alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Karangasem Tutup Tiga Pasar Hewan

AMLAPURA, BALI EXPRESS- Pelaksanaan PPKM Darurat semakin diperketat di semua sektor di Karangasem. Di sektor perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karangasem melakukan pembatasan aktivitas di sejumlah pasar.

Bahkan, dinas terkait mengambil kebijakan untuk menutup tiga pasar hewan di Karangasem. Di antaranya Pasar Hewan Bebandem, Rubaya di Kubu, dan Pasar Hewan Pempatan di Rendang. Alasan penutupan ini tiada lain demi menekan aktivitas atau interaksi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. “Pasar hewan sifatnya tidak mendesak,” tegas Kepala Disperindag Karangasem I Wayan Sutrisna, Jumat (9/8).

Pembatasan aktivitas juga diterapkan di sejumlah pasar umum atau pasar tradisional. Disperindag mengimbau pedagang yang berasal dari luar wilayah sementara tidak berjualan ke Karangasem. “Karena ini terkait PPKM. Kami lakukan penyekatan membatasi mobilitas masyarakat selama pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Dinas terkait telah menyampaikan aturan jam buka tutup bagi pasar maupun swalayan. Pedagang di pasar tradisional hanya diberikan waktu berjualan sejak pukul 04.00 sampai pukul 12.00. Sedangkan swalayan dibolehkan buka pukul 08.00 sampai 20.00.

Dia menegaskan, pembatasan ini berlaku sampai pelaksanaan PPKM berakhir. Pihaknya mengakui, kebijakan ini tentu sangat berat lantaran berdampak pada ekonomi masyarakat. Namun, pihaknya menegaskan punya kewajiban moril, berupaya agar pencegahan penyebaran virus korona ini cepat teratasi.

“Pasar hewan, tentu ada aktivitas jual beli di sana. Masyarakat yang punya hewan ternak di Karangasem juga lumayan. Begitu pula di pasar umum, mobilitas sangat tinggi sedangkan kami berupaya agar kerumunan masyarakat ini jangan sampai menjadi sumber penyebaran Covid-19,” ucap Sutrisna.

 


AMLAPURA, BALI EXPRESS- Pelaksanaan PPKM Darurat semakin diperketat di semua sektor di Karangasem. Di sektor perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karangasem melakukan pembatasan aktivitas di sejumlah pasar.

Bahkan, dinas terkait mengambil kebijakan untuk menutup tiga pasar hewan di Karangasem. Di antaranya Pasar Hewan Bebandem, Rubaya di Kubu, dan Pasar Hewan Pempatan di Rendang. Alasan penutupan ini tiada lain demi menekan aktivitas atau interaksi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. “Pasar hewan sifatnya tidak mendesak,” tegas Kepala Disperindag Karangasem I Wayan Sutrisna, Jumat (9/8).

Pembatasan aktivitas juga diterapkan di sejumlah pasar umum atau pasar tradisional. Disperindag mengimbau pedagang yang berasal dari luar wilayah sementara tidak berjualan ke Karangasem. “Karena ini terkait PPKM. Kami lakukan penyekatan membatasi mobilitas masyarakat selama pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Dinas terkait telah menyampaikan aturan jam buka tutup bagi pasar maupun swalayan. Pedagang di pasar tradisional hanya diberikan waktu berjualan sejak pukul 04.00 sampai pukul 12.00. Sedangkan swalayan dibolehkan buka pukul 08.00 sampai 20.00.

Dia menegaskan, pembatasan ini berlaku sampai pelaksanaan PPKM berakhir. Pihaknya mengakui, kebijakan ini tentu sangat berat lantaran berdampak pada ekonomi masyarakat. Namun, pihaknya menegaskan punya kewajiban moril, berupaya agar pencegahan penyebaran virus korona ini cepat teratasi.

“Pasar hewan, tentu ada aktivitas jual beli di sana. Masyarakat yang punya hewan ternak di Karangasem juga lumayan. Begitu pula di pasar umum, mobilitas sangat tinggi sedangkan kami berupaya agar kerumunan masyarakat ini jangan sampai menjadi sumber penyebaran Covid-19,” ucap Sutrisna.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/