alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Hari Keenam PPKM Darurat, Aktifitas Warga di Buleleng Masih Tinggi

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Penurunan aktifitas warga belum mencapai 30 persen. Satgas penanganan covid-19 Buleleng melakukan penyekatan di dalam kota untuk mengurangi mobilitas warga keluar rumah. Hingga hari keenam pelaksanaan PPKM darurat di Buleleng, mobilitas warga masih dalam katagori tinggi. Mobilitas warga belum mengalami penurunan. Penurunan aktifitas dan mobilitas warga baru diangka 10 persen. Satgas penanganan covid-19 Kabupaten Buleleng, mulai memperketat setiap perjalanan warga di dalam kota. Penyekatan dan pemeriksaan dilakukan di berbagai tempat di kota Singaraja. Penyekatan dan pemeriksaan dilakukan di wilayah Penarukan, Banyuasri, Simpang Udayana dan di depan RTH Bung Karno Sukasada.

Sekretaris Satgas Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, hal ini dilakukan agar mengurangi aktifitas warga keluar rumah. Pemeriksaan dilakukan terkait penerapan Work From Home. Warga yang akan berpergian untuk bekerja wajib menunjukkan surat tugas dari kantor dan warga umum yang akan berpergian lainnya harus menunjukkan surat vaksinasi. “Untuk penurunan mobilitas warga itu masih 10 persen. Jadi kami lakukan penyekatan. Kalau ada kepentingan yang mendesak, maka harus ada surat tugas dari kantor. Yang boleh bekerja adalah kantor yang bersifat kritikal. Kalau warga yang mau keluar ada surat vaksinasi,” kata dia.

Suyasa menambahkan, apabila tidak ada kepentingan keluar rumah, ia menghimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah. “Penyekatan ini tidak di perbatasan saja. Tidak untuk pelaku perjalanan saja. Di kota juga kami lakukan untuk menekan aktivitas warga. Terutama pegawai dulu. Karena dari pantauan satelit, kita masih sangat ramai. Maka dari itu dilakukan penekanan, wifi di tempt umum kami hentikan di jam 8 malam. Lampu penerangan jalan juga kami padamkan diatas jam 8 malam,” tambahnya.

Penerapan pembatasan mobilitas warga di Buleleng baru dilakukan untuk pertama kali. Para petugas di penyekatan kota harus lebih menekankan pada tindakan persuasif sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Pembatasan mobilitas warga ini dilakukan karena peningkatan kasus terkomfirmasi positiv covid-19 masih terus terjadi.

Sementara itu, lonjakan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Buleleng, hingga kini masih terjadi. Hal ini berdampak pada tingginya pasien covid-19 yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Di Buleleng tercatat ada 9 rumah sakit baik milih pemerintah maupun swasta yang melakukan perawatan pasien covid-19. Total bed perawatan yang dimiliki sebanyak 200 buah. Sekitar 70 persen telah terisi. Bed occupancy rate rumah sakit diangka lebih dari 70 persen. Satgas penanganan covid-19 Buleleng, akan melakukan penambahan bed untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif covid-19. Penambahan bed perawatan akan dilakukan  di RSUD Buleleng dan pengoperasian kembali RS Pratama Giri Emas kecamatan Sawan sebagai tempat perawatan khusus pasien covid 19.

Disisi lain, Direktur RS Pratama Giri Emas, Dokter Gede Nuada menjelaskan, RS Pratama Giri Emas, saat ini siap menampung sebanyak 32 pasien covid-19, dengan 150 karyawan medis dan non medis. Berbekal pengalaman pernah menjadi rumah sakit khusus covid-19 ditahun 2020, seluruh tim di RS Pratama Giri Emas siap untuk kembali merawat pasien covid 19. “Kami siap. Sebelumnya kami sudah pernah melakukan perawatan covid-19 juga. Jadi untuk saat ini kami siap kembali untuk itu,” tegasnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Penurunan aktifitas warga belum mencapai 30 persen. Satgas penanganan covid-19 Buleleng melakukan penyekatan di dalam kota untuk mengurangi mobilitas warga keluar rumah. Hingga hari keenam pelaksanaan PPKM darurat di Buleleng, mobilitas warga masih dalam katagori tinggi. Mobilitas warga belum mengalami penurunan. Penurunan aktifitas dan mobilitas warga baru diangka 10 persen. Satgas penanganan covid-19 Kabupaten Buleleng, mulai memperketat setiap perjalanan warga di dalam kota. Penyekatan dan pemeriksaan dilakukan di berbagai tempat di kota Singaraja. Penyekatan dan pemeriksaan dilakukan di wilayah Penarukan, Banyuasri, Simpang Udayana dan di depan RTH Bung Karno Sukasada.

Sekretaris Satgas Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, hal ini dilakukan agar mengurangi aktifitas warga keluar rumah. Pemeriksaan dilakukan terkait penerapan Work From Home. Warga yang akan berpergian untuk bekerja wajib menunjukkan surat tugas dari kantor dan warga umum yang akan berpergian lainnya harus menunjukkan surat vaksinasi. “Untuk penurunan mobilitas warga itu masih 10 persen. Jadi kami lakukan penyekatan. Kalau ada kepentingan yang mendesak, maka harus ada surat tugas dari kantor. Yang boleh bekerja adalah kantor yang bersifat kritikal. Kalau warga yang mau keluar ada surat vaksinasi,” kata dia.

Suyasa menambahkan, apabila tidak ada kepentingan keluar rumah, ia menghimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah. “Penyekatan ini tidak di perbatasan saja. Tidak untuk pelaku perjalanan saja. Di kota juga kami lakukan untuk menekan aktivitas warga. Terutama pegawai dulu. Karena dari pantauan satelit, kita masih sangat ramai. Maka dari itu dilakukan penekanan, wifi di tempt umum kami hentikan di jam 8 malam. Lampu penerangan jalan juga kami padamkan diatas jam 8 malam,” tambahnya.

Penerapan pembatasan mobilitas warga di Buleleng baru dilakukan untuk pertama kali. Para petugas di penyekatan kota harus lebih menekankan pada tindakan persuasif sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Pembatasan mobilitas warga ini dilakukan karena peningkatan kasus terkomfirmasi positiv covid-19 masih terus terjadi.

Sementara itu, lonjakan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Buleleng, hingga kini masih terjadi. Hal ini berdampak pada tingginya pasien covid-19 yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Di Buleleng tercatat ada 9 rumah sakit baik milih pemerintah maupun swasta yang melakukan perawatan pasien covid-19. Total bed perawatan yang dimiliki sebanyak 200 buah. Sekitar 70 persen telah terisi. Bed occupancy rate rumah sakit diangka lebih dari 70 persen. Satgas penanganan covid-19 Buleleng, akan melakukan penambahan bed untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif covid-19. Penambahan bed perawatan akan dilakukan  di RSUD Buleleng dan pengoperasian kembali RS Pratama Giri Emas kecamatan Sawan sebagai tempat perawatan khusus pasien covid 19.

Disisi lain, Direktur RS Pratama Giri Emas, Dokter Gede Nuada menjelaskan, RS Pratama Giri Emas, saat ini siap menampung sebanyak 32 pasien covid-19, dengan 150 karyawan medis dan non medis. Berbekal pengalaman pernah menjadi rumah sakit khusus covid-19 ditahun 2020, seluruh tim di RS Pratama Giri Emas siap untuk kembali merawat pasien covid 19. “Kami siap. Sebelumnya kami sudah pernah melakukan perawatan covid-19 juga. Jadi untuk saat ini kami siap kembali untuk itu,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/