, apa-apa saja yang kurang atau perlu ditingkatkan,” tandas Mustika.


Most Read

Artikel Terbaru

/