alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Rumah Ibu Bung Karno dan Masjid Agung Jami’ Bersiap Jadi Cagar Budaya

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dua situs yang diajukan untuk menjadi cagar budaya di Buleleng segera terealisasi. Rumah Nyoman Rai Srimben yang merupakan rumah ibunda Presiden Soekarno serta Masjid Agung Jami’ Singaraja adalah dua situs yang diusulkan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng. gayung bersambut, usulan itu pun diterima. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali telah menerbitkan surat rekomendasi penetapan cagar budaya untuk dua situs bersejarah itu. Disbud Buleleng pun kini tengah menyusun draf penetapan cagar budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Kamis (9/12) mengaku suart rekomendasi tertanggal 22 November 2021 itu, Tim Ahli Cagar Budaya Dinas Kebudayan Provinsi Balimemberikan rekomendasi kepada Bupati Buleleng untuk penetapan dua situs tersebut menjadi cagar budaya. “Rekomendasi itu dikeluurkan setelah TACP Bali melakukan kajian dan sidang terhadap situs rumah Rai Srimben dan Masjid Agung Jami’ Singaraja. Rekomendasi penetapan situs cagar budaya tersebut dituangkan pada surat Disbud Bali nomor : B.19.432.2/8039/CB/disbud,” ujar Kadis Dody.

Mantan Camat Buleleng itu juga memaparkan, pengelolaan kedua situs tersebu apabila ditetapkan menjadi cagar budaya, akan diserahkan kepada penguasaan sebelumnya. Seperti kediaman Nyoman Rai Srimben yang berlokasi di Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung Kecamatan Buleleng, pengelolaannya akan diserahkan kepada pewaris yakni Jro Made Arsana. Dan untuk masjid Agung Jami’ Singaraja, diserahkan kepada takmir masjid. Pihaknya juga akan berupaya untuk merekrut pemandu wisata yang nantinya dapat memberikan penjelasan terkait dengan situs-situs yang ada di Buleleng. “Kami dari pemerintah mengagendakan penyiapan pemandu wisata di situs tersebut. SDM untuk itu kami akan cari dari warga setempat yang dinilai mampu dan bisa. Selanjutnya kami akan latih di Disbud Buleleng untuk dapat menjadi pemandu wisata,” terangnya.

Syarat lainnya dari seorang pemandu yakni harus cakap dan benar-benar paham mengenai sejarah tempat yang akan dijelaskan kepada wisatawan. Dinas Kebudayaan pun akan menyiapkan narasi dari tempat-tempat yang nantinya akan dituju bersama pemandu wisata. “Narasinya akan dikaji oleh TACB Bali. Penyiapan pemandu wisata masing-masing satu orang untuk satu situs akan dilakukan di tahun 2022 mendatang,” kata dia.

Dalam pengelolaannya nanti, Dinas Kebudayaan akan menerapkan sistem donasi. Wisatawan yang memasuki situs cagar budaya sebagai wisata sejarah tidak dikenakan tiket masuk. “Rencananya tidak pungut biaya retribusi. Namun, wisatawan dapat memberikan donasi kepada pengelola agar nanti dapat digunakan sebagai pemeliharaan situs,” ungkapnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dua situs yang diajukan untuk menjadi cagar budaya di Buleleng segera terealisasi. Rumah Nyoman Rai Srimben yang merupakan rumah ibunda Presiden Soekarno serta Masjid Agung Jami’ Singaraja adalah dua situs yang diusulkan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng. gayung bersambut, usulan itu pun diterima. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali telah menerbitkan surat rekomendasi penetapan cagar budaya untuk dua situs bersejarah itu. Disbud Buleleng pun kini tengah menyusun draf penetapan cagar budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Kamis (9/12) mengaku suart rekomendasi tertanggal 22 November 2021 itu, Tim Ahli Cagar Budaya Dinas Kebudayan Provinsi Balimemberikan rekomendasi kepada Bupati Buleleng untuk penetapan dua situs tersebut menjadi cagar budaya. “Rekomendasi itu dikeluurkan setelah TACP Bali melakukan kajian dan sidang terhadap situs rumah Rai Srimben dan Masjid Agung Jami’ Singaraja. Rekomendasi penetapan situs cagar budaya tersebut dituangkan pada surat Disbud Bali nomor : B.19.432.2/8039/CB/disbud,” ujar Kadis Dody.

Mantan Camat Buleleng itu juga memaparkan, pengelolaan kedua situs tersebu apabila ditetapkan menjadi cagar budaya, akan diserahkan kepada penguasaan sebelumnya. Seperti kediaman Nyoman Rai Srimben yang berlokasi di Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung Kecamatan Buleleng, pengelolaannya akan diserahkan kepada pewaris yakni Jro Made Arsana. Dan untuk masjid Agung Jami’ Singaraja, diserahkan kepada takmir masjid. Pihaknya juga akan berupaya untuk merekrut pemandu wisata yang nantinya dapat memberikan penjelasan terkait dengan situs-situs yang ada di Buleleng. “Kami dari pemerintah mengagendakan penyiapan pemandu wisata di situs tersebut. SDM untuk itu kami akan cari dari warga setempat yang dinilai mampu dan bisa. Selanjutnya kami akan latih di Disbud Buleleng untuk dapat menjadi pemandu wisata,” terangnya.

Syarat lainnya dari seorang pemandu yakni harus cakap dan benar-benar paham mengenai sejarah tempat yang akan dijelaskan kepada wisatawan. Dinas Kebudayaan pun akan menyiapkan narasi dari tempat-tempat yang nantinya akan dituju bersama pemandu wisata. “Narasinya akan dikaji oleh TACB Bali. Penyiapan pemandu wisata masing-masing satu orang untuk satu situs akan dilakukan di tahun 2022 mendatang,” kata dia.

Dalam pengelolaannya nanti, Dinas Kebudayaan akan menerapkan sistem donasi. Wisatawan yang memasuki situs cagar budaya sebagai wisata sejarah tidak dikenakan tiket masuk. “Rencananya tidak pungut biaya retribusi. Namun, wisatawan dapat memberikan donasi kepada pengelola agar nanti dapat digunakan sebagai pemeliharaan situs,” ungkapnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/