alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Waspada, Status Buleleng Naik Jadi Zona Merah

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Status Buleleng meningkat dari zona Oranye ke Zona Merah terkait penyebaran Covid-19. Peningkatan status ini tak lepas dari tingginya penyebaran Virus Korona di Bali Utara yang saban hari kurvanya terus menunjukkan peningkatan.

Data yang dihimpun dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Rabu (9/9), jumlah kumulatif pasien positif Vovid-19 sejak Maret hingga saat ini, sudah mencapai 663 orang. 

Sementara yang sudah dinyatakan sembuh, sebanyak 557 orang dan yang masih menjalani perawatan sebanyak 99 orang. Sedangkan total kasus kematian saat ini sudah mencapai 12 orang.  Hal inilah yang mengakibatkan Buleleng masuk menjadi Zona Merah penyebaran Covid-19.

Menanggapi Buleleng kini telah menjadi zona merah, Bupati Buleleng, yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menyebut, tidak akan mengeluarkan kebijakan khusus.

Ia hanya berharap, dengan adanya Pergub Bali Nomor 46 dan Perbup Nomor 41  tentang penegakan protokol kesehatan, tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan masker semakin meningkat.

“Saya berharap masyarakat tertib mau memakai masker. Satu minggu ini akan kami evaluasi lagi. Satpol PP sudah turun terus ini, bersama Kapolres dan Dandim untuk ngecek kedisiplinan masyarakat menggunakan masker. Desa-desa juga nanti akan dipantau. Kalau sudah tertib semua, mudah-mudahan kasusnya mulai menurun,” jelas Suradnyana.

Hingga Rabu (9/9) Gugus Tugas melaporkan kasus kematian pasien positif Covid-19 di Buleleng kembali bertambah sebanyak tiga orang, sehingga akumulasi kasus meninggal sebanyak 12 orang. Terdapat pula 27 penambahan kasus baru positif Covid-19.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Gede Suyasa, menyebut, ketiga pasien meninggal masing-masing berasal dari Kecamatan Sukasada, Kecamatan Buleleng, dan Kecamatan Seririt. Mereka sebelumnya masuk sebagai data probable, karena saat meninggal dunia, hasil swab testnya belum keluar.

Kini, Gugus Tugas pun telah menerima hasil swab test ketiga pasien tersebut, dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga Gugus Tugas memutuskan untuk memasukkan data ke tiga almarhum itu pada kasus kemarin akibat Covid-19.

Suyasa menambahkan, untuk pasien meninggal asal Kecamatan Sukasada, merupakan seorang dokter berusia 55 tahun yang buka praktek di rumahnya sendiri. Dari hasil pemeriksaan, dokter tersebut memiliki riwayat penyakit hipertensi. Ia kemudian meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus kemarin.

Sedangkan untuk pasien meninggal asal Kecamatan Seririt, berjenis kelamin perempuan, dan berusia 60 tahun. Yang bersangkutan meninggal tanggal 1 September kemarin, dengan memiliki banyak penyakit penyerta,  seperti diabtes tipe 2, tuberkulosis (TBC), hiperkalemia, gagal jantung, dan gagal ginjal.

Sedangkan pasien meninggal dunia asal Kecamatan Buleleng, berjenis kelamin laki-laki, berusia 73 tahun.  Meninggal dunia Selasa (8/9) kemarin, dengan riwayat diabetes tipe dua sebagai  penyakit penyerta. 

Lanjut Suyasa, saat mereka meninggal dunia, hasil swab testnya belum keluar. Sehingga datanya belum bisa dirilis. Sekarang karena hasil swabnya sudah keluar, dan terkonfirmasi positif, maka data ketiga almarhum ini masuk di dalam kasus kematian Covid-19.

“Sebelum mendapatkan hasil swab test, kami sudah melakukan tracing kepada orang-orang yang sempat kontak erat dengan ketiga almarhum saat masih hidup. Tracing selalu kami lakukan ketika pasien sudah menunjukkan gejala ke arah Covid-19,” jelas Suyasa.

Rabu (9/9), Gugus Tugas mengumumkan ada penambahan 27 kasus positif Covid-19 di Buleleng. Dengan rincian dua kasus asal Kecamatan Tejakula. 16 kasus asal Kecamatan Buleleng.

Satu kasus asal Kecamatan Sukasada. Tiga kasus asal Kecamatan Banjar. Dua kasus asal Kecamatan Sawan. Dua kasus asal Kecamatan Seririt. Dan, satu kasus lainnya asal Kecamatan Gerokgak.

Selain itu, juga terdapat penambahan 26 pasien yang  dinyatakan sembuh. Dengan rincian, satu pasien asal Kecamatan Sawan. 24 pasien asal Kecamatan Buleleng. Dan, satu pasien asal Kecamatan Banjar.

Sehingga sisa jumlah pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan sebanyak 99 orang. 48 orang diantaranya dirawat di beberapa rumah sakit yang ada di Buleleng. Sementara 51 orang lainnya hanya menjalani isolasi mandiri di rumah. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS- Status Buleleng meningkat dari zona Oranye ke Zona Merah terkait penyebaran Covid-19. Peningkatan status ini tak lepas dari tingginya penyebaran Virus Korona di Bali Utara yang saban hari kurvanya terus menunjukkan peningkatan.

Data yang dihimpun dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Rabu (9/9), jumlah kumulatif pasien positif Vovid-19 sejak Maret hingga saat ini, sudah mencapai 663 orang. 

Sementara yang sudah dinyatakan sembuh, sebanyak 557 orang dan yang masih menjalani perawatan sebanyak 99 orang. Sedangkan total kasus kematian saat ini sudah mencapai 12 orang.  Hal inilah yang mengakibatkan Buleleng masuk menjadi Zona Merah penyebaran Covid-19.

Menanggapi Buleleng kini telah menjadi zona merah, Bupati Buleleng, yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menyebut, tidak akan mengeluarkan kebijakan khusus.

Ia hanya berharap, dengan adanya Pergub Bali Nomor 46 dan Perbup Nomor 41  tentang penegakan protokol kesehatan, tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan masker semakin meningkat.

“Saya berharap masyarakat tertib mau memakai masker. Satu minggu ini akan kami evaluasi lagi. Satpol PP sudah turun terus ini, bersama Kapolres dan Dandim untuk ngecek kedisiplinan masyarakat menggunakan masker. Desa-desa juga nanti akan dipantau. Kalau sudah tertib semua, mudah-mudahan kasusnya mulai menurun,” jelas Suradnyana.

Hingga Rabu (9/9) Gugus Tugas melaporkan kasus kematian pasien positif Covid-19 di Buleleng kembali bertambah sebanyak tiga orang, sehingga akumulasi kasus meninggal sebanyak 12 orang. Terdapat pula 27 penambahan kasus baru positif Covid-19.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Gede Suyasa, menyebut, ketiga pasien meninggal masing-masing berasal dari Kecamatan Sukasada, Kecamatan Buleleng, dan Kecamatan Seririt. Mereka sebelumnya masuk sebagai data probable, karena saat meninggal dunia, hasil swab testnya belum keluar.

Kini, Gugus Tugas pun telah menerima hasil swab test ketiga pasien tersebut, dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga Gugus Tugas memutuskan untuk memasukkan data ke tiga almarhum itu pada kasus kemarin akibat Covid-19.

Suyasa menambahkan, untuk pasien meninggal asal Kecamatan Sukasada, merupakan seorang dokter berusia 55 tahun yang buka praktek di rumahnya sendiri. Dari hasil pemeriksaan, dokter tersebut memiliki riwayat penyakit hipertensi. Ia kemudian meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus kemarin.

Sedangkan untuk pasien meninggal asal Kecamatan Seririt, berjenis kelamin perempuan, dan berusia 60 tahun. Yang bersangkutan meninggal tanggal 1 September kemarin, dengan memiliki banyak penyakit penyerta,  seperti diabtes tipe 2, tuberkulosis (TBC), hiperkalemia, gagal jantung, dan gagal ginjal.

Sedangkan pasien meninggal dunia asal Kecamatan Buleleng, berjenis kelamin laki-laki, berusia 73 tahun.  Meninggal dunia Selasa (8/9) kemarin, dengan riwayat diabetes tipe dua sebagai  penyakit penyerta. 

Lanjut Suyasa, saat mereka meninggal dunia, hasil swab testnya belum keluar. Sehingga datanya belum bisa dirilis. Sekarang karena hasil swabnya sudah keluar, dan terkonfirmasi positif, maka data ketiga almarhum ini masuk di dalam kasus kematian Covid-19.

“Sebelum mendapatkan hasil swab test, kami sudah melakukan tracing kepada orang-orang yang sempat kontak erat dengan ketiga almarhum saat masih hidup. Tracing selalu kami lakukan ketika pasien sudah menunjukkan gejala ke arah Covid-19,” jelas Suyasa.

Rabu (9/9), Gugus Tugas mengumumkan ada penambahan 27 kasus positif Covid-19 di Buleleng. Dengan rincian dua kasus asal Kecamatan Tejakula. 16 kasus asal Kecamatan Buleleng.

Satu kasus asal Kecamatan Sukasada. Tiga kasus asal Kecamatan Banjar. Dua kasus asal Kecamatan Sawan. Dua kasus asal Kecamatan Seririt. Dan, satu kasus lainnya asal Kecamatan Gerokgak.

Selain itu, juga terdapat penambahan 26 pasien yang  dinyatakan sembuh. Dengan rincian, satu pasien asal Kecamatan Sawan. 24 pasien asal Kecamatan Buleleng. Dan, satu pasien asal Kecamatan Banjar.

Sehingga sisa jumlah pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan sebanyak 99 orang. 48 orang diantaranya dirawat di beberapa rumah sakit yang ada di Buleleng. Sementara 51 orang lainnya hanya menjalani isolasi mandiri di rumah. 


Most Read

Artikel Terbaru

/