26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Jadi Ajang Promosi Potensi Wisata, Kendran Living Culture Festival Resmi Dibuka

GIANYAR, BALI EXPRESS – Gelaran Kendran Living Culture Festival secara resmi dibuka di Jaba Pura Griya Sakti Manuaba, Desa Kendran, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Jumat (9/12). Festival yang digelar bertujuan mengangkat potensi wisata Desa Kendran itu dibuka langsung oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra.

 

Dimana pelaksanaan event Kendran Living Culture Festival dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 9 sampai dengan 11 Desember 2022. Event pertama kali yang dilaksanakan oleh Desa Kendran ini, dilakukan guna mengangkat tradisi adiluhung yang dimiliki untuk diperkenalkan ke dunia, salah satunya Mekukung, Ngaturang Tirta Ening, Mepeed dengan atraksi In-situ. Selain itu keunikan lainnya, berupa situs arkelogi berupa Nekara dan Sarkofagus, sebelas beji dan tiga puri yang ada di Desa Kendran.

 

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra mengatakan dampak pandemi Covid-19 yang sangat dirasakan bagi sektor pariwisata, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Sehingga event/festival seperti ini, dapat dijadikan moment bagi UMKM dan pelaku pariwisata untuk bangkit dan dapat menciptakan dampak yang sangat signifikan. “Bersyukur kita bisa hidup dengan normal dan menjalankan aktivitas yang mesti dilakukan sebagai daerah pariwisata apalagi disini ada Wisata Desa yang masuk dalam 10 besar nasional, ” tegasnya.

 

Lebih lanjut, untuk mengisi kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dengan mengadakan event dan pelatihan sumber daya manusianya serta mendidik anak-anak dengan pesraman. Sehingga jangan sampai mereka tergerus dengan pergaulan yang salah.  “Sebagai daerah pariwisata kita harus isi dengan hal-hal baik. Sehingga saya sangat bersyukur sekali, komplit diadakan dari berbasiskan lingkungan dan anak-anak bisa terdidik. Kita terima pariwisata dengan baik untuk kemajuan desa kita,” imbuhnya.

 

Kedepannya, kita bukan berbicara tentang jumlah kunjungan melainkan bicara tentang wisata berkualitas yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan dapat mensejahterakan masyarakat. “Kalau kunjungan banyak kalau tidak memiliki manfaat untuk apa? Kunjungan yang berkualitas adalah yang bisa dirasakan oleh masyarakatnya. Tamu yang datang adalah tamu pilihan,” lanjut Mahayastra.

 

Lebih lanjut, sebanyak 40 desa di Kabupaten Gianyar sudah masuk dalam Desa Wisata yang punya destinasi, punya sumber daya alam, kerajinan dan UMKM mendapatkan prioritas pada insfrastruktur dan perbaikan destinasi wisata yang ada maupun lainnya guna mendukung fasilitas yang tersedia. (ras)


GIANYAR, BALI EXPRESS – Gelaran Kendran Living Culture Festival secara resmi dibuka di Jaba Pura Griya Sakti Manuaba, Desa Kendran, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Jumat (9/12). Festival yang digelar bertujuan mengangkat potensi wisata Desa Kendran itu dibuka langsung oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra.

 

Dimana pelaksanaan event Kendran Living Culture Festival dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 9 sampai dengan 11 Desember 2022. Event pertama kali yang dilaksanakan oleh Desa Kendran ini, dilakukan guna mengangkat tradisi adiluhung yang dimiliki untuk diperkenalkan ke dunia, salah satunya Mekukung, Ngaturang Tirta Ening, Mepeed dengan atraksi In-situ. Selain itu keunikan lainnya, berupa situs arkelogi berupa Nekara dan Sarkofagus, sebelas beji dan tiga puri yang ada di Desa Kendran.

 

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra mengatakan dampak pandemi Covid-19 yang sangat dirasakan bagi sektor pariwisata, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Sehingga event/festival seperti ini, dapat dijadikan moment bagi UMKM dan pelaku pariwisata untuk bangkit dan dapat menciptakan dampak yang sangat signifikan. “Bersyukur kita bisa hidup dengan normal dan menjalankan aktivitas yang mesti dilakukan sebagai daerah pariwisata apalagi disini ada Wisata Desa yang masuk dalam 10 besar nasional, ” tegasnya.

 

Lebih lanjut, untuk mengisi kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dengan mengadakan event dan pelatihan sumber daya manusianya serta mendidik anak-anak dengan pesraman. Sehingga jangan sampai mereka tergerus dengan pergaulan yang salah.  “Sebagai daerah pariwisata kita harus isi dengan hal-hal baik. Sehingga saya sangat bersyukur sekali, komplit diadakan dari berbasiskan lingkungan dan anak-anak bisa terdidik. Kita terima pariwisata dengan baik untuk kemajuan desa kita,” imbuhnya.

 

Kedepannya, kita bukan berbicara tentang jumlah kunjungan melainkan bicara tentang wisata berkualitas yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan dapat mensejahterakan masyarakat. “Kalau kunjungan banyak kalau tidak memiliki manfaat untuk apa? Kunjungan yang berkualitas adalah yang bisa dirasakan oleh masyarakatnya. Tamu yang datang adalah tamu pilihan,” lanjut Mahayastra.

 

Lebih lanjut, sebanyak 40 desa di Kabupaten Gianyar sudah masuk dalam Desa Wisata yang punya destinasi, punya sumber daya alam, kerajinan dan UMKM mendapatkan prioritas pada insfrastruktur dan perbaikan destinasi wisata yang ada maupun lainnya guna mendukung fasilitas yang tersedia. (ras)


Most Read

Artikel Terbaru