alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Anjing Program Pemurnian Dikandangkan di Bekas Tempat Pembibitan

BANGLI, BALI EXPRESS- Sebanyak 16 ekor anjing kintamani program pemurnian Pemkab Bangli dipelihara dalam kandang kurang memadai di kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli. Itu karena kandang yang berada di areal Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bangli sudah dibongkar.

Pembongkaran dilakukan seiring pembangunan Labkesda. Di sisi lain, Dinas Pertanian belum bisa menyediakan kandang. Sehingga untuk sementara ditempatkan di bekas rumah pembibitan jeruk, belakang kantor tersebut.  Anjing tersebut dikandangkan di sana sejak sekitar sepekan.

Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group), anjing tersebut sempat diikat dengan rantai di bekas rumah pembibitan jeruk itu. Pertimbangannya, kalau dilepas khawatir dindingnya dijebol. Sebab selain bangunan lama, dindingnya juga tidak dibuat khusus untuk pelihara anjing. Ternyata saat dirantai, anjingnya berontak. Akhirnya satu per satu dicoba dilepas dan tidak menjebol dinding. Akhirnya semua dilepas di tempat pembibitan itu.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sarma membenarkan untuk sementara anjing itu dikandangkan di bekas tempat pembibitan jeruk, karena tidak ada tempat lain.  Dinas setempat baru akan mengusulkan anggaran pembuatan kandang pada APBD Perubahan 2021. Sehingga anjing itu berada di sana sampai APBD perubahan tahun ini.

Anggaran yang dibutuhkan untuk membuat kandang Rp 200 juta. Dibangun di lahan seluas 14 are di selatan kantor setempat. “Lahannya cukup luas untuk kandang anjing kapasitas 20 ekor,” kata Sarma, Kamis (8/7). 

Sarma menegaskan, pembuatan kandang sebenarnya sudah dirancang sejak beberapa tahun lalu. Penyusunan dokumen detail engineering desain (DED) telah rampung 2018 lalu. Namun hingga kini belum mendapatkan anggaran pembuatan kandang. “Perubahan (APBD Perubahan 2021) kami ajukan,” tegasnya.

Terlepas dari tempat anjing sekarang, Sarma menegaskan bahwa kebutuhan lain masih terpenuhi seperti biasa. Salah satunya makan. Dengan anggaran sekitar 45 juta cukup untuk makan setahun.


BANGLI, BALI EXPRESS- Sebanyak 16 ekor anjing kintamani program pemurnian Pemkab Bangli dipelihara dalam kandang kurang memadai di kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli. Itu karena kandang yang berada di areal Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bangli sudah dibongkar.

Pembongkaran dilakukan seiring pembangunan Labkesda. Di sisi lain, Dinas Pertanian belum bisa menyediakan kandang. Sehingga untuk sementara ditempatkan di bekas rumah pembibitan jeruk, belakang kantor tersebut.  Anjing tersebut dikandangkan di sana sejak sekitar sepekan.

Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group), anjing tersebut sempat diikat dengan rantai di bekas rumah pembibitan jeruk itu. Pertimbangannya, kalau dilepas khawatir dindingnya dijebol. Sebab selain bangunan lama, dindingnya juga tidak dibuat khusus untuk pelihara anjing. Ternyata saat dirantai, anjingnya berontak. Akhirnya satu per satu dicoba dilepas dan tidak menjebol dinding. Akhirnya semua dilepas di tempat pembibitan itu.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sarma membenarkan untuk sementara anjing itu dikandangkan di bekas tempat pembibitan jeruk, karena tidak ada tempat lain.  Dinas setempat baru akan mengusulkan anggaran pembuatan kandang pada APBD Perubahan 2021. Sehingga anjing itu berada di sana sampai APBD perubahan tahun ini.

Anggaran yang dibutuhkan untuk membuat kandang Rp 200 juta. Dibangun di lahan seluas 14 are di selatan kantor setempat. “Lahannya cukup luas untuk kandang anjing kapasitas 20 ekor,” kata Sarma, Kamis (8/7). 

Sarma menegaskan, pembuatan kandang sebenarnya sudah dirancang sejak beberapa tahun lalu. Penyusunan dokumen detail engineering desain (DED) telah rampung 2018 lalu. Namun hingga kini belum mendapatkan anggaran pembuatan kandang. “Perubahan (APBD Perubahan 2021) kami ajukan,” tegasnya.

Terlepas dari tempat anjing sekarang, Sarma menegaskan bahwa kebutuhan lain masih terpenuhi seperti biasa. Salah satunya makan. Dengan anggaran sekitar 45 juta cukup untuk makan setahun.


Most Read

Artikel Terbaru

/