alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Kadisdikpora Sebut PTM Tak Serta Merta Bisa Diterapkan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) pembelajaran tatap muka (PTM) khusus bagi wilayah yang masuk zona hijau dan kuning. Bahkan juknis itu terbit berbarengan dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 420/52733/Disdikpora tentang Pola PTM pada Masa Pandemi Covid-19 pada 18 Agustus 2020 lalu. Tidak hanya itu, masa uji coba juga telah disiapkan jadwalnya bagi sekolah yang dipandang memenuhi kriteria.

Namun belakangan ini, perkembangan Covid-19 menunjukkan tren peningkatan. Terlebih belakangan ini muncul klaster baru. Seperti klaster perkantoran. Terkait itu, bagaimana kelanjutan dari rencana PTM?

Kepala Disdikpora Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, membenarkan adanya kelonggaran bagi pihak sekolah untuk memulai aktivitas PTM. Itupun dengan ketentuan harus memenuhi kriteria yang tertuang dalam edaran gubernur dan juknis PTM.

“Edaran dan Juknis PTM sudah disiapkan kepada MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), kepala sekolah, dan Kepala Disdikpora. Semuanya sudah disosialisasikan,” jelas Boy, Rabu (9/9).

Dia tidak memungkiri dinamika belakangan ini menunjukan perkembangan Covid-19 menunjukan tren peningkatan. Karenanya, dia menegaskan bahwa edaran maupun juknis PTM bukan dalam konteks berani ambil risiko. “Bukan dalam konteks itu. Agar tidak disalahartikan, edaran dan juknis ini bukan untuk menyuruh sekolah dibuka,” tegasnya.

Boy menegaskan, edaran maupun juknis tersebut justru memuat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi sekolah untuk bisa melakukan PTM. Mulai dari kesiapan sekolah untuk menyiapkan sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan (prokes). Kemudian rekomendasi dari pemerintah daerah setempat, pembatasan rombongan belajar, kerja sama dengan komite sekolah, sampai dengan izin dari orang tua siswa. “Satu syarat saja tidak terpenuhi, tetap tidak bisa buka. Apalagi kalau orang tuanya tidak mengizinkan, ya jangan dibuka sekolahnya,” tegasnya.

Menurutnya, dalam beberapa kali kesempatan, pihaknya menemukan adanya beberapa orang tua yang mengizinkan anaknya mengikuti PTM di sekolah. “Saya pastikan lagi. Ikhlas atau tidak? Terus dijawab ragu-ragu, kalau seperti itu, jangan. Masih bisa mengikuti pelajaran secara daring,” tegasnya.

Karena itu, tidak serta merta aktivitas PTM bisa dilaksanakan pihak sekolah. Kendati hal itu memungkinkan untuk sekolah-sekolah yang berada di zona hijau dan kuning.

“Karena banyak rambu-rambu yang harus diikuti untuk PTM. Tidak serta merta bisa. Tergantung situasi di wilayah sekolah itu berada. Bahkan kalau ada guru atau siswa yang datang dari zona merah, PTM tidak bisa dilakukan,” tegasnya.

Mengingat perkembangan Covid-19 yang belakangan cenderung fluktuatif, pihaknya juga meminta kepala sekolah untuk memonitor situasi di wilayah sekolahnya berada. “Kepala sekolah wajib setiap hari memonitor perkembangan desa atau kelurahan tempat sekolahnya berada dengan mengakses informasi zona penyebaran Covid-19 untuk dijadikan panduan pelaksanaan PTM,” imbuhnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) pembelajaran tatap muka (PTM) khusus bagi wilayah yang masuk zona hijau dan kuning. Bahkan juknis itu terbit berbarengan dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 420/52733/Disdikpora tentang Pola PTM pada Masa Pandemi Covid-19 pada 18 Agustus 2020 lalu. Tidak hanya itu, masa uji coba juga telah disiapkan jadwalnya bagi sekolah yang dipandang memenuhi kriteria.

Namun belakangan ini, perkembangan Covid-19 menunjukkan tren peningkatan. Terlebih belakangan ini muncul klaster baru. Seperti klaster perkantoran. Terkait itu, bagaimana kelanjutan dari rencana PTM?

Kepala Disdikpora Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, membenarkan adanya kelonggaran bagi pihak sekolah untuk memulai aktivitas PTM. Itupun dengan ketentuan harus memenuhi kriteria yang tertuang dalam edaran gubernur dan juknis PTM.

“Edaran dan Juknis PTM sudah disiapkan kepada MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), kepala sekolah, dan Kepala Disdikpora. Semuanya sudah disosialisasikan,” jelas Boy, Rabu (9/9).

Dia tidak memungkiri dinamika belakangan ini menunjukan perkembangan Covid-19 menunjukan tren peningkatan. Karenanya, dia menegaskan bahwa edaran maupun juknis PTM bukan dalam konteks berani ambil risiko. “Bukan dalam konteks itu. Agar tidak disalahartikan, edaran dan juknis ini bukan untuk menyuruh sekolah dibuka,” tegasnya.

Boy menegaskan, edaran maupun juknis tersebut justru memuat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi sekolah untuk bisa melakukan PTM. Mulai dari kesiapan sekolah untuk menyiapkan sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan (prokes). Kemudian rekomendasi dari pemerintah daerah setempat, pembatasan rombongan belajar, kerja sama dengan komite sekolah, sampai dengan izin dari orang tua siswa. “Satu syarat saja tidak terpenuhi, tetap tidak bisa buka. Apalagi kalau orang tuanya tidak mengizinkan, ya jangan dibuka sekolahnya,” tegasnya.

Menurutnya, dalam beberapa kali kesempatan, pihaknya menemukan adanya beberapa orang tua yang mengizinkan anaknya mengikuti PTM di sekolah. “Saya pastikan lagi. Ikhlas atau tidak? Terus dijawab ragu-ragu, kalau seperti itu, jangan. Masih bisa mengikuti pelajaran secara daring,” tegasnya.

Karena itu, tidak serta merta aktivitas PTM bisa dilaksanakan pihak sekolah. Kendati hal itu memungkinkan untuk sekolah-sekolah yang berada di zona hijau dan kuning.

“Karena banyak rambu-rambu yang harus diikuti untuk PTM. Tidak serta merta bisa. Tergantung situasi di wilayah sekolah itu berada. Bahkan kalau ada guru atau siswa yang datang dari zona merah, PTM tidak bisa dilakukan,” tegasnya.

Mengingat perkembangan Covid-19 yang belakangan cenderung fluktuatif, pihaknya juga meminta kepala sekolah untuk memonitor situasi di wilayah sekolahnya berada. “Kepala sekolah wajib setiap hari memonitor perkembangan desa atau kelurahan tempat sekolahnya berada dengan mengakses informasi zona penyebaran Covid-19 untuk dijadikan panduan pelaksanaan PTM,” imbuhnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/