alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Tahun Ajaran Baru, Denpasar Terapkan Pembelajaran Daring dan Luring

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kendati sudah memasuki tatanan kehidupan baru, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar masih belum melakukan proses pembelajaran secara normal untuk jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Proses pembelajaran masih dilakukan secara daring (dalam jaringan atar online) dan luring (luar jaringan). Proses pembelajaran tersebut dilakukan mulai tanggal 13 Juli.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar I Wayan Gunawan menyampaikan, pembelajaran akan dimulai seperti biasa pada 13 Juli. Namun karena situasi pandemi Covid-19 dan Kota Denpasar masih kategori zona merah, maka pembelajaran dilaksanakan dengan sistem daring dan luring. Hal itu pun mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yang menyatakan pembelajaran New Normal baru bisa terlaksana jika suatu daerah telah dinyatakan zona hijau Covid-19. “Kalau daerahnya sudah zona hijau, akan ada juga masa transisi dan masa New Normal,” ujar Gunawan ditemui, Kamis (9/7).

Gunawan menambahkan, bulan September merupakan masa transisi untuk SD. Jika tidak ada perubahan zona, dua bulan berikutnya disebut New Normal untuk SD, SMP, SMA, SMK. Jika dua bulan berikutnya tidak ada perubahan zona dan tetap zona hijau, maka baru disebut New Normal untuk SMA, SMK, SMP. “Jika sampai Januari 2021 tidak ada perubahan zona, maka disebut dengan New Normal PAUD, SD, SMP, SMA, SMK,” tambahnya.

Karenakan Denpasar masih dalam zona merah, maka pembelajaran tetap dilaksanakan di rumah dengan sistem daring dan luring. “Kalau sudah belajar di rumah, artinya satu semester ini untuk Kota Denpasar siswa belajar di rumah. Kalau situasinya belum pulih, semester depan juga kemungkinan sama, sepanjang SKB 4 menteri belum dicabut,” kata dia. 

Gunawan menjelaskan, untuk proses pembelajaran secara daring dan luring, akan menyesuaikan dengan kesepakatan orangtua dan guru di sekolah. Hal tersebut mengingat tak semua siswa memiliki fasilitas untuk belajar secara daring. “Apalagi untuk siswa SD kelas I, II, dan III kan mereka belum layak menggunakan HP,” ungkapnya. 

Melalui proses pembelajaran ini, kemungkinan kelas yang satu dengan kelas yang lain akan berbeda. Untuk pembelajaran luring, orangtua diminta datang ke sekolah mengambil tugas. “Jadi tidak harus sama sistem belajarnya. Satu kelas bisa beda, dan sekolah masing-masing yang mengatur. Mungkin orang tua datang ke sekolah mengambil tugas untuk 2 minggu. Nanti bagaimana kesepakatannya, setelah dua minggu, orang tua lagi mengumpulkan ke sekolah sambil ngambil tugas berikutnya. Tugas itu yang disebut portofolio,” katanya.

 Agar tak membeludak, sekolah juga diminta mengatur dan membuatkan jadwal bagi orang tua yang datang ke sekolah. Disdikpora Denpasar pun mengimbau pihak sekolah agar beban tugas kapada siswa tidak berlebihan sehingga siswa tidak keluar rumah untuk mencari bahan tugas. “Diharapkan jadwalnya disesuaikan dan menerapkan sistem shif. Saat antre juga agar memperhatikan protokol kesehatan agar tidak berkerumun. Dan tugas-tugas yang diberikan agar lebih ringan dan siswa tidak harus keluar rumah untuk menyelesaikannya,” ungkap Gunawan.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kendati sudah memasuki tatanan kehidupan baru, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar masih belum melakukan proses pembelajaran secara normal untuk jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Proses pembelajaran masih dilakukan secara daring (dalam jaringan atar online) dan luring (luar jaringan). Proses pembelajaran tersebut dilakukan mulai tanggal 13 Juli.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar I Wayan Gunawan menyampaikan, pembelajaran akan dimulai seperti biasa pada 13 Juli. Namun karena situasi pandemi Covid-19 dan Kota Denpasar masih kategori zona merah, maka pembelajaran dilaksanakan dengan sistem daring dan luring. Hal itu pun mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yang menyatakan pembelajaran New Normal baru bisa terlaksana jika suatu daerah telah dinyatakan zona hijau Covid-19. “Kalau daerahnya sudah zona hijau, akan ada juga masa transisi dan masa New Normal,” ujar Gunawan ditemui, Kamis (9/7).

Gunawan menambahkan, bulan September merupakan masa transisi untuk SD. Jika tidak ada perubahan zona, dua bulan berikutnya disebut New Normal untuk SD, SMP, SMA, SMK. Jika dua bulan berikutnya tidak ada perubahan zona dan tetap zona hijau, maka baru disebut New Normal untuk SMA, SMK, SMP. “Jika sampai Januari 2021 tidak ada perubahan zona, maka disebut dengan New Normal PAUD, SD, SMP, SMA, SMK,” tambahnya.

Karenakan Denpasar masih dalam zona merah, maka pembelajaran tetap dilaksanakan di rumah dengan sistem daring dan luring. “Kalau sudah belajar di rumah, artinya satu semester ini untuk Kota Denpasar siswa belajar di rumah. Kalau situasinya belum pulih, semester depan juga kemungkinan sama, sepanjang SKB 4 menteri belum dicabut,” kata dia. 

Gunawan menjelaskan, untuk proses pembelajaran secara daring dan luring, akan menyesuaikan dengan kesepakatan orangtua dan guru di sekolah. Hal tersebut mengingat tak semua siswa memiliki fasilitas untuk belajar secara daring. “Apalagi untuk siswa SD kelas I, II, dan III kan mereka belum layak menggunakan HP,” ungkapnya. 

Melalui proses pembelajaran ini, kemungkinan kelas yang satu dengan kelas yang lain akan berbeda. Untuk pembelajaran luring, orangtua diminta datang ke sekolah mengambil tugas. “Jadi tidak harus sama sistem belajarnya. Satu kelas bisa beda, dan sekolah masing-masing yang mengatur. Mungkin orang tua datang ke sekolah mengambil tugas untuk 2 minggu. Nanti bagaimana kesepakatannya, setelah dua minggu, orang tua lagi mengumpulkan ke sekolah sambil ngambil tugas berikutnya. Tugas itu yang disebut portofolio,” katanya.

 Agar tak membeludak, sekolah juga diminta mengatur dan membuatkan jadwal bagi orang tua yang datang ke sekolah. Disdikpora Denpasar pun mengimbau pihak sekolah agar beban tugas kapada siswa tidak berlebihan sehingga siswa tidak keluar rumah untuk mencari bahan tugas. “Diharapkan jadwalnya disesuaikan dan menerapkan sistem shif. Saat antre juga agar memperhatikan protokol kesehatan agar tidak berkerumun. Dan tugas-tugas yang diberikan agar lebih ringan dan siswa tidak harus keluar rumah untuk menyelesaikannya,” ungkap Gunawan.


Most Read

Artikel Terbaru

/