alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Forkom Antarmedia Bali Bangkit Bagikan 5000 Masker

DENPASAR, BALI EXPRESS-Forum Komunikasi (Forkom) Antar Media Bali Bangkit bagikan 5000 masker di Bali secara gratis. Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) di masa pandemi Covid-19.

Kegiatan pembagian masker menyasar pengunjung dan pedagang di kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur. Selain itu, juga menyasar penumpang kapal di penyebrangan Sanur-Nusa Penida.

Ketua Forum Komunikasi Antarmedia Bali Bangkit, I Nyoman Wirata, menjelaskan, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, khususnya dalam membantu upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Provinsi Bali, melalui fungsi pers di bidang edukasi. Khususnya yang terkait dengan penerapan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

“Tujuannya bagaimana pers ikut mengedukasi masyarakat Bali dalam melaksanakan protokol kesehatan,” jelas Wirata di sela kegiatan pembagian masker di Pantai Matahari Terbit-Sanur,  Rabu (9/9). 

Selain itu, lanjut Wirata, sekaligus membangun kenyamanan untuk meyakinkan wisatawan datang dan berkunjung ke Bali. “Juga untuk memastikan obyek wisata di Bali telah menyiapkan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan, termasuk dari sisi pengawasannya. Sehingga betul-betul dinilai aman oleh wisatawan untuk dikunjungi,” imbuhnya.

Dikatakannya, dengan kesiapan yang sudah terbangun itu, sektor pariwisata yang menjadi tumpuan utama perekonomian Bali sampai sejauh ini bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Mudah-mudahan semua komponen ikut terlibat dalam upaya ini. Sehingga, penggunaan masker yang menjadi salah satu poin dari penerapan protokol kesehatan, menjadi sebuah kebiasaan dan kebutuhan di tengah masyarakat agar terlindung dari risiko penyebaran Covid-19,” lanjutnya.

Wirata juga berharap di masa pandemi ini, masker dan hand sanitizer menjadi salah satu kebutuhan pokok saat ini untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. 

Dalam aksi pembagian masker di Sanur dibagikan sebanyak 1000 masker. Dengan target para pengunjung dan masyarakat di Sanur. Pada sore harinya juga dilakukan pembagian 1000 masker di Pantai Legian.

Pembagian masker juga akan dilakukan 12 September mendatang di tiga lokasi yang berbeda, yaitu Ubud, Tanah Lot, dan Lovina-Buleleng. Pada masing-masing lokasi akan dibagikan sebanyak 1000 masker.

Sementara itu, salah satu warga, Sudiasih, menyambut baik  gerakan bagi masker ini, dan perlu terus dilakukan. Sebab, saat ini masker menjadi salah satu kebutuhan masyarakat untuk melindungi dan menjaga kesehatan diri dari virus dan bakteri penyebab penyakit. Di samping itu pula, banyak masyarakat yang kesulitan untuk membeli masker karena tidak mampu membeli, dan terpaksa menggunakan masker tak layak pakai. 

“Bagus sekali ini. Sekarang semua orang butuh. Banyak juga yang gak bisa beli, jadi bagi-bagi masker ini sangat membantu mereka yang tidak punya uang buat beli masker. Jadi, mereka bisa ganti dengan ini,” katanya. 

Dalam waktu dua jam, masker yang dibagikan di kawasan Pantai Matahari Terbit ludes diserbu masyarakat. Antusiasme warga sangat tinggi untuk melakukan proteksi diri agar terhindar dari virus dan bakteri penyebab penyakit.

Pembagian masker dan hand sanitizer ini sekaligus mengawali kegiatan diskusi pariwisata yang mengangkat tema ‘Mengawal Bangkitnya Paiwisata Bali Bedasarkan Potokol Kesehatan Demi Pemulihan Perekonomian Bali’, yang akan digelar  Kamis (10/9/20), mulai pukul 09.00 Wita di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur. 

Diskusi tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk mengawal sektor pariwisata di Bali di tengah pandemi Covid-19 dengan memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan sesuai ketentuan.

Selesai acara diskusi dengan narasumber Deputi VII BIN, Ketua Forkom Antarmedia Bali Bangkit, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Gubernur Bali, akan dilanjutkan dengan konferensi pers pada pukul 12.35 Wita. Pada malam harinya mulai pukul 18.00 Wita dilanjutkan dengan gala dinner.


DENPASAR, BALI EXPRESS-Forum Komunikasi (Forkom) Antar Media Bali Bangkit bagikan 5000 masker di Bali secara gratis. Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) di masa pandemi Covid-19.

Kegiatan pembagian masker menyasar pengunjung dan pedagang di kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur. Selain itu, juga menyasar penumpang kapal di penyebrangan Sanur-Nusa Penida.

Ketua Forum Komunikasi Antarmedia Bali Bangkit, I Nyoman Wirata, menjelaskan, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, khususnya dalam membantu upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Provinsi Bali, melalui fungsi pers di bidang edukasi. Khususnya yang terkait dengan penerapan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

“Tujuannya bagaimana pers ikut mengedukasi masyarakat Bali dalam melaksanakan protokol kesehatan,” jelas Wirata di sela kegiatan pembagian masker di Pantai Matahari Terbit-Sanur,  Rabu (9/9). 

Selain itu, lanjut Wirata, sekaligus membangun kenyamanan untuk meyakinkan wisatawan datang dan berkunjung ke Bali. “Juga untuk memastikan obyek wisata di Bali telah menyiapkan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan, termasuk dari sisi pengawasannya. Sehingga betul-betul dinilai aman oleh wisatawan untuk dikunjungi,” imbuhnya.

Dikatakannya, dengan kesiapan yang sudah terbangun itu, sektor pariwisata yang menjadi tumpuan utama perekonomian Bali sampai sejauh ini bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Mudah-mudahan semua komponen ikut terlibat dalam upaya ini. Sehingga, penggunaan masker yang menjadi salah satu poin dari penerapan protokol kesehatan, menjadi sebuah kebiasaan dan kebutuhan di tengah masyarakat agar terlindung dari risiko penyebaran Covid-19,” lanjutnya.

Wirata juga berharap di masa pandemi ini, masker dan hand sanitizer menjadi salah satu kebutuhan pokok saat ini untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. 

Dalam aksi pembagian masker di Sanur dibagikan sebanyak 1000 masker. Dengan target para pengunjung dan masyarakat di Sanur. Pada sore harinya juga dilakukan pembagian 1000 masker di Pantai Legian.

Pembagian masker juga akan dilakukan 12 September mendatang di tiga lokasi yang berbeda, yaitu Ubud, Tanah Lot, dan Lovina-Buleleng. Pada masing-masing lokasi akan dibagikan sebanyak 1000 masker.

Sementara itu, salah satu warga, Sudiasih, menyambut baik  gerakan bagi masker ini, dan perlu terus dilakukan. Sebab, saat ini masker menjadi salah satu kebutuhan masyarakat untuk melindungi dan menjaga kesehatan diri dari virus dan bakteri penyebab penyakit. Di samping itu pula, banyak masyarakat yang kesulitan untuk membeli masker karena tidak mampu membeli, dan terpaksa menggunakan masker tak layak pakai. 

“Bagus sekali ini. Sekarang semua orang butuh. Banyak juga yang gak bisa beli, jadi bagi-bagi masker ini sangat membantu mereka yang tidak punya uang buat beli masker. Jadi, mereka bisa ganti dengan ini,” katanya. 

Dalam waktu dua jam, masker yang dibagikan di kawasan Pantai Matahari Terbit ludes diserbu masyarakat. Antusiasme warga sangat tinggi untuk melakukan proteksi diri agar terhindar dari virus dan bakteri penyebab penyakit.

Pembagian masker dan hand sanitizer ini sekaligus mengawali kegiatan diskusi pariwisata yang mengangkat tema ‘Mengawal Bangkitnya Paiwisata Bali Bedasarkan Potokol Kesehatan Demi Pemulihan Perekonomian Bali’, yang akan digelar  Kamis (10/9/20), mulai pukul 09.00 Wita di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur. 

Diskusi tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk mengawal sektor pariwisata di Bali di tengah pandemi Covid-19 dengan memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan sesuai ketentuan.

Selesai acara diskusi dengan narasumber Deputi VII BIN, Ketua Forkom Antarmedia Bali Bangkit, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Gubernur Bali, akan dilanjutkan dengan konferensi pers pada pukul 12.35 Wita. Pada malam harinya mulai pukul 18.00 Wita dilanjutkan dengan gala dinner.


Most Read

Artikel Terbaru

/