alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Periksa Para Saksi Secara Maraton, Kejari Tabanan Belum Sentuh Dua Tersangka Korupsi LPD Belumbang

TABANAN, BALI EXPRESS – Setelah menetapkan dua orang tersangka baru dalam dugaan korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Belumbang, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan mulai fokus memeriksa para saksi.

 

Setidaknya akan ada 20 orang saksi yang diperiksa. Mereka dari lingkaran pengurus LPD dan Lembaga Pengawas atau LP LPD, serta tim bentukan pasca persoalan di tubuh LPD Belumbang muncul pertama kalinya.

 

“Dari Senin (7/2) sudah kami periksa secara maraton. Satu hari kami jadwalkan periksa tiga orang saksi,” jelas Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tabanan, Ida Bagus Widnyana, Rabu (9/2).

 

Dia belum bisa memastikan jumlah saksi yang sudah diperiksa. Mengingat satu orang saksi sempat berhalangan. Sehingga pihaknya akan menjadwalkan ulang pemeriksaannya.

 

“Kemarin ada satu saksi yang tidak datang juga. Kami akan jadwalkan ulang (pemeriksaannya),” jelasnya.

 

Bagaimana dengan mantan Ketua LPD Belumbang, IKBA, dan mantan bendahara, NNW, yang pekan lalu ditetapkan sebagai tersangka?

 

“Belum. Kami belum memeriksa mereka. Kami masih fokus memeriksa saksi-saksi. Karena jumlahnya banyak. Hampir dua puluhan orang,” jawabnya.

 

Setelah keterangan saksi dalam pemeriksaan klop, pihaknya baru akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap kedua saksi.

 

“Nanti setelah pemeriksaan saksi-saksi tuntas, kami akan beralih ke pemeriksaan terhadap kedua tersangka,” jelasnya.

 

Pada Rabu (2/2), tim penyidik Kejari Tabanan menetapkan dua orang tersangka baru dugaan korupsi LPD Belumbang; KBA dan NNW.

 

Perkara korupsi di LPD Belumbang sejatinya telah sampai pada proses persidangan. Tersangka pertamanya yang kini sudah berstatus terpidana, I Wayan Sunarta, bahkan telah divonis empat tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Denpasar.

 

Selain itu, Sunarta diganjar pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan. Hakim juga mewajibkan Sunarta membayar uang pengganti sebesar Rp 472,8 juta subsider satu tahun penjara.

 

Masih dalam amar putusan yang disampaikan pada persidangan awal Oktober 2021, hakim juga memerintahkan pengembalian puluhan barang bukti yang disita kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk kepentingan pengembangan perkara.

 

Pengembalian barang bukti ini menjadi salah satu bahan penyelidikan penyidik dalam menetapkan dua orang tersangka baru dalam perkara korupsi LPD Belumbang.






Reporter: Chairul Amri Simabur

TABANAN, BALI EXPRESS – Setelah menetapkan dua orang tersangka baru dalam dugaan korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Belumbang, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan mulai fokus memeriksa para saksi.

 

Setidaknya akan ada 20 orang saksi yang diperiksa. Mereka dari lingkaran pengurus LPD dan Lembaga Pengawas atau LP LPD, serta tim bentukan pasca persoalan di tubuh LPD Belumbang muncul pertama kalinya.

 

“Dari Senin (7/2) sudah kami periksa secara maraton. Satu hari kami jadwalkan periksa tiga orang saksi,” jelas Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tabanan, Ida Bagus Widnyana, Rabu (9/2).

 

Dia belum bisa memastikan jumlah saksi yang sudah diperiksa. Mengingat satu orang saksi sempat berhalangan. Sehingga pihaknya akan menjadwalkan ulang pemeriksaannya.

 

“Kemarin ada satu saksi yang tidak datang juga. Kami akan jadwalkan ulang (pemeriksaannya),” jelasnya.

 

Bagaimana dengan mantan Ketua LPD Belumbang, IKBA, dan mantan bendahara, NNW, yang pekan lalu ditetapkan sebagai tersangka?

 

“Belum. Kami belum memeriksa mereka. Kami masih fokus memeriksa saksi-saksi. Karena jumlahnya banyak. Hampir dua puluhan orang,” jawabnya.

 

Setelah keterangan saksi dalam pemeriksaan klop, pihaknya baru akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap kedua saksi.

 

“Nanti setelah pemeriksaan saksi-saksi tuntas, kami akan beralih ke pemeriksaan terhadap kedua tersangka,” jelasnya.

 

Pada Rabu (2/2), tim penyidik Kejari Tabanan menetapkan dua orang tersangka baru dugaan korupsi LPD Belumbang; KBA dan NNW.

 

Perkara korupsi di LPD Belumbang sejatinya telah sampai pada proses persidangan. Tersangka pertamanya yang kini sudah berstatus terpidana, I Wayan Sunarta, bahkan telah divonis empat tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Denpasar.

 

Selain itu, Sunarta diganjar pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan. Hakim juga mewajibkan Sunarta membayar uang pengganti sebesar Rp 472,8 juta subsider satu tahun penjara.

 

Masih dalam amar putusan yang disampaikan pada persidangan awal Oktober 2021, hakim juga memerintahkan pengembalian puluhan barang bukti yang disita kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk kepentingan pengembangan perkara.

 

Pengembalian barang bukti ini menjadi salah satu bahan penyelidikan penyidik dalam menetapkan dua orang tersangka baru dalam perkara korupsi LPD Belumbang.






Reporter: Chairul Amri Simabur

Most Read

Artikel Terbaru

/