alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Rapid Test 575 Pedagang Pasar Kidul, 84 Reaktif

BANGLI, BALI EXPRESS – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli melaksanakan rapid test gratis bagi pedagang Pasar Kidul, Bangli, Kamis (9/7). Dari 575 pedagang ikut rapid test, 84 orang hasilnya reaktif. Mereka yang hasilnya reaktif langsung uji swab. “Hasil swab tidak langsung keluar, masih menunggu,” ungkap Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 I Wayan Dirgayusa.  

Dirgayusa mengungkapkan, rapid test dilakukan karena melihat perkembangan Covid-19. Dari sekian yang positif di Bangli, memang ada pedagang pasar setempat.   Ada juga yang berkaitan dengan pasar. Misalnya sebelum dinyatakan positif sering ke pasar. “Makanya dilakukan rapid test,” jelas Dirgayusa.

Target rapid test adalah 592 pedagang. Jumlah itu sudah berdasarkan KTP. Pelaksanaan rapid test dijadwalkan dua hari, Kamis dan Jumat. Hari pertama rapid test dihadiri  575 pedagang. Mereka yang reaktif tidak langsung uji swab, tetapi langsung karantina mandiri. Sedangkan yang tidak hadir hari pertama, ditunggu Jumat (10/7). “Target kami bisa tercapai 100 persen. Mereka yang tidak hadir hari ini (Kamis), besok (Jumat) dirapid,” imbuhnya.

Disinggung terkait pedagang yang hasil rapid test reaktif, kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kabupaten Bangli ini mengatakan, semua wajib menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Jika nanti hasil swab positif Covid-19, langsung dirujuk menjalani perawatan medis. Sedangkan yang negatif, tetap wajib karantina dua pekan. “Semua yang reaktif tidak diperkenankan berjualan sampai menunggu hasil swab dan masa kantantina berakhir,” tegas Dirgayusa.

Bagaimana dengan rapid test di pasar tradisional lainnya? Mantan camat Kintamani ini memastikan bahwa gugus tugas sudah merekomendasikan semua pedagang pasar di Bangli dirapid test. Namun terlebih dulu menunggu perkembangan di Pasar Kidul. Hingga saat ini, aktivitas Pasar Kidul dan lainnya masih seperti biasa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli I Wayan Gunawan menyebutkan, berdasarkan data, jumlah pedagang Pasar Kidul mencapai 815 orang. Namun yang terdaftar ikut rapid test baru 598 orang. Sisanya masih akan diusulkan ke Dinas Kesehatan, termasuk petugas pasar.

Ditemui terpisah, Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, rapid test pedagang pasar bertujuan mengetahui mereka dalam kondisi sehat atau terjangkit Covid-19. Sehingga, bagi mereka yang tidak mau hadir rapid test, akan diambil tindakan tegas, yakni dilarang berjualan. “Tidak mau dirapid, jangan berjualan. Enteng-enteng saja. Kalau mau berjualan, ya rapid sampai nanti ada kebijakan-kebijakan lagi,” kata Gianyar.


BANGLI, BALI EXPRESS – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli melaksanakan rapid test gratis bagi pedagang Pasar Kidul, Bangli, Kamis (9/7). Dari 575 pedagang ikut rapid test, 84 orang hasilnya reaktif. Mereka yang hasilnya reaktif langsung uji swab. “Hasil swab tidak langsung keluar, masih menunggu,” ungkap Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 I Wayan Dirgayusa.  

Dirgayusa mengungkapkan, rapid test dilakukan karena melihat perkembangan Covid-19. Dari sekian yang positif di Bangli, memang ada pedagang pasar setempat.   Ada juga yang berkaitan dengan pasar. Misalnya sebelum dinyatakan positif sering ke pasar. “Makanya dilakukan rapid test,” jelas Dirgayusa.

Target rapid test adalah 592 pedagang. Jumlah itu sudah berdasarkan KTP. Pelaksanaan rapid test dijadwalkan dua hari, Kamis dan Jumat. Hari pertama rapid test dihadiri  575 pedagang. Mereka yang reaktif tidak langsung uji swab, tetapi langsung karantina mandiri. Sedangkan yang tidak hadir hari pertama, ditunggu Jumat (10/7). “Target kami bisa tercapai 100 persen. Mereka yang tidak hadir hari ini (Kamis), besok (Jumat) dirapid,” imbuhnya.

Disinggung terkait pedagang yang hasil rapid test reaktif, kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kabupaten Bangli ini mengatakan, semua wajib menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Jika nanti hasil swab positif Covid-19, langsung dirujuk menjalani perawatan medis. Sedangkan yang negatif, tetap wajib karantina dua pekan. “Semua yang reaktif tidak diperkenankan berjualan sampai menunggu hasil swab dan masa kantantina berakhir,” tegas Dirgayusa.

Bagaimana dengan rapid test di pasar tradisional lainnya? Mantan camat Kintamani ini memastikan bahwa gugus tugas sudah merekomendasikan semua pedagang pasar di Bangli dirapid test. Namun terlebih dulu menunggu perkembangan di Pasar Kidul. Hingga saat ini, aktivitas Pasar Kidul dan lainnya masih seperti biasa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli I Wayan Gunawan menyebutkan, berdasarkan data, jumlah pedagang Pasar Kidul mencapai 815 orang. Namun yang terdaftar ikut rapid test baru 598 orang. Sisanya masih akan diusulkan ke Dinas Kesehatan, termasuk petugas pasar.

Ditemui terpisah, Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, rapid test pedagang pasar bertujuan mengetahui mereka dalam kondisi sehat atau terjangkit Covid-19. Sehingga, bagi mereka yang tidak mau hadir rapid test, akan diambil tindakan tegas, yakni dilarang berjualan. “Tidak mau dirapid, jangan berjualan. Enteng-enteng saja. Kalau mau berjualan, ya rapid sampai nanti ada kebijakan-kebijakan lagi,” kata Gianyar.


Most Read

Artikel Terbaru

/