27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

Proyek Pembangunan Penahan Ombak Hingga Pemotongan Tebing Dihentikan

BADUNG, BALI EXPRESS – Proyek pembangunan penahan ombak di Pantai Jimbaran, Banjar Ubung, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan makin parah. Pasalnya material yang digunakan untuk membangun melebar sampai memasuki perairan. Diperkirakan proyek yang dimiliki PT Step Up Solusi Indonesia ini terindikasi melebar hingga ke laut.

Dari adanya proyek tersebut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung pun telah melakukan pemantauan lapangan sebanyak tiga kali. Akhirnya proyek yang belum memiliki izin tersebut pun dihentikan sementara.

Kasatpol PP badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, Satpol PP sudah melakukan pemantauan sebanyak tiga kali. Pemantauan terakhir yang dilakukan bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, dan Dinas PUPR Badung, memutuskan untuk menghentikan proyek tersebut.

Dari hari Sabtu (8/8), kemarin Senin (8/8) dan tadi pagi kami sudah turun ke lapangan. Secara prinsip mereka sudah memiliki rekomendasi teknis penataan pantai, tetapi kami meminta untuk menghentikan sementara proyek yang dikerjakan terutama yang ada di pantai,” ujar Suryanegara saat dikonfirmasi Senin (9/8).

Baca Juga :  Masjid Harus Terbebas dari Paham Radikalisme

Penghentian proyek ini, lanjutnya, hingga memiliki izin yang jelas. Bahkan ia pun membenarkan ada material bangunan yang sampai berhamburan ke laut. Dari temuan tersebut birokrat asal Denpasar ini meminta agar pelaksana proyek melakukan pembersihan.  “Kalau mau melakukan penataan lakukan di tanah milik sendiri saja, kalau di pantai karena mereka melakukan penataan bahannya jatuh ke laut kami bersama DKLH Provinsi Bali juga meminta mereka menarik kembali bahan tersebut,” jelasnya.

Dalam pemantauan tersebut, pihak pelaksana proyek sempat menyebutkan bahwa pengurusan izin sedang dilakukan dan sudah dipastikan akan terbit. Namun dirinya tidak menyetujui proyek tersebut berjalan sampai adanya izin tertulis yang dimiliki. “Kita tidak mau izin secara lisan kita maunya yang tertulis,” tegas Suryanegara.

Baca Juga :  Wifi Gratis di Tabanan Direncanakan Aktif Mulai September

Selain menghentikan proyek pembangunan penahan ombak, Suryanegara menerangkan, tim survey di lapangan telah melakukan penarikan alat berat yang digunakan. Bahkan kegiatan pemotongan tebing pun diminta dihentikan. Nantinya setelah ada rekomendasi dari Provinsi Bali baru dapat dilakukan kembali.

“Untuk proyek ini mereka memang sudah melakukan sosialisasi, memiliki Rekomendasi teknis, dan sedang melakukan pengurusan UKP-UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup). Awalnya memang akan dibangun Breakwater atau penahan gelombang, tetapi kalau izinnya sudah keluar baru dapat melakukan pembangunan,” paparnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Proyek pembangunan penahan ombak di Pantai Jimbaran, Banjar Ubung, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan makin parah. Pasalnya material yang digunakan untuk membangun melebar sampai memasuki perairan. Diperkirakan proyek yang dimiliki PT Step Up Solusi Indonesia ini terindikasi melebar hingga ke laut.

Dari adanya proyek tersebut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung pun telah melakukan pemantauan lapangan sebanyak tiga kali. Akhirnya proyek yang belum memiliki izin tersebut pun dihentikan sementara.

Kasatpol PP badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, Satpol PP sudah melakukan pemantauan sebanyak tiga kali. Pemantauan terakhir yang dilakukan bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, dan Dinas PUPR Badung, memutuskan untuk menghentikan proyek tersebut.

Dari hari Sabtu (8/8), kemarin Senin (8/8) dan tadi pagi kami sudah turun ke lapangan. Secara prinsip mereka sudah memiliki rekomendasi teknis penataan pantai, tetapi kami meminta untuk menghentikan sementara proyek yang dikerjakan terutama yang ada di pantai,” ujar Suryanegara saat dikonfirmasi Senin (9/8).

Baca Juga :  Puluhan Gepeng di Kuta Mengaku Pengungsi Gunung Agung

Penghentian proyek ini, lanjutnya, hingga memiliki izin yang jelas. Bahkan ia pun membenarkan ada material bangunan yang sampai berhamburan ke laut. Dari temuan tersebut birokrat asal Denpasar ini meminta agar pelaksana proyek melakukan pembersihan.  “Kalau mau melakukan penataan lakukan di tanah milik sendiri saja, kalau di pantai karena mereka melakukan penataan bahannya jatuh ke laut kami bersama DKLH Provinsi Bali juga meminta mereka menarik kembali bahan tersebut,” jelasnya.

Dalam pemantauan tersebut, pihak pelaksana proyek sempat menyebutkan bahwa pengurusan izin sedang dilakukan dan sudah dipastikan akan terbit. Namun dirinya tidak menyetujui proyek tersebut berjalan sampai adanya izin tertulis yang dimiliki. “Kita tidak mau izin secara lisan kita maunya yang tertulis,” tegas Suryanegara.

Baca Juga :  Pemkab Karangasem Evaluasi Portal Galian C

Selain menghentikan proyek pembangunan penahan ombak, Suryanegara menerangkan, tim survey di lapangan telah melakukan penarikan alat berat yang digunakan. Bahkan kegiatan pemotongan tebing pun diminta dihentikan. Nantinya setelah ada rekomendasi dari Provinsi Bali baru dapat dilakukan kembali.

“Untuk proyek ini mereka memang sudah melakukan sosialisasi, memiliki Rekomendasi teknis, dan sedang melakukan pengurusan UKP-UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup). Awalnya memang akan dibangun Breakwater atau penahan gelombang, tetapi kalau izinnya sudah keluar baru dapat melakukan pembangunan,” paparnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/