26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Dugaan Kasus Pemalsuan Ijazah, Polisi Akan Minta Klarifikasi KPU Pusat

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Dugaan kasus pemalsuan ijazah yang dilakukan oknum anggota dewan Kabupaten Klungkung dalam Pemilu 2019 terus dilakukan upaya penyelidikan oleh jajaran Polres Klungkung. Rencananya, penyidik akan meminta klarifikasi dari pihak KPU pusat.

 

Kasat Reskrim Polres Klungkung Iptu Arung Wiratama menjelaskan, pihaknya telah menerima balasan surat dari KPU Pusat. Dalam balasan tersebut, dilampiri pula ijazah yang diupload oleh terlapor I Nyoman MJ di aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (SILON).

 

Terdapat perbedaan nomor dan nama orang tua pada ijazah antara yang di upload di SILON dan yang diserahkan ke KPU Klungkung. “Kami saat ini tengah menunggu respon dari KPU Pusat, terkait surat yang disampaikan ke Polres Klungkung. Karena penyidik juga memerlukan keterangan dari pihak KPU Pusat, untuk memperkuat surat yang dikirimkan ke kami,” ujar Iptu Arung, Jumat (9/12).

 

Bahkan untuk bisa mendapat keterangan dari KPU Pusat, tim penyidik akan melakukan jemput bola dengan datang ke Jakarta apabila KPU Pusat tidak bersedia datang ke Polres Klungkung. “Surat sudah kami kirim ke KPU Pusat. Kami tinggal menunggu respon dan kesiapannya untuk ke Klungkung. Jika tidak siap, penyidik yang akan ke Jakarta,” jelasnya.

 

Kendati dalam kasus ini melibatkan politisi dan intansi pemerintahan, pihak kepolisian juga telah bersurat ke Mabes Polri. Selain itu, pihaknya juga bersurat ke Polda Bali untuk meminta petunjuk. “Kasus ini sebelumnya juga ditangani Polda Bali, hingga kami bersurat juga ke Polda,” terang Iptu Arung.

 

Sebelumnya, jajaran Reskrim Polres Klungkung mendatangkan mantan Ketua KPU Klungkung I Made Kariada untuk dimintai keterangan, pada Rabu (7/12). Disana, Kariada dimintai keterangan sekitar dua jam lamanya. (dir)

 


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Dugaan kasus pemalsuan ijazah yang dilakukan oknum anggota dewan Kabupaten Klungkung dalam Pemilu 2019 terus dilakukan upaya penyelidikan oleh jajaran Polres Klungkung. Rencananya, penyidik akan meminta klarifikasi dari pihak KPU pusat.

 

Kasat Reskrim Polres Klungkung Iptu Arung Wiratama menjelaskan, pihaknya telah menerima balasan surat dari KPU Pusat. Dalam balasan tersebut, dilampiri pula ijazah yang diupload oleh terlapor I Nyoman MJ di aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (SILON).

 

Terdapat perbedaan nomor dan nama orang tua pada ijazah antara yang di upload di SILON dan yang diserahkan ke KPU Klungkung. “Kami saat ini tengah menunggu respon dari KPU Pusat, terkait surat yang disampaikan ke Polres Klungkung. Karena penyidik juga memerlukan keterangan dari pihak KPU Pusat, untuk memperkuat surat yang dikirimkan ke kami,” ujar Iptu Arung, Jumat (9/12).

 

Bahkan untuk bisa mendapat keterangan dari KPU Pusat, tim penyidik akan melakukan jemput bola dengan datang ke Jakarta apabila KPU Pusat tidak bersedia datang ke Polres Klungkung. “Surat sudah kami kirim ke KPU Pusat. Kami tinggal menunggu respon dan kesiapannya untuk ke Klungkung. Jika tidak siap, penyidik yang akan ke Jakarta,” jelasnya.

 

Kendati dalam kasus ini melibatkan politisi dan intansi pemerintahan, pihak kepolisian juga telah bersurat ke Mabes Polri. Selain itu, pihaknya juga bersurat ke Polda Bali untuk meminta petunjuk. “Kasus ini sebelumnya juga ditangani Polda Bali, hingga kami bersurat juga ke Polda,” terang Iptu Arung.

 

Sebelumnya, jajaran Reskrim Polres Klungkung mendatangkan mantan Ketua KPU Klungkung I Made Kariada untuk dimintai keterangan, pada Rabu (7/12). Disana, Kariada dimintai keterangan sekitar dua jam lamanya. (dir)

 


Most Read

Artikel Terbaru