alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Terkendala Biaya, Payudara Merentasih Terus Membesar

BUSUNGBIU, BALI EXPRESS-Sungguh malang nasib Ketut Merentasih, 57. Wanita asal Banjar Dinas Kelod, Desa/Kecamatan Busungbiu, Buleleng,  mengalami kista di bagian payudara sejak dua tahun lalu. Tak pelak, payudara bagian kirinya terus membesar hingga sebesar buah semangka. Dalam waktu dekat, Merentasih akan dirujuk ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan. 

Saat dikunjungi Tim dari Dinas Sosial dan Komunitas Satu Hati, Merentasih tak menampik jika sudah mengalami kista payudara sejak dua tahun lalu. Awalnya, ia tak menyangka jika payudaranya akan terus mengalami pembesaran. Ia mengaku jika benjolan yang ada di dada kirinya tidak sakit sama sekali. Namun terkadang gatal di malam hari, itupun hanya diberikan minyak klentik untuk menghilangkan rasa gatalnya. “Mulai membesar sudah lama. Sudah dua tahun. Memang tidak ada rasa sakit, hanya gatal saja. Kalau jalan kadang dipegang,” ujar Merentasih kepada awak media saat dikunjungi di rumahnya, Minggu (9/8) siang.

Selama ini, Merentasih memang belum pernah menikah. Ia tinggal di rumah sederhana bersama dua orang keponakan. Lantaran mengalami sakit tersebut, praktis ia tak mampu lagi bekerja. Selama ini, ia dihidupi oleh keponakannya. Sementara keponakannya, Kadek Andre Dwi Jovana menjelaskan jika bibinya sempat dirujuk ke rumah sakit untuk biopsy. Namun, karena keterbatasan finansial, pengobatan terpaksa harus berhenti di tengah jalan. Tak pelak, kondisi payudaranya pun kian membesar.

Baca Juga :  Pratima Pura Penataran Blahkiuh Raib, Pencuri Masih Lidik

Ketut Merentasih sejatinya telah memiliki KIS. Hanya saja, pihak keluarga terkendala koordinasi dengan dokter. Selain itu, ia mengalami masalah transport untuk sampai ke Singaraja. Andre pun berharap agar ada donatur yang berkenan memberikan bantuan untuk biaya pengobatan bibinya. “Dari pihak keluarga tetap berharap dari donator, mudah-mudahan ada jalan untuk operasi secepatnya. Pihak keluarga juga akan tetap mendampingi untuk secepatnya mendapat perawatan,”terangnya.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Satu Hati Kadek Sukamara atau yang akrab disapa Dek Tokek, mengaku prihatin atas kondisi Ketut Merentasih. Pihaknya bersama komunitas tetap akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk membantu keluarga mendapatkan perawatan. Di samping itu, kehadiran Komunitas Satu Hati mengunjungi kediaman Ketut Merentasih juga untuk menyerahkan beberapa bantuan sembako.

Baca Juga :  Rekrut Ratusan Tenaga Kerja, Pemkab Buleleng Janji Transparan

“Mengingat sudah ada satu tim yang mensupport pengobatannya, maka kami akan tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial kalau ada yang diperlukan, kami siap membantu. Mungkin penggalangan donasi untuk yang menunggu pasien atau transportasi ke rumah sakit,”terangnya.

Di sisi lain, Kepala Seksi Pelayanan Sosial Anak dan Lanjut Usia Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Niken Pujiastuti Tri Utami, mengungkapkan, pihaknya akan membantu melakukan koordinasi terkait persyaratan rujukan ke rumah sakit. Sehingga Merentasih bisa langsung mendapatkan perawatan.

”Menghadapi penyakit seperti ini, pihak keluarga memang harus kuat mensupport, sehingga dari pasien semangat untuk berobat. Pendampingan juga harus rutin, karena konsekuensinya tidak boleh terputus, kalau harus kemo harus terus didampingi, kalau terputus di tengah jalan harus diulang dari pemeriksaan awal,”jelasnya.


BUSUNGBIU, BALI EXPRESS-Sungguh malang nasib Ketut Merentasih, 57. Wanita asal Banjar Dinas Kelod, Desa/Kecamatan Busungbiu, Buleleng,  mengalami kista di bagian payudara sejak dua tahun lalu. Tak pelak, payudara bagian kirinya terus membesar hingga sebesar buah semangka. Dalam waktu dekat, Merentasih akan dirujuk ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan. 

Saat dikunjungi Tim dari Dinas Sosial dan Komunitas Satu Hati, Merentasih tak menampik jika sudah mengalami kista payudara sejak dua tahun lalu. Awalnya, ia tak menyangka jika payudaranya akan terus mengalami pembesaran. Ia mengaku jika benjolan yang ada di dada kirinya tidak sakit sama sekali. Namun terkadang gatal di malam hari, itupun hanya diberikan minyak klentik untuk menghilangkan rasa gatalnya. “Mulai membesar sudah lama. Sudah dua tahun. Memang tidak ada rasa sakit, hanya gatal saja. Kalau jalan kadang dipegang,” ujar Merentasih kepada awak media saat dikunjungi di rumahnya, Minggu (9/8) siang.

Selama ini, Merentasih memang belum pernah menikah. Ia tinggal di rumah sederhana bersama dua orang keponakan. Lantaran mengalami sakit tersebut, praktis ia tak mampu lagi bekerja. Selama ini, ia dihidupi oleh keponakannya. Sementara keponakannya, Kadek Andre Dwi Jovana menjelaskan jika bibinya sempat dirujuk ke rumah sakit untuk biopsy. Namun, karena keterbatasan finansial, pengobatan terpaksa harus berhenti di tengah jalan. Tak pelak, kondisi payudaranya pun kian membesar.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Buleleng Melandai, Gugus Tugas Gencarkan 3M

Ketut Merentasih sejatinya telah memiliki KIS. Hanya saja, pihak keluarga terkendala koordinasi dengan dokter. Selain itu, ia mengalami masalah transport untuk sampai ke Singaraja. Andre pun berharap agar ada donatur yang berkenan memberikan bantuan untuk biaya pengobatan bibinya. “Dari pihak keluarga tetap berharap dari donator, mudah-mudahan ada jalan untuk operasi secepatnya. Pihak keluarga juga akan tetap mendampingi untuk secepatnya mendapat perawatan,”terangnya.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Satu Hati Kadek Sukamara atau yang akrab disapa Dek Tokek, mengaku prihatin atas kondisi Ketut Merentasih. Pihaknya bersama komunitas tetap akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk membantu keluarga mendapatkan perawatan. Di samping itu, kehadiran Komunitas Satu Hati mengunjungi kediaman Ketut Merentasih juga untuk menyerahkan beberapa bantuan sembako.

Baca Juga :  Ekskavasi di Tanjung Ser, Diprediksi Ada Pemukiman Manusia Purba

“Mengingat sudah ada satu tim yang mensupport pengobatannya, maka kami akan tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial kalau ada yang diperlukan, kami siap membantu. Mungkin penggalangan donasi untuk yang menunggu pasien atau transportasi ke rumah sakit,”terangnya.

Di sisi lain, Kepala Seksi Pelayanan Sosial Anak dan Lanjut Usia Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Niken Pujiastuti Tri Utami, mengungkapkan, pihaknya akan membantu melakukan koordinasi terkait persyaratan rujukan ke rumah sakit. Sehingga Merentasih bisa langsung mendapatkan perawatan.

”Menghadapi penyakit seperti ini, pihak keluarga memang harus kuat mensupport, sehingga dari pasien semangat untuk berobat. Pendampingan juga harus rutin, karena konsekuensinya tidak boleh terputus, kalau harus kemo harus terus didampingi, kalau terputus di tengah jalan harus diulang dari pemeriksaan awal,”jelasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/